12. Ujian Penempatan

322 30 0
                                        

hai guys~
makasi buat yg masih nungguin ya😉
aku memutuskan untuk update lagii...
enjooyy~

jangan lupa vote nya 😉

***

Ujian penempatan akan dilaksanakan besok. Beberapa dari mereka semakin gencar belajar untuk mendapatkan hasil terbaik, seperti Celo misalnya. Seperti pada malam biasanya, Celo kembali menghabiskan waktu malamnya untuk belajar dengan cctv yang terus mengawasinya 24 jam.

Lembar demi lembar sudah berbalik, tiap tumpukan buku sudah habis dibacanya. kertas dengan bermacam macam coretan pun sudah berterbangan kemana mana. Kamarnya ini sudah penuh dengan banyak kertas. Celo melirik ke arah jam yang berada di atas meja belajarnya. huft, sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Tanpa berkata apa pun Celo sudah beranjak dari duduknya dan bersiap untuk tidur.

Pagi telah tiba, Celo mengambil tas sekolahnya dan berjalan ke luar kamar. Melirik mami nya yang sedang bersantai diruang tengah dengan camilan yang sedang dikunyahnya. Celo melangkahkan kaki tanpa memperdulikan maminya. "stop Celo"

pura pura tidak dengar, Celo terus melangkahkan kakinya tanpa menggubris ucapan maminya. "mami said stop Celo" Celo mengehela nafasnya kasar. berbalik dan menatap mami nya datar.

pluk

Mami menutup majalah yang dibacanya, menurunkan kakinya dan berjalan ke arah Celo. Mami merapihkan kerah dan dasi yang sangat berantakan, menurut Mami. Mami merapihkan dengan senyuman manisnya.

"kamu hari ini ujian penempatankan? you said you're not stupid. so, kalo gagal siap siap ya sayang. okay, sudah rapih silahkan pergi and goodluck baby"

Celo meneguk ludahnya kasar. Ia hanya mampu mengangguk cepat sebagai jawaban. Ia mengambil kunci mobil miliknya yang berada di salah satu gantungan di ruang tengah. dan langsung pergi dari rumah.

***

"ayo anak anak, waktu pengerjaannya selama 90 menit. Kerjakan dengan baik dan jangan menyontek atau bekerja sama. Hasilnya nnti ditentukan dengan urutan nilai terbaik 5 orng pertama mereka yang berhasil untuk pindah kelas"

13 Siswa dari kelas 11-4 mulai menegang, membuka soal ujian yang baru dibagikan. Membaca soal satu persatu dan menjawabnya pada lembar kertas jawaban.

Hening.

Tidak ada yang berbicara satu pun. Beberapa terlihat sangat fokus pada soal hitungan, beberapa hanya mencorat coret asal, seperti Nana misalnya.

"psstt"

"psstt"

"Markaa, pssttt, Markaaa"

Marka menoleh ke arah samping kanan kiri, mencari orang yang berbisik. Dilihatnya Ren yang melihat kearahnya, Marka menaikkan alis sebelah kanannya, kenapa? Ren tidak menjawab, tapi memberikan isyarat pada Marka dengan menunjuk orang yang berada dibelakang Marka dengan dagunya. Marka menenggok kearah yang ditunjuk Ren.

Marka menepuk jidatnya dan  Menghembuskan nafasnya lelah. Marka menoel orang yang berada di belakangnya. ya, betul. Marka membangunkan orang yang tertidur saat ujian. Haidan pelakunya, dengan wajah yang telungkup pada lipatan tangan diatas meja. bisa bisanya sekali anak ini tidur saat ujian?

"hei, Idaannn banguunn, nnti diliat sama pak Deon loh"

"eeunghh"

bukannya bangun, Haidan malah mengubah posisi tangan dan semakin terlelap dalam tidurnya. Marka melirik lembar jawaban Haidan, sedikit terkejut karena sudah full terisi. baiklah, Marka tidak lagi membangunkan Haidan, biar pak Deon saja jika melihat.

***

Bel istirahat telah tiba. semua siswa kelas 11-4 sudah berdiri dari kursinya masing masing, untuk mengumpulkan jawaban ujian. Tidak lupa Marka mengambil lembar milik Haidan dan mengumpulkannya.

"WOOOYYY, KEBAKARAAANNN"

Haidan tersentak, tubuhnya sedikit melompat karena terkejut. sial, dia dibohongi. "anjing lu Na, gw kangen anjir"

"haha, lagian sih lu, ujian malah tidur. yok kantin, udah pada kesana"

Haidan mengusap wajahnya kasar, dan berjalan mengikuti Nana. Sesampainya di kantin, makanan untuk mereka berdua sudah dipesankan oleh Jinan, Mereka hanya tinggal duduk dan menikmati makanan.

"hai guys, boleh gabung?"

mereka menoleh kearah suara. Tiga teman perempuan kelasnya. huh, ada apa ini? tumben mereka ingin bergabung. "boleh dong, sini duduk"

Hana, Karin, dan Nata meletakkan makanan mereka terlebih dahulu sebelum duduk. Sejujurnya, mereka bertiga sangat menarik atensi 7 sekawan ini.

"tumben, kenapa?"

Hana tertawa kecil, "ngga papa, gw cuma mau pamitan aja sih sama kalian, sebelumnya gw udah sama Jaka, Suno dan Niki"

Mereka mengerutkan dahi, pamitan? memangnya mau kemana?

"iya, gw mau pamitan. gw harus pindah sekolah soalnya, nenek gw sakit gak ada yg ngurus, jadinya orang tua gw deh yang harus kesana" jelas Hana yang diangguki oleh 7 sekawan itu.

"kalo lu mau pindah, kenapa ikut ujian penempatan?"

"kalo itu semisal gw lolos nanti boleh diambil kok kursi jatah gw, gw udah bilang ke kepala sekolah dan pak Deon juga"

Nata dan Karin menatap reaksi mereka yang biasa biasa saja. tidak masalah juga sebenarnya. toh, mereka juga tidak terlalu dekat. Hana berpamitan pun juga hanya sebagai formalitas dan memberi kabar saja. "Oh iya, kalian makan aja, bills on me"

"NAAAHHH GINI KAN ENAK"

"alhamdulillah gusti, ini mah rejeki nomplok ceunah"

"iya oyyy, lumayan uang jajan aman"

"sering sering Han"

"gak tau malu" julid Ren pada keempat temannya yang memalukan, seperti tidak pernah makan. Bahkan, Jeno yang menurutnya waras pun untuk kali ini ikutan tidak waras. huft, baiklah predikat waras itu akan dilepas.

Beberapa dari mereka menambah pesanan, makan dengan lahap diiringi dengan candaan juga tawa dari satu sama lain. Bahkan tidak jarang, mereka asal mengambil makanan milik temannya, seperti sekarang Jeno sudah mencomot potongan siomay dari piring Celo, dan lebih parahnya lagi Haidan sudah menuang hampir setengah kuah soto milik Jinan ke piring nasi miliknya. kurang ajar memang.

"haduh, ternyata berteman sama kalian gak begitu buruk ya, walau kadang ngajak ribut banget" celetuk Karin tiba tiba yang disetujui oleh 2 temannya.

"sama kita mah, chill aja bro, ye ga ye ga" jawab Haidan yang disambut tawa oleh lainnya.

Celo tersenyum melihat interaksi teman teman dekatnya hampir satu semester ini. dibenaknya sempat terpikir, bagaimana jika ia berhasil pindah kelas nanti? apakah ia akan mendapat teman seru dan baik seperti temannya ini? huft, sial. jika saja kedua orang tuanya tidak memaksanya untuk pindah kelas, maka dia tidak akan pindah kelas.

Celo menyentuh sudut matanya yang sedikit berair, dan memilih untuk ikut tertawa dengan lainnya yang menertawakan Haidan yang terus menggoda Ren hingga marah. oh, satu lagi tidak lupa menggoda Jinan yang terkadang malu malu kucing, haha.

what's wrong with you, Celo?

***



hai guys, ternyata off 7 bulan bikin aku lupa sama alurnya 😭😭😭 tpi aku usahain mungkin akan bikin alur baru atau gimana, pokoknya i will do my best. oh iya, ini juga kayaknya gk bakal ada konflik yang berat atau gimana, karena aku sendiri gak suka yang berat berat, jadiii tenang aja ya ges yak...

c u next chapter 👋👋👋

YATRAGATA (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang