Hellooo
gimana kabarnya??? baik?
enjoy~~
***
Celo turun dari mobil mahal kesayangannya. melepas kacamata hitam yang mengihiasi wajah putihnya dan meletakkan di dalam dashboard kursi sebelahnya. ia keluar dan mengambil tas yang berada di bangku belakang.
eh, mobil siapa ni? batin Celo. ia melangkahkan kakinya dan melempar kunci mobil kepada satpam, menyuruh satpam memarkirkan mobilnya kedalam garasi dengan rapih.
"Oh my god, Humm anak mami pulang, welcome home baby" sapa Mami Celo sambil membuka tangannya, siap menerima pelukan.
Tidak, Celo tidak tertarik untuk memeluk maminya. Celo hanya melihat maminya dengan datar dan berjalan tanpa peduli. ah, jangan lupa menepuk pundak maminya pelan.
"Celo gak kangen mami, sayang?"
"kok cepet di LA nya?"
"ih, kamu harusnya bersyukur dong mami pulang lebih cepet. oh iya, papimu juga pulang"
"ya ya ya, ga peduli"
Celo memberikan tasnya pada personal assisten nya atau bodyguad khusus mengatur keperluan dan jadwal Celo, membalas jawaban mami tanpa menoleh ke arah maminya. Celo menekan angka 2 pada lift dirumahnya. Celo menghela nafas panjang, membuat bodyguard dibelakang menatap Celo.
"tuan muda gapapa?"
"tanpa gw bilang juga pasti lu tau" jawab Celo singkat.
ting
pintu lift terbuka, tanpa basa basi Celo langsung keluar dan berjalan ke dapur kecil miliknya dilantai dua, mengambil botol minuman bersoda dan menuangkannya pada gelas kecil dan langsung menenggaknya. Celo masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamarnya, seperti biasa.
***
"Shaka! papi dengar kamu masuk kedalam kelas rendah ya? papi gak nyangka kamu sebodoh itu untuk keluarga Adisatya" ucap Papi Celo sambil menarik kursi pada meja makan, dan mendudukinya.
Celo pura pura tidak dengar, mengambil lauk dan meletakkannya pada piring yang telah disiapkan pelayan.
"what?! it's real? Celo jawab ucapan papi!"
Celo hanya mengangguk pelan. "udah si, tenang aja seminggu lagi ujian penempatan ini"
"pokoknya kamu harus ganti kelas Shaka! papi tau pasti kelasmu isinya tidak ada yang benar. atau perlu papi bayar sekolahmu agar kamu pindah kelas?" Ucap Papi dengan tegas.
Celo ga mendengar langsung menggeleng dengan cepat. apa apaan ini?! tidak. "apaan sih. emang aku se-bodoh itu?!"
lagi lagi kedua orang tuanya membuat mood makannya menghilang. Celo mengembalikan sendok yang dipegangnya dan pergi ke kamarnya. sial, selalu begini batin Celo.
"belajar kamu Celo, papi sudah me-nonaktifkan semua playstation kamu" teriak Papi.
Celo duduk di meja belajarnya, selalu saja seperti ini. dituntut untuk sempurna. ia membuka salah satu buku yang berada diantara tumpukan buku disebelahnya. membaca perlahan dan memahaminya. dengan tuntutan kesempurnaan dari orang tuanya membuat Celo terbiasa untuk terus belajar.
jam sudah menunjukkan pukul 2 malam. Celo memukul tengkuknya keras, menghalau rasa kantuk menyerang. ia tau, saat ini pasti ia sedang diawasi oleh papi dan maminya. walau sudah jam 2 pagi, tidak membuat papi dan maminya melepaskan pengawasan dari Celo.
"huft, ayo dong jangan ngantuk"
puk
puk
puk
Celo pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. dan meminum kopi yang baru saja dibuatnya 15 menit yang lalu. ya, gelas kopi yang ketiga.
Celo terus membuka buku bukunya, diluar pelajaran ataupun mata pelajarannya. dari sekian banyaknya tumpukan buku ia sudah menyelesaikan 5 buku full tanpa tersisa. jam semakin bergerak, sekarang sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi, Celo memutuskan untuk tidur dan bangun di jam setengah 6 pagi nanti.
"SHAKA!!! bangun sudah jam setengah enam, siang sekali kamu bangunnya. pemalas" teriak mami membangunkannya.
Celo membuka matanya dengan berat. sial, kepalanya sangat pusing sekarang. Celo memukul pelan kepalanya dan memaksa tubuhnya untuk bangun menuju kamar mandi.
