Setelah sarapan, Nyonya Evelyn menyadari bahwa dia perlu segera membicarakan masalah ini dengan suaminya. Ia tahu bahwa Rolan membutuhkan jawaban yang pasti dan mungkin suaminya memiliki informasi lebih tentang hal ini. Dengan cepat, Nyonya Evelyn membawa Rolan ke ruang keluarga dan memintanya untuk duduk sementara dia menelepon suaminya.
Nyonya Evelyn mengambil ponselnya dan menelepon suaminya, Tuan Hevan, yang sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Setelah beberapa nada sambung, Hevan menjawab telepon.
"Hev, ini aku. Ada yang perlu kita bicarakan, ini penting," kata Nyonya Evelyn dengan nada serius.
"Ada apa, Evelyn? Apa yang terjadi?" tanya Tuan Hevan dengan nada khawatir.
Nyonya Evelyn menarik napas dalam-dalam sebelum menjelaskan. "Ini tentang Rolan. Dia bilang akhir-akhir ini kepalanya sering sakit dan dia bisa melihat kejadian buruk sebelum itu terjadi. Dia bilang dia bisa menyelamatkan orang, tapi kadang nggak bisa. Kamu tahu sesuatu tentang ini?"
Tuan Hevan terdiam sejenak sebelum menjawab. "Evelyn, ini bukan sesuatu yang mudah dijelaskan. Keluarga kita memang memiliki sejarah kemampuan seperti itu, tapi aku pikir itu hanya cerita lama. Kalau ini benar terjadi pada Rolan, kita harus mencari bantuan. Mungkin ada yang bisa membantu kita mengerti lebih banyak tentang ini."
Nyonya Evelyn mengangguk meski tahu suaminya tidak bisa melihat. "Apa kamu tahu siapa yang bisa kita hubungi? Siapa yang bisa membantu kita?"
Tuan Hevan berpikir sejenak sebelum menjawab. "Aku ingat ada seorang sepupu jauh, Tante Lila, yang pernah bercerita tentang hal ini. Dia tinggal di kota sebelah dan sepertinya dia cukup mengerti tentang kemampuan-kemampuan seperti ini. Mungkin kita bisa menghubunginya untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut."
Nyonya Evelyn merasa sedikit lega mendengar saran suaminya. "Baik, Hev. Aku akan mencoba menghubungi Tante Lila dan melihat apakah dia bisa membantu. Terima kasih sudah mendengarkan."
"Tentu, Evelyn. Tolong jaga Rolan baik-baik. Aku akan segera pulang secepat mungkin," kata Tuan Hev sebelum menutup telepon.
Evelyn menaruh kembali handphone nya di atas meja ruang keluarga, "Bi saya mau bertanya sesuatu. apa ada waktu?"
Bi Surti langsung berlari menuju Nyonya Evelyn, "Maaf bu. ada apa ya manggil saya?"
Evelyn mengambil lengan bi Surti untuk duduk di sampingnya, hampir di tahan oleh bi Surti tetapi kebanding resikonya bisa dipecat dia pun duduk bersebrangan "Udah duduk disamping saya aja bi. Saya tidak nanya yang macem-macem kok"
Bi Surti menundukkan diri, "baik bu jadi mau nanya soal apa ya ke saya?"
"Itu kenapa Rolan bisa tidur di sofa ruang tamu? terlebih sendirian, kenapa ga disuruh ke kamarnya?" aliasnya terangkat, sudah sifat bawaan Evelyn sejak remaja.
"Ohh itu kemauan mas Rolannya sendiri bu, saya juga gatau alasannya kenapa bu. Bahkan kemaren malam saja mas makan bareng saya di meja makan sedangkan biasanya mas minta saya bawa ke kamarnya. Dan soal sendirian sebenarnya sama pak Amran bu, hanya saja pak Amran kan harus jemput ibu dan itu ga sempet untuk berpamitan sama mas Rolan karena kasian yang masih tidur bu" Bi Surti menjelaskan dengan hati-hati.
Evelyn mengangguk paham, lalu tersenyum tipis. "Oh gitu, Bi. Makasih ya."
"Baik, Nyonya. Kalau udah nggak ada yang perlu, saya kembali ke dapur ya, Bu?" ujar Bi Surti dengan sopan.
"Iya, makasih Bi," jawab Evelyn sambil kembali melihat handphone-nya.
Di sisi lain, Rolan menjalani sekolahnya dengan normal, tapi ada yang beda. Dia tahu bahwa Jorell itu adik sepupu Heli, dan sejak saat itu mereka bertujuh jadi dekat. Namun, penglihatan Rolan soal makhluk gaib membuatnya heran. Kenapa selalu ada bayangan anjing di dekat Jevan? Dia mencoba mengabaikan hal tersebut, tapi rasa penasaran tetap menggelayuti pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mata Kematian [ SELESAI ]
HorrorRolan adalah seorang individu yang dilahirkan dengan kekuatan luar biasa yang melebihi batas manusia biasa. Sejak usia muda, dia menyadari bahwa dia memiliki kemampuan unik untuk berinteraksi dengan makhluk gaib dan melihat kejadian masa depan, teru...
![Mata Kematian [ SELESAI ]](https://img.wattpad.com/cover/369675669-64-k667317.jpg)