15. Anak Baru

358 27 0
                                        

haiii~
kita ketemu lagiii... how was ur day guiss???
sebenernya kemarin aku mau double up gais tpi tiba tiba ide nya ilang 😭😭😭 im so sorryyy~~~

enjoy for ur reading~

***

"Bagus Shaka. Kenapa tidak dari kemarin kamu masuk kelas unggulan itu?" Tanya Papi Celo sebagai sambutan dari pulangnya Celo. Celo tidak membalas. Ia melirik Papinya sebentar dan kemudian berjalan, tidak memperdulikan sang Papi.

Mood Papi sepertinya sedang baik. Ia tidak mempermasalahkan perilaku Celo barusan seperti biasa. Tapi tetap saja, perilaku anak semata wayangnya itu membuat senyumnya barusan luntur. "Shaka!"

"apalagi. Udahkan? Celo udah turutin mau nya papi sama mami yang maksa Celo untuk masuk kelas unggulan. Sekarang mau maksa Celo apalagi?!"

Papi terkekeh kasar. Anaknya ini, selalu tau apa yang dia inginkan.

"kamu ini. Pintar sekali. Selalu tau apa yang papi inginkan. Tapi untuk sekarang tidak dulu. ah iya, Papi akan pergi ke Aussie untuk kerja. Papi harap kamu tidak banyak ulah Shaka."

"hhh, pergilah. Aku pun tidak perduli." Jawab Celo yang kemudian berbalik badan dan melanjutkan menaiki tangga. Belum juga berjalan satu langkah, Celo kembali membalikkan badannya ke arah Papi. "ah, satu lagi. Aku juga berharap Papi tidak akan kembali lagi." sambung Celo dengan smirk nya itu. yang tentunya, membuat papi nya geram.

***

Pagi ini kelas 11-4 tidak lagi tampak sama seperti biasanya. Kelasnya tampak menyepi, beberapa dari mereka sudah pindah ke kelas yang baru. Sedikit rasa sedih hinggap di perasaan mereka, tapi yasudahlah.

"yah, kelasnya sepi deh." ucap Nana sambil membentuk senyumnya ke bawah.

"Marka orng waras di kelas ini sudah hilang." jawab Jeno dengan sedikit helaan nafas.

Mereka berdua meletakkan tasnya pada kursi masing masing. 5 menit lagi bel akan berbunyi dan menandakan jam pelajaran akan segera dimulai. Anak kelas pun sudah hampir datang semua.

KRINGGGG

Bel sudah berbunyi, tidak menunggu waktu lama pak Deon memasuki kelas. oh iya, rutinitas pagi kelas ini sebelum masuk jam pelajaran, setiap hari selalu diadakannya temu wali kelas atau pendekatan dengan wali kelas selama 30 menit sebelum benar benar masuk ke jam pelajaran, jadi jangan heran kalau akan sering bertemu dengan bapak guru muda satu ini. "Hallo anak anak, gimana kabarnya? baik? aduh jadi makin sepi ya." sapa pak Deon dengan ceria.

Beberapa anak tampak tidak tertarik untuk menyaut sapaan pak Deon. "kita gak semangat pak. Kelas ini semakin gk ada yang waras pak, soalnya yang waras udh pindah" jawab Jeno yang paling realistis.

"haha, iya bapak ngerti kok. oh iya, kita kedatangan murid baru loh! kepo ga kepo ga?"

Ke 6 anak saling melirik satu sama lain dengan raut wajah bingung khas mereka masing masing. "haduh si bapak, ie teh sakit hati masih basah ditinggal temen kelas, tapi teh udah ada anak baru wae, maneh gelo." Celetuk Haidan dengan penuh drama, tidak lupa sambil memegang bagian dada yang seakan akan benar benar sakit hati.

Pak Deon mengerlingkan matanya malas. "Cih, banyak drama skali kamu haidan, alay. Dah ah, sini anak baru silahkan masuk."

"Hallo semuanya"

Semua anak didalam kelas tersebut terkejut dan tersenyum lebar. Mereka tidak menyangka hal ini, "MARKAAAA"

Marka tersenyum.

