19

670 110 15
                                        

Seminggu kemudian.....

Setelah hampir seminggu di rawat di rumah sakit akhirnya shani sudah sadar dan sudah dipindahkan ke ruang rawatnya

"Hai Cici kok ngelamun sih nak, kenapa?" Tanya ve

Shani yg sedang melamun pun tersadar dari lamunannya dan ia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia baik-baik saja 

Ve yg mengerti pun langsung memeluk shani dan mengusap kepala bagian belakang shani menenangkan

"Gakpapa kalo Cici mau nangis, keluarin aja bunda tau kok Cici pasti kangen gegenya Cici Cani kan" kata ve

Shani yg memang dasarnya sudah menahan air matanya sendari tadi akhirnya pecah juga tangisannya

"Hiks Cani kangen gege bunda hiks kapan Gegenya bangun, Gege emangnya gak capek apa tidul telus"kata shani sedih di dalam pelukan ve

"sabar ya cici, kita berdoa sama tuhan semoga gegenya kita cepet sadar dan kembali lagi sama kita ya" ucap ve lirih dengan shani di peluknya 

"gege udah gak mau lagi main sama cani ya bunda? cani nakal banget ya bunda hiks sampai tuhan jg hukum cani dengan buat cani hiks gak bisa jalan lagi hiks, tuhan jg mau ambil gegenya cani ya bunda hiks cani nakal banget ternyata hiks mangkanya tuhan hukum cani hiks hiks"kata shani lirih dalam pelukan ve 

"enggak, cici anak baik anak-anak bunda yg lain jg anak baik semuanya dan kalo masalah kaki cani pasti bisa jalan lagi cani tenang aja ya, kita jalanin ini semua sama-sama ya sayang  jadi cici jangan nyerah dulu harus semangat ok"nasehat ve pada shani

sedangkan di depan pintu ruang rawat shani ada dua orang berbeda gender dan usia yg tak sengaja mendengar obrolan dua orang yg masih betah berpelukan itu, rasa sakit dalam hati mereka langsung menjalar saat mendengar obrolan dua orang yg bahkan belum menyadari kehadiran mereka, ya mereka adalah shanju dan kennan yg baru tiba selepas dari sekolah shanju dan si kembar.

 karena tak mau berlarut dalam kesedihan merekapun melanjutkan langkah masuh kedalam ruang rawat shani dan mencoba untuk terlihat baik-baik saja walaupu kenyataanya berbanding terbalik

"hey, anak ayah ini udah bangun bobonya ternyata" kata kennan

ve yg mendengar suami dan jg anak sulungnya sudah datang pun melepaskan pelukanya dengan shani 

"mas gak mau balik ke kantor lagi?" tanya ve pada suaminya yg sudah berdiri di sebelahnya 

"enggak sayang, semua kerjaan mas di kantor udah selesai semua dan sekarang saatnya mas menemani bidadari-bidadarinya mas ini"kata kennan sambil tersenyum tulus 

mereka pun bercerita kegiatan mereka masing-masing seharian ini mulai dari pekerjaan,sekolah dll, sampai..

"ayah cici mau gege" gumam shani tapi masih terdengan oleh kennan 

"hmm cici mau apa tadi, mau ke gege ya?" tanya kennan memastikan 

"iya ayah cici mau ketemu gege, sekalang" kata shani 

" hahaha ok ok kita ke tempat gege sekarang" kata kennan 

kennan pun membantu shani duduk di kursi rodanya agar anaknya itu nyaman dan mereka berempat pun pergi ke ruangan gracia yg ada di sebelah ruangan shani, saat masuk kedalam ruangan tersebut yg pertama kali mereka lihat adalah gracia yg tertidur dengan banyak alat-alat medis penunjang hidup di tubuh lemahnya.

"ini pasti sakit ya ge" gumam shani lirih sambil menggenggam tangan gracian yg bebas dari alat medis, sedangkan yg lain agak mundur menjauh memberi sikembar ruang untuk bebagi luka satu sama lain.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 25, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Twins SHNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang