Ujian

5 1 0
                                    

Anak kelas 9 sedang ujian. Membuat mereka libur. Agar tidak mengganggu. Saki sedang belajar saat Kaisar menghubungi dirinya. Kemudian memasukkan buku bukunya kedalam tas dan turun.

Ternyata benar Kaisar ada dibawah.

"Mau belajar dimana ?"

"Bukit, bawa jaket kamu dulu sayang"

Mereka sampai di bukit jam 9. Beristirahat sejenak sebelum akhirnya membahas soal ulangan kemarin. Saki mengajarkan beberapa soal yang Kaisar tidak mengerti.
Sedangkan Kaisar mengajarkan Saki bahasa inggris. Karena bahasa inggris Saki yang masih kaku. Mereka belajar sampai siang.

Kemudian istirahat, Kaisar mengeluarkan bekal makanan yang dia bawa. Memakan makanan itu sambil bercerita. Kaisar bilang mungkin dia akan aktif balapan.

Saki belum pernah liat secara langsung Kaisar balapan. Dia hanya liat Kaisar latihan. Entah sama atau berbeda.

"Aku gak masalah kalau kamu mau nonton. Nanti biar Langit yang jemput"

"Kenapa bukan kamu ?"

"Sebelum balapan, kita harus cek kondisi motor, bahas banyak hal sama tim. Jadi mungkin engga akan sempat. Pulangnya baru sama aku"

"Sayang~"

"Hem"

Saki mendekatkan hidungnya kearah bibir Kaisar. Membuat Kaisar membeku untuk sesaat.

"Kamu bau rokok, sejak kapan ?"

Kaisar menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Baru aja"

"Kenapa ?"

"Coba coba doang"

"Aku juga mau coba. Boleh ?"

🦋

Saki sedang bermain basket bersama Langit dan Danu. Sekolah sudah sepi. Selain ini hari bebas, sebentar lagi juga malam. Kaisar dipanggil ke ruang BK karena ketahuan tauran. Padahal dulu Kaisar tidak pernah ikut tauran.

Danu bilang, Kaisar ditunjuk Darian dan alumni. Untuk menjadi pemimpin baru. Saki tidak senang awalnya. Tapi Kaisar berjanji dia akan baik baik saja. Jadi Saki tidak bisa lagi membujuk pacarnya.

Saat mereka sedang pokus bermain basket. Tiba tiba terdengar suara orang jatuh. Yang membuat mereka terkejut bukan main.

Tak jauh dari mereka ada Rena yang jatuh terduduk. Yang menjadi masalah adalah darah yang membanjiri cewek itu.

Membuat mereka bertiga panik bukan main.

"Rena kamu bocor" seru Saki heboh.

Kemudian mengeluarkan pembalut dari tas nya. Mereka berdua, Langit dan Danu akan membawa Rena ke toilet. Tapi baru saja Rena berdiri. Sesuatu muncul diantara kedua kaki Rena. Membuat mereka bertiga mematung.

Sampai akhirnya Rena diambil alih oleh pak Gahar dan Bu Retno. Meninggalkan mereka yang terpaku.

Tadi itu bayi kan. Yang darah darah itu bayi.

Setelah kejadian itu mereka serempak jatuh sakit karena terlalu syok. Di grup sekolah sudah ramai tentang Rena yang keguguran. Membuat mereka bertiga yang menjadi saksi semakin meriang. Karena dihantui dengan bayangan bayi penuh darah.

Saki sampai tidak bisa menelan apapun. Karena terbayang bayang bagaimana bentuk bayi nya. Beruntungnya Kaisar datang membawa martabak kesukaannya. Membuat selera makan Saki pulih secara bertahap.

Jika biasanya Kaisar yang menghubungi dirinya. Maka kali ini Saki lah yang melakukan itu. Hampir setiap malam Kaisar akan menemani dirinya.

Gara gara kejadian hari itu, Saki batal jadi panitia. Dia juga tidak datang ke acara wisuda.

Karena itu malam ini Saki memaksakan diri pergi ke after party. Yang di adakan disalah satu hotel. Meskipun bukan acara resmi. Tapi acaranya ramai. Saki datang bersama Kaisar tentu saja.

Dan malam ini untuk pertama kalinya Saki melihat Kaisar menggunakan jas. Yang membuat dia kelihatan ganteng parah. Sedangkan Saki menggunakan gaun yang menunjukkan bahunya.

🦋

Setiap kali Saki ingin minum atau makan sesuatu. Kaisar akan mencoba makan dan minuman itu terlebih dahulu. Entah apa alasannya. Tidak mungkin kan seseorang ingin meracuni dirinya.

Dan saat musik dimainkan. Kaisar menariknya ketengah. Mereka berdansa mengikuti irama musik.

Saki memegang pundak dan lengan Kaisar. Melangkah mengikuti irama. Tersenyum dan tertawa.

"Cantik"

"Kamu udah bilang itu dari tadi"

"Kalau bisa pengen bilang setiap detik"

"Sayang~"

Kaisar tersenyum lembut. Kemudian mencium keningnya. Kaisar memeluk pinggang Saki dan menariknya mendekat.

Membuat tubuh mereka hanya menyisakan sedikit jarak. Sampai mereka bisa saling mendengar debaran jantung masing masing.

Saki menatap Kaisar yang ternyata juga menatap kearahnya. Kaisar menyingkirkan helaian rambut yang jatuh ke wajah Saki. Lalu mengecup lembut bibirnya. Membuat Saki tersipu malu.

"Cantik banget"

"Kamu~"

Kaisar tertawa saat mendengar nada merengek Saki.

Kemudian musik berubah dari yang slow menjadi remix membuat suasana menjadi pecah.

Kaisar semakin menarik tubuh mereka. Tidak ada lagi jarak. Membuat mereka saling merasakan panas tubuh masing masing.

"Sayang~" bisik Kaisar pelan.

Membuat tubuh Saki menggigil entah karena apa.

Dan saat bibir mereka nyaris bersentuhan tiba tiba Kaisar mundur dan menariknya keluar
.
"Ehh, mau kemana ?"

"Pulang, Cinderella gak boleh lewat jam 12"

Saki cemberut tapi akhirnya mengikuti Kaisar. Mereka sampai rumah jam 10 seperti yang dijanjikan kepada bunda.
Baru saja Saki masuk kedalam rumah. Dia melihat rumah sudah berantakan.

🦋

P.s

"Kaisar pengen cium Saki. Tapi dia enggak sengaja liat anak anak cowok ngeliat kearah Saki. Makanya gak jadi cium. Lebih baik mengamankan ayang. Kaisar itu paling gak suka berbagi. Apalagi ayang nya lagi kelewat cantik"

🦋

"Kalian punya pengalaman kayak yang dialami Saki, Danu sama Langit gak ?. Liat teman sendiri keguguran"

🦋

Pandora EffectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang