Bayang-Bayang Takdir Seseorang

290 24 0
                                        

Sesampainya mereka di rumah Tante Lila setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, mereka merasa sedikit gugup tapi berharap banyak. Rumah Tante Lila terletak di pinggiran kota, dikelilingi oleh kebun yang asri dan menenangkan. Mereka mengetuk pintu, dan tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya dengan senyum hangat membuka pintu.

"Evelyn, dan ini pasti Rolan. Silakan masuk, aku sudah menunggu kalian," kata Tante Lila dengan ramah.

Mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu yang nyaman. Setelah saling bertukar kabar sejenak, Tante Lila langsung membahas inti permasalahan.

"Aku mendengar dari Evelyn tentang kemampuan Rolan. Ini memang bukan hal yang biasa, tapi dalam keluarga kita, kemampuan seperti ini sudah ada sejak lama," kata Tante Lila dengan nada serius.

Tante Lila mengangguk perlahan. "Kemampuan ini adalah bagian dari takdir yang harus kamu terima, Rolan. Ini adalah kemampuan yang telah diwariskan dalam keluarga kita, dan kamu adalah yang terpilih untuk mengemban beban ini. Semua itu jadi proses penerimaan dan penyesuaian diri terhadap kemampuanmu."

Rolan bertanya dengan cemas, "Apa yang harus Rolan lakuin, sedangkan semua itu belom terbiasa buat Rolan, tante"

Tante Lila tersenyum lembut. "Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu kamu menyesuaikan diri. Meditasi, latihan fokus, dan belajar memahami tanda-tanda yang muncul bisa membantu. Tapi yang terpenting adalah menerima kemampuan ini sebagai bagian dari dirimu. Semakin kamu menolak atau takut, semakin besar beban yang akan kamu rasakan."

Hevan yang sejak tadi diam, akhirnya berbicara. "Lila, bagaimana kita bisa membantu Rolan menerima dan mengembangkan kemampuannya?"

Tante Lila memandang Rolan dengan penuh kasih sayang. "Kalian harus mendukung Rolan dengan cinta dan pengertian. Jangan biarkan dia merasa sendirian dalam menghadapi ini. Aku juga akan memberikan beberapa latihan dan teknik yang bisa dia coba. Kalian bisa mengunjungi aku secara berkala untuk memantau perkembangannya."

Rolan merasa sedikit lega mendengar penjelasan itu. "Terima kasih, Tante. Aku akan mencoba menerima dan belajar lebih banyak tentang ini."

Tante Lila mengangguk. "Kamu kuat, Rolan. Kemampuan ini adalah anugerah, bukan kutukan. Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, kamu bisa belajar menggunakannya untuk kebaikan."

Setelah berbincang lebih lama dan mendapatkan beberapa petunjuk serta latihan dari Tante Lila, mereka merasa lebih tenang dan siap menghadapi masa depan. Mereka pamit dan kembali pulang, membawa harapan bahwa mereka bisa membantu Rolan mengendalikan dan memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang baik.

"Kalo kamu merasa sudah tidak kuat, kita bawa kamu ke psikolog ya biar jiwa dan raga kamu tetep tenang. Takut malah raga kamu dengan mudahnya dibawa sama mereka" Ucap Hevan sebagai kepala keluarga sebelum memasuki rumah.

"Rolan cuma minta satu hal ini aja ke kalian. Jangan sebut 'sosok' makhluk gaib itu pas masuk ke kamar Rolan" ia melihat intens mata orang tuanya secara bergantian.

"Mereka tidak tahu kalo kamu bisa melihat mereka?" Rolan mengangguk dan terdiam sejenak.."mungkin beberapa sudah tahu karena mereka selalu mencoba kagetin Rolan dimana pun"

"Apa perlu kita ngelakuin pembersihan dikamar kamu lan?" Saran Hevan.

Rolan menggeleng kuat, "ngga perlu, belom waktunya aja Rolan bisa bantu problem mereka. Tinggal nunggu waktu yang tepat aja, sampai akhirnya Rolan berani berhadapan langsung sama mereka." Rolan menghela nafasnya, "Yaudah Rolan ke kamar duluan ya kalo gitu" ia beranjak masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dari luar. 

Hevan dan Evelyn semakin khawatir kepada anaknya, anaknya harus menerima takdir yang paling dihindarkan oleh semua orang. 

Setelah membersihkan diri dan merasa lebih segar, Rolan merebahkan diri di tempat tidurnya. Pikirannya masih dipenuhi dengan berbagai hal yang telah terjadi. Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Ada pesan dari Jorell.

Mata Kematian [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang