Gimana jadinya, kalau satu cewek dijadiin rebutan sama empat orang cowok sekaligus?
*****
Zaura dihadapkan dengan empat orang pria sekaligus yang harus ia pilih salah satu. Namun, kebimbangan mulai mendatangi hatinya disaat ia ragu harus memilih sal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
M
elirik ke kanan dan kiri, memastikan situasi di sekitarnya aman, Zaura berdiri di koridor yang lengang. Sesekali, ia melirik jam tangannya dengan sedikit gelisah. Setelah beberapa saat, gadis itu memutuskan untuk duduk di pinggir koridor. Ia merogoh saku tasnya, mengeluarkan ponsel, lalu mulai mengetik beberapa pesan ke grup obrolan bersama teman-temannya.
Namun, jawaban dari mereka terasa kurang memuaskan. Dengan sedikit helaan napas, Zaura bangkit berdiri dan memutuskan menuju ruang OSIS untuk menaruh barang-barang bawaannya. Hari ini adalah hari Senin, hari pertama tahun ajaran baru.
Zaura membuka pintu ruang OSIS dengan hati-hati, lalu meletakkan tas di meja yang kosong. Saat ia tengah membereskan barang-barangnya, suara langkah seseorang terdengar mendekat. Zaura menoleh, dan mendapati seorang pemuda dengan postur tegap dan senyum ramah muncul di ambang pintu. Kenzo.
Zaura berusaha menahan keterkejutannya. Kenzo adalah sosok yang diam-diam ia kagumi sejak lama, seseorang yang terkenal cerdas dan aktif di berbagai kegiatan sekolah. Dan ternyata, tahun ini mereka menjadi panitia MPLS bersama.
“Hai, Zaura. Sudah lama sampai?” tanya Kenzo dengan nada santai sembari melangkah masuk.
“Oh, nggak juga,” jawab Zaura cepat, menyembunyikan rasa gugupnya.
Kenzo tersenyum, lalu duduk di kursi di seberangnya. “Lo udah dapat briefing dari panitia lain? Kalau belum, gue punya catatan dari pertemuan kemarin, kalau kamu mau lihat.”
Zaura mengangguk pelan, sementara pikirannya masih berusaha mencerna situasi ini. Sejak kapan keberadaannya bisa begitu dekat dengan seseorang yang selama ini hanya ia amati dari kejauhan? Hari pertama ini ternyata membawa lebih banyak kejutan dari yang ia bayangkan.
"Nanti jam 7 kumpul di aula ya Za, kita briefing bareng sama panitia lain, sambil nunggu lo ke depan aja dulu buat piket pagi." Kenzo tersenyum manis ke arahnya. Ini sangat tidak baik untuk Zaura, ia tidak bisa menahan senyumnya.
"Oke, kalau gitu gue duluan ya. Dah Ken," ucap Zaura lalu melenggang pergi meninggalkan Kenzo di dalam sana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.