Disarankan, memutar lagu
[Sampai jadi debu]
-------
Tepat ulangtahun pernikahan yang ke - 30. Hari ini banyak bunga yang datang kerumah, bahkan mantan kekasihmu yang dulu selalu kamu ceritakan kini datang, dia datang dengan wanita bernama Kuina tersebut
Zoro datang melihatmu sayang, Zoro membawa mawar merah untukmu, pria itu berdoa didepan potretmu cukup lama, dia menundukkan kepalanya, sebagai suami kamu aku sedikit cemburu, kira-kira apa kamu bahagia karena Zoro datang?
Aku bahkan tak bisa bertanya padamu sekarang, laki-laki itu sekarang memiliki keriput sama seperti kita. Nami sahabatmu juga hadir wanita itu menangis cukup banyak, ketika dia masih terisak Nami mencoba menenangkan aku dan Mudan, dia memeluk Mudan yang menangis
Jika aku boleh jujur, untuk duduk disini, didepan potretmu saja aku tidak mampu, aku bahkan merasa dunia tidak seimbang hari ini, tapi tangisan Mudan mengingatkanku, bahwa gadis itu masih butuh ayahnya, Mudan yang dewasa tetap membutuhkan ayah dihidupnya
Karena itu, aku akan bertahan disini seperti katamu, jadi kamu bisa meninggalkan Mudan dengan tenang, karena aku akan menjaganya.
----
Langkah kakiku memasuki rumah yang sudah kita tinggali selama 30 tahun pernikahan kami, ketika aku masuk ruangan itu terasa dingin dan sunyi sekarang, tidak lagi ada yang menyambut ku, tidak ada lagi yang akan berlari ke arahku sembari bertanya, "Bagaimana harimu sayang?"
Kamar kita berantakan semenjak kamu sakit, semenjak kamu tidak pulang rumah kita benar-benar kacau, bunga-bunga di taman mulai layu dan mati sayang. Karena kamu tidak ada, mereka tidak punya pemilik lagi
Dapur kita bersih, karena kamu tidak lagi ceroboh dan mencoba membuat kue disini, kamu tidak akan lagi menceloteh kan betapa kecewanya kamu ketika kue yang kamu buat keras seperti batu
Ruang tamu kita, aku tidak akan lagi melihat kamu berdiri didepan bingkai-bingkai foto kita dan melihat foto itu satu persatu, aku tidak akan lagi menambah bingkai ini. Ketika menyadari bahwa bingkai yang kita pasang beberapa minggu lalu adalah bingkai terakhir kita, aku menangis
Aku bukan pria yang banyak bicara, tapi melihat bahwa bingkai ini akan berhenti bertambah aku sakit membayangkannya, mau berapakalipun aku berpikir rumah ini tidak terasa hangat lagi seperti saat kamu disini
Tapi, dunia akan terus berjalan meskipun aku kehilangan duniaku. Aku akan merawat bunga-bunga yang kamu sayangi, puluhan lukisanmu aku pindahkan ke kamar, aku akan menyimpan mereka dalam lemari kosong
Jadi sayang, kita cukup abadi bukan? Seperti makna peony kita akan tetap abadi. Kamu tidak akan mati jika aku belum melupakanmu, tetaplah abadi y/n, aku mencintaimu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Peony
Fanfiction[Complete] "Maka aku akan mengabadikan kamu seperti makna peony, dan aku akan mencintaimu seperti bagaimana bunga itu tumbuh" kemudian wajah nya tersenyum, "jadi, mari kita hias gedung pernikahan ini dengan peony, dengan berkat bahagia, dan harapan...