30 menit berlalu, ia pergi ke ruang makan, sudah ada mami dan papinya menunggunya disana. dengan maminya yang sedang mengoles selai coklat pada selembar roti.
"pemalas sekali kamu bangun Shaka. jangan jangan setiap hari kamu selalu seperti ini. Pantas saja kamu mendapat kelas rendah. kamu bodoh." ucap papi dengan sarkas.
Celo sudah biasa mendengar kata kata bodoh dari papinya.
"Celo kamu dengar papimu bicara gak sih?!"
"dengeeerr"
"papi sama mami gak akan ke luar negri kalo kamu belum ujian penempatan" ucap Papi mutlak.
"ga-" "tidak ada penolakan, Shaka."
***
Pagi ini Marka akan mengantar kedua adiknya terlebih dahulu. setelah mengantar Milo ia kembali kerumah dan mengantar Mika.
"nah, sudah sampai. Mika belajar yang baik ya? biar ada pengurangan harga bayaran juga ya? terima kasih adik cantik abang" ucap Marka sambil mengelus rambut panjang Mika.
"huft, itu mulu. dah kan? sekarang Mika mau minta uang."
"loh? kan kemarin abang udah kasih uang ke Mika, abang bilang apa? untuk 3 hari kedepan Mika"
"iih, mana cukup 70 ribu 3 hari?! kurang tau bang! untuk sehari aja kurang! liat temen temen aku uang jajan aja sehari seratus! pokoknya Mika ga mau tau. Aku. Minta. Uang. Jajan." jawab Mika menuntut.
Marka merogoh kantong seragam miliknya. baiklah, ia akan merelakan jatah jajan miliknya untuk seminggu kedepan buat adiknya. Marka menyerahkan selembar uang lima puluh ribu, dan Mika menerima dengan kasar.
"makanya abang kerja yang bener dong! biar kita cepet kaya! biar Mika gak perlu malu ke temen temen Mika" ucap Mika tanpa berterima kasih dan meninggalkan Marka begitu saja, tidak berpamitan.
kalau boleh jujur. Hati Marka sakit mendengar ucapan adiknya, dengan segera ia menghilangkan perasaan tersebut dan langsung menjalankan motor bututnya. gapapa Marka, gaboleh lebay bener kata Mika, lu harus kerja lebih keras biar adik adik lu gak malu sama teman temannya batin Marka dengan tersenyum kecil.
Marka menjalankan motornya sambil bernyanyi kecil, hitung hitung menghilangkan rasa sakit hatinya. dengan tiba tiba, motornya mati begitu saja.
"loh? kok mati? perasaan udah isi bensin deh kemaren, yaah... minta di service deh. gw dorong deh, numpang masuk masih 25 menit lagi"
Marka menuntun motor bututnya yang mati ditengah jalan. untung saja, motornya mati saat ia sedang sendiri. jika saat bersama Mika tadi, pasti Mika akan malu dengan teman temannya.
"WOI, MARKA!!"
Marka menoleh, melihat siapa yang memanggilnya.
"Eh, Celo"
"motor lu kenapa? brng gw aja sini. nanti gw telfon PA gw biar dijemput motor lu" ucap Celo sambil mendial nomor PA nya.
"Eh? gausah gausah, ngerepotin PA lu. gw bisa kok nonton motor gw sampe sekolah. aman kok Cel" tolak Marka dengan sopan.
"Ck! ngeyel banget si lu. bel 20 menit lagi, sekolah masih jauh. lu mau telat? pelajaran pertama pelajaran Pak Jo. lu mau di alfain? udah gece" paksa Celo.
akhirnya Marka menaiki mobil mewah Celo, dan meninggalkan motor bututnya yang akan di bawa personal assisten Celo. Marka terus berterima kasih pada Celo dan tukang supir yang mau membantunya.
***
TBC...
maaf ya ges udh 2 mingguan gak up, soalnya lagi sibuk mempersiapkan tds 3 👐👐 terima kasih yang sudah mau nunggu
KAMU SEDANG MEMBACA
YATRAGATA (ON GOING)
FanfictionYATRAGATA, diambil dari bahasa sansekerta yaitu "yatra" dan "anagata" dengan arti perjalanan masa depan. Cerita ini menceritakan tentang 7 anak remaja dalam menjalani kehidupan mereka, bertemu satu sama lain dan menjadikannya tempat pulang. 7 dream...