Teriakan heboh dari mereka membuat euphoria sendiri dalam hati Marka, keputusannya untuk bertukar sangat tidak salah. Ia tersenyum lebar sambil melangkahkan kakinya mantap untuk masuk kedalam kelas dan duduk ditempat dimana ia selalu tempati.

"gimana? senengkannn??? gak nyeselkaannn??? makanyaa dengerin bapak dulu, GAK usah drama dulu" ucap Pak Deon dengan menekan Kata nggak.
"Oh iya anak anak, bapak tinggal dulu ya, soalnya tiba tiba bapak dicari sama guru bk, kalian ngobrol dulu aja sampe guru jam pelajaran pertama masuk, tapi inget. Jangan ada yang keluar keluaran ya." Sambung Pak Deon berpamitan yang dijawab dengan anggukan dari seluruh anak anak.

Haidan dan yang lain hanya bisa menyengir kuda. Mereka sudah mendekati Marka yang saat ini sudah menunjukkan wajah yang berlagak dan sedikit songong, mungkin?

"lu kenapa gak jadi pindah Mark?" Tanya Renjana. "karena gw tau kalian ga bisa jauh jauh dari gw" jawab Marka dengan wajah seratus persen tengil. Haidan dan Nana membuat reaksi seakan akan muntah mendengar ucapan Marka yang pede abiz. "najis Mark, bubar bubar"

Marka tertawa melihat reaksi mereka, "bercanda, tapi beneran deh kalo gw pindah kalian gimana? lagi pula gw bertukar kok, makanya gw telat tadi, soalnya gw ke ruang kepala sekolah dulu untuk tuker nama, gw sama Suno. Makanya anaknya ga keliatan, udah join sama circle nya dia sekarang."

"gapapa Mark, bagus. Dia sama tiga serangkainya dia, dan lu sama circle lu yang paling keren, kece, cool, ini apalagi yang namanya Haidan sama Jeno itu"

Nana yang mendengar nama kembarannya disebut tentu saja matanya berbinar senang. "kalo Jeno keren, berarti Nana juga keren dong!" Sangat Excited. "buat lu, nggak." jawaban dari Ren tentu membuat Nana marah. Enak saja! Mereka itu kembar! kalo Jeno keren, Nana juga Keren. Tidak boleh di ganggu gugat, huh.

***

Disisi lain.

Celo duduk dikursi pojok kanan paling belakang, bersandar pada tembok dan memainkan pulpennya. Disini ramai, tapi... terasa sepi.

"Eh Celo. Lo kan anak baru jdi uang kas nya 2 kali lipat yah" ucap seorang perempuan yang sama sekali tidak Celo kenal. Tapi sepertinya perempuan ini bendahara.

Celo menatap perempuan tersebut malas. Hatinya sudah bergejolak ingin marah. Tapi lagi lagi setiap perasaannya marah dan ingin di lontarkan, ia selalu mengingat pesan teman temannya yang selalu berusaha membantunya agar lebih sabar. huft, jadi rindu mereka.

Celo mengeluarkan uang sebesar 50 ribu dari saku seragam sekolahnya, memberikannya kepada Bendahara berisik yang satu ini. Si bendahara tersenyum lebar menerima uang yang diberikan Celo. dan kemudian melenggang pergi menjauh.

"anjir dapet gocap cok."

"lumayan nih, kantin yuk."

"Eh tapikan itu uang dia untuk bayar kas."

"halah, biarin aja. Dia orang kaya. kita bohongin dikit juga dia gak sadar."

"tapi-"

"Yaudah kalo lu gak mau, gausah. Kita kita aja."

"ih, jangan gitu... aku mau juga"

"Yaudah, makanya jangan bacot."

Sayup sayup terdengar percakapan dari beberapa perempuan di sudut sana yang sialnya, tidak terdengar oleh Celo yang perlahan mulai menutup matanya, tidur.

***














Hallo~~
segini dulu yaa, btw itu ada sedikit campuran bahasa Sunda, kalo ada salah tandain ajaa, aku bukan orang sudan soalnya. hehe.

maaf ya guys, untuk typo juga boleh banget kok dibenerin. kamsahamida~

YATRAGATA (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang