Ayyara Zivanna arkanaya adalah seorang cewek beruntung yang mendapatkan hati seorang Deiro Alghava denathan. Hubungan mereka adalah hubungan yang orang orang impikan. Namun ada satu hal yang menjadi benalu dalam hubungan mereka. Yaitu restu orang tu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nggak ke kantin?" Tanya Ghava pada Ayyara yang menidurkan kepalanya di atas meja saat jam istirahat
Ayyara mendongakkan kepalanya "enggak, kamu ke kantin sendiri dulu ya" jawab Ayyara tanpa menatap lawan bicaranya.
"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Ghava merasa khawatir
"Enggak, cuma agak sedikit pusing aja" Ayyara membenarkan posisi duduknya
"Aku antar ke UKS aja ya" ujar Ghava menempelkan punggung tangannya di kening Ayyara yang terasa hangat
"Nggak usah, mungkin ini karena efek begadang semalam jadi cuma perlu tidur sebentar. Nanti juga hilang pusingnya"
"Yaudah kamu tunggu disini aku ambilkan obat ke UKS ya." ujar Ghava
"shhtttt, ga ada penolakan. Udah diam di sini aja" lanjutnya menutup mulut Ayyara yang ingin mengucapkan sesuatu menggunakan jari telunjuknya.
Ghava berjalan menuju UKS yang tak jauh dari kelas Ayyara, mungkin hanya berjarak sekitar 10 meter saja, setelah mendapatkan obat yang di maksud ia berlari menuju kantin dan berhenti di stand makanan.
"Kak nasi goreng satu sama air botol satu." ujarnya kepada penjaga stand
"Sebentar ya." pinta penjaga stand lalu membungkuskan nasi goreng yang dipesan oleh Ghava
"Ini, totalnya 15 ribu." lanjutnya saat memberikan kantong plastik berisi makanan dan minuman pesanan Ghava. Sedangkan yang memesannya memberikan selembar uang kertas berwarna hijau.
"Kembaliannya ambil aja." ujar Ghava berlalu pergi meninggalkan kantin yang sedang padat siswa dan siswi yang sedang menikmati makanan mereka.
🦋🦋🦋
Ghava memberikan makanan dan minuman yang ia pesan kepada Ayyara. "Ini, makan dulu baru diminum obatnya."
"Aku nggak laper." Tolaknya secara halus.
"Harus di makan! " jelas ghava.
"Maksa benget sih?" Ujar Ayyara dengan lesu tak berdaya, saat ini kepalanya terasa semakin pusing, karena ia baru ingat bahwa pagi tadi ia lupa tidak sarapan karena terburu buru takut terlambat.
"Udah cepet dimakan."
Ia mulai membuka seterofom berisi nasi goreng. Menatap nasi goreng itu dengan lapar. Lalu ia mengamati Ghava yang menggeser kursi milik teman sebangkunya agar dirinya dapat duduk di depan Ayyara.
"Nggak apa apa. Kamu cuma beli satu?" Tanya Ayyara
"Iya , aku udah kenyang tadi makan sarapan. Udah, cepet di makan nanti keburu dingin malah nggak enak loh." jawab Ghava menyangga kepalanya menggunakan tangan kanannya di atas meja.
"Beneran?" Tanya Ayyara lagi memastikan.
"Iya cantik....,, udah cepet dimakan." Ghava melihat rona merah di pipi Ayyara yang menandakan ia sedang malu.
Ayyara mulai melahap nasi goreng pemberian Ghava
"Haii para penghuni kebun binatang!!!!" sapa keyzia memasuki kelasnya dengan penuh semangat.
Ia datang dari kantin setelah menghabiskan makanan yang ia idam idamkan sedari bel masuk berbunyi. Ia berjalan mendekati sepasang manusia yang tengah duduk berhadap hadapan itu.
"Kalian ngapain?" Tanya keyzia.
"Tidur." sungut Ayyara seraya mengunyah nasi goreng yang memenuhi mulutnya.
"Yaelah santai aja kali buk, gitu aja nyolot." celoteh keyzia.
"Enak nggak?" Tanya Ghava yang hanya mendapat jawaban anggukan dari Ayyara.
"Boleh minta sesuap nggak?" Tanya Ghava lagi dengan nada cengengesan.
"Nah kan, kamu pasti belum makan. Nih kamu aja yang makan." Ayyara menyodorkan nasi goreng tersebut kepada Ghava.
"Aku itu cuma mau cicipin sesuap, aku udah makan kok tadi." ujar Ghava mengembalikan nasi goreng tersebut.
"Beneran?" Tanya Ayyara memastikan
"Iyaa cantikuu." Ghava tersenyum melihat Ayyara yang mengkhawatirkan dirinya.
"Mana sesuapnya." lanjutnya memanyunkan bibirnya.
"Ya ampun sampai lupa,,, aa." Ayyara menyuapi Ghava dengan sesuap nasi goreng yang berada di depannya.
Keyzia terbelalak melihat hal tersebut. Ia kembali meletakan kedua tangannya di pinggangnya.
"Emang boleh kayak gitu di depan gue?" Tanya keyzia berkacak pinggang.
"Emangnya kenapa?" Tanya Ayyara pada keyzia
"Ya kan gue JOMBLO bangke" protes keyzia menekan salah satu perkataannya.
"Emang boleh jomblo liatin orang sama pacarnya?" Ayyara menampilkan senyum devilnya. Sedangkan keyzia ia ingin sekali menguncir mulut temannya itu.
"Ini obatnya nanti obatnya jangan lupa diminum ya! Aku balik ke kelas dulu." ujar Ghava memberikan obat yang ia ambil di UKS kepada Ayyara.
"Iya makasih seeeng." jawabnya dan segera meminum obat yang di berikan Ghava
"Sama sama seeeng." Sahut Ghava.
"Jagain cewek gue." Pinta Ghava pada keyzia saat sampai di depan pintu.
"Siap bos" keyzia mengangkat tangannya untuk hormat kepada Ghava.
Keyzia kemudian duduk di bangkunya untuk menanyakan keadaan Ayyara. Toh ia juga diberi tugas oleh Ghava untuk menjaga cewek itu.
Tak lama setelahnya......
Krrriiiing.......
Krrrrrriiiiiiing........
Krrriiiiing.........
Bel tanda jam istirahat telah berlalu sudah berbunyi, semua siswa dan siswi yang berada di luar kelas segera masuk kedalam kelas mereka masing masing karena harus melanjutkan mata pelajaran selanjutnya.