Part 15🌷

9 0 0
                                        

"Pak, ini kang bengkelnya" ucap Nyimas yang datang bersama tukang bengkel beserta anak buahnya yang ditemui oleh Cinta dan Nyimas.

"Ban mobil saya bocor, tolong segera perbaiki, kalau bisa malam ini selesai" pinta Farhan kepada tukang bengkel itu.

"Akan saya usahakan Mas"

Tukang bengkel segera melakukan pekerjaannya, ia meminta anak buahnya untuk membantunya.

Kring

Dering ponsel Nyimas berbunyi, ia merogoh tas selempangnya mengambil benda pipih tersebut, lantas mendekatkan benda itu ke telinganya dan sedikit menjauh dari Cinta dan Farhan yang tengah melihat pekerjaan tukang bengkel tersebut.

"Assalamualaikum tante"

"Waalaikumsalam Nyimas, tante minta tolong bisa?

"Tolong apa tan?"

"Belikan obat penurun panas di apotek Nyik"

"Siapa yang sakit tan?"

"Itu adikmu Nyik, dari siang tadi panasnya belum turun"

"Oh iya tan, Nyimas segera kesana"

"Tante tunggu"

Sambungan terputus setelah keduanya mengucap salam. Nyimas terlihat panik saat mendengar sang adik sepupu demam. Ia pun bergegas menuju apotek untuk membelikan obat adiknya.

"Cin, ayo kita harus pergi !" ajak Nyimas kepada Cinta. Ia memakai helm dengan terburu-buru, lalu menyerahkan helm Cinta untuk segera dipakai.

Cinta kebingungan melihat Nyimas yang kelabakan.

"Kita mau kemana Nyik ?"

"Apotek, tante nyuruh aku beli obat"

Cinta tidak bertanya lebih lanjut, ia pun segera memakai helm lalu naik dibelakang Nyimas. Tetapi sebelum motor berjalan, Cinta lebih dulu menghentikan Nyimas sebab ia teringat memiliki janji malam ini untuk menemui Ummi pemilik panti asuhan di samping kosannya.

"Eeh bentar Nyik" Nyimas menaikkan alisnya.

"Kita ada janji malam ini sama Ummi, gimana ini?" ujar Cinta

"Oh iya, aku juga lupa. Aduh gimana ya" Cinta dan Nyimas turut berpikir.

Farhan sedari tadi tak lepas memperhatikan kedua mahasiswanya itu. Apalagi saat mereka tiba-tiba ingin pergi tanpa berpamitan padanya. Bukannya Farhan ingin terlalu dihormati, hanya saja ia sedikit paham karakter kedua mahasiswanya itu. Apalagi sosok mahasiswa yang dibelakang Nyimas.

"Ada apa?" tanya Farhan yang sejak tadi terganggu oleh tingkah keduanya

"Eh Pak Farhan, Astaghfirullah kami lupa pamitan sama bapak. Maaf pak" ucap Nyimas

Farhan hanya mengangguk. "Kalau mau pulang silahkan dan terima kasih atas bantuannya" ucap Farhan sembari tersenyum tipis kepada Cinta dan Nyimas.

Keduanya melongo melihat senyuman yang terbit diwajah dosennya, jarang sekali mereka melihat Farhan tersenyum. Sebuah keajaiban yang langka.

"Kami mau pulang pak, tapi saya pulang ke rumah tante saya, karena adik sepupu saya sakit. Tapi masalahnya kita punya janji dengan Ummi panti asuhan di samping kosan kami. Kami tidak enak jika harus membatalkan janji itu, tetapi saya juga tidak mungkin mengabaikan adik sepupu saya pak" jelas Nyimas panjang lebar

"Kenapa tidak Cinta saja yang datang ke panti asuhan, lalu kamu ke rumah tante mu" saran Farhan

"Lalu saya bagaimana ?" timbal Cinta sambil menunjuk dirinya sendiri

Swapped PartnersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang