-✭
"Benar kata ayah, jika mengingat tentang cinta monyet ku dulu... Sangat memalukan"
Duduk bersandar disofa, bermalas-malasan sambil menonton televisi. Bosan, gadis itu sendirian di rumah. Berguling-guling diatas sofa empuknya hingga ia mengeluh.
"Kapan ya ayah sama ibu pulang..?".
Serena mengambil remote, mematikan televisi tersebut dan memilih untuk tidur saja. Beberapa menit kemudian matanya terpejam.
...
Gadis itu terbangun, ia melihat ke sekeliling ruangan.
"Loh? Kok aku ada di kamar? Pasti ayah". Gadis itu turun dari ranjangnya, berlari menuruni tangga hingga ia sampai sampai di meja makan.
"Ada apa Serena? Kenapa lari-lari?". Tanya ayah dengan lembut, tangannya dengan lihai memotong daun bawang diatas talenan.
"Ayah, sama Ibu pergi ke mana tadi? Kenapa pas Serena pulang sekolah kalian ga dirumah? Kan Serena bosan sendirian dirumah" ucapnya, gadis itu duduk di samping ayahnya. Melihat betapa lihainya tangan ayah.
"Rahasia" jawabnya dengan main-main, ia berhasil membuat Serena cemberut.
"Pasti Ayah saya Ibu beli donat kan, terus ga mau bagi sama aku. Dikiranya aku gatau". Serena
Ayah hanya terkekeh mendengar ocehan Serena. Lalu
"Ayah punya sesuatu untuk Serena". Seketika Serena menoleh ke arah ayahnya, ia mengerutkan alisnya.
"Sesuatu..? Sesuatu apa ayah?". Melihat Serena yang penasaran ia memberikan senyum misterius pada Serena, ayah pergi meninggalkan meja makan lalu kembali membawa sebuah kotak berukuran sedang berwarna pink. Seketika mata gadis itu berbinar.
"Ini untuk Serena, coba buka...".
Dengan cepat Serena membuka kotak tersebut. Pada lapisan terakhir terdapat sebuah kotak persegi dengan nama merek di sampingnya.
"Loh? Kotak lagi? Tapi kenapa kecil?". Gumamnya, saat membuka kotak itu ada sebuah telepon genggam modern yang tentunya asing untuk Serena.
"Wah.. ayah beliin hp buat Serena? Ini beneran ayah?". Matanya berkedip-kedip memastikan dia tidak halusinasi, lalu membolak-balikkan telepon genggamnya.
"Waah keren banget ayah, ini beneran buat Serena?". Tanyanya, lagi.
Ayahnya hanya cekikikan melihat ekspresi Serena, "iya Serena, kan ayah udah janji mau beliin Serena hp kalau Serena sudah masuk sma. Tapi tetap ada batasannya, Serena ga boleh lupa belajar dan keseringan main hp. Dan ga boleh melihat hal-hal yang tidak senonoh di hp dan bla bla bla....". Ayah itu mengoceh cukup lama hingga suara ibu menghentikan ocehannya.
"Ayah mana bawangnya? Lama banget sih, emang ya ga ada laki-laki yang bisa diandalkan. Kalau aku yang motong sendiri pasti lebih cepet, katanya bisa ini lah bisa itu lah... Nyatanya, bla...bla...bla...". Ternyata ayah dan ibu sama saja.
Terlepas dari semua itu Serena merasa sangat senang, ini adalah hal yang paling ia tunggu-tunggu.
"Terimakasih ayah...ibu..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Plot Twist
RomanceSerena, yang baru saja mengalami cinta pertamanya berlanjut hingga beberapa tahun lamanya. Hanya sekedar memandang dan mengagumi, cemburu yang tak pantas. Jatuh cinta kepada seseorang yang friendly, akankah Serena bertahan? Cerita ini hanyalah imaj...
