Ayyara Zivanna arkanaya adalah seorang cewek beruntung yang mendapatkan hati seorang Deiro Alghava denathan. Hubungan mereka adalah hubungan yang orang orang impikan. Namun ada satu hal yang menjadi benalu dalam hubungan mereka. Yaitu restu orang tu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayyara telah selesai membantu mamanya mengerjakan pekerjaan rumah. Saat ini dirinya sedang mengganti baju setelah mandi.
Setelah mengenakan pakaiannya, Ayyara turun kebawah untuk melakukan sarapan bersama keluarganya.
"Rapi banget mau kemana?" Tanya Gevan
"Mau jalan sama temen" jawab Ayyara seraya duduk di kursi yang berada di sebelah Gevan.
"Temen apa temen?" Goda Gevan Menaik turunkan alisnya.
"Temen ya" Ayyara memukul bahu Gevan.
"Apa iya" Gevan masih saja terus menggoda adiknya.
"Tau ah" Ayyara mengerucutkan bibirnya. Ia mulai mengambil nasi dan lauk yang sudah ia dan mamanya buat tadi pagi.
"Bang Shaka mana kok nggak kelihatan?" Tanya Ayyara.
"Tuh" Gevan menunjuk belakang Ayyara.
Ayyara langsung menengokan kepalanya ke belakang.
"Hai dek?" Sapa Shaka melambaikan tangannya. Saat ini ia sedang berdiri tepat di belakang kursi yang di duduki Ayyara.
Ayyara memukul bahu Shaka "bikin kaget aja".
"Sudah sudah ayo kita sarapan" ujar arka menengahi mereka.
Alhasil Shaka kali ini mengalah, ia duduk di sebelah Ayyara.
"Bukannya kamu ada meeting pagi ya, kenapa baru mau berangkat?" Tanya arka.
"Iya pa, tadi malam tiba tiba sekertaris aku nelfon katanya meeting nya di undur jadi nanti siang" jelas Shaka.
"Ooooh yaudah kalau gitu" arka hanya mengangguk anggukan kepalanya.
Mereka semua saat ini sedang sarapan bersama. Kanaya menatap ketiga anaknya "Gevan nanti mau kemana?" Tanya Kanaya.
"ikut papa, buat lihat perusahaan baru papa yang masih dalam proses pembangunan" jawab Gevan sambil mengunyah makanan yang masih berada di dalam mulutnya.
"Ayyara?" Panggil Kanaya.
"Ayya mau jalan sama temen" Ayyara menelan sisa makanan yang tertinggal di dalam mulutnya.
"Kemana?" Tanya Kanaya.
"Ke kebun bunga yang baru buka sebulan yang lalu itu Lo ma" Ayyara meneruskan makannya.
"Wah bagus itu searah, mama numpang ya ke rumah Bu RT" Kanaya mengembangkan senyumnya.
"Tapi kali ini pakai mobil temen Ayya ma" jelas Ayyara, ia khawatir jika mamanya tetap ingin m numpang kepada dirinya dan Ghava yang ia sebut sebagai teman.
"Enggak apa apa nanti biar mama yang bicara sama teman kamu" bantah Kanaya.
"Tapi-"
"Nggak baik bantah permintaan orang tua" ujar Gevan memotong ucapan adiknya.