Rolan adalah seorang individu yang dilahirkan dengan kekuatan luar biasa yang melebihi batas manusia biasa. Sejak usia muda, dia menyadari bahwa dia memiliki kemampuan unik untuk berinteraksi dengan makhluk gaib dan melihat kejadian masa depan, teru...
Setelah hari sekolah selesai, Jorell yang bosan menawarkan ide untuk pergi ke rumah hantu. "Gimana kalau kita pergi ke rumah hantu sore ini? Seru, kan?"
Rolan langsung menolak, "Gue nggak bisa, Jor. Gue harus cek ke dokter."
Heli juga menolak, "Gue juga nggak bisa, gue ada les tambahan sore ini."
Jovian dan Jevan yang tidak berani itu pun dipaksa oleh Selen yang sebenarnya juga takut. "Ayolah, ini cuma sekali-sekali! Kita rame-rame kok," bujuk Selen.
Akhirnya, Jovian, Jevan, Selen, Jorell, dan Saragas pun pergi ke rumah hantu itu. Meskipun awalnya penuh semangat, ternyata Saragas yang paling takut. Dia keluar dari rumah hantu itu sambil menangis terlebih dahulu. Jovian, Selen, dan Jevan hanya bisa berteriak-teriak ketakutan sepanjang perjalanan di dalam rumah hantu.
Jorell, yang mencoba tetap tenang, akhirnya berfoto dengan para aktor yang berkostum hantu. Dia mengirim foto itu ke Heli dengan pesan singkat, "Liat nih, berani-beraninya mereka masuk ke rumah hantu."
Heli, yang sedang beristirahat sejenak dari lesnya, melihat foto itu dan merasa ada yang janggal. Dia memperhatikan foto itu lebih seksama, lalu mengirimnya kembali ke Rolan dengan pesan, "Lan, lo liat deh foto ini. Ada yang aneh nggak?"
Rolan membuka foto itu dan langsung merasakan sakit kepala yang biasa dia rasakan dulu. Dia memperhatikan foto tersebut dan merasakan kepanikan merayap dalam dirinya. Di antara aktor berkostum hantu, ada satu sosok yang tidak biasa. Dia dan Heli tahu bahwa sosok itu adalah hantu sungguhan.
Dengan kepala yang berdenyut nyeri, Rolan bertanya-tanya dalam hati, "Siapa yang akan meninggal ke depannya? Apakah salah satu dari mereka di foto ini?"
Selagi da memikirkan itu sekilas bayangan hitam lewat di tepat depan matanya, spontan kepalanya bergerak ke arah sesuatu itu pergi. Rolan masih berada di dalam mobil orang tuanya, karena Evelyn dan Hevan sedang mampir ke dalam supermarket.
Langit yang mulai gelap, mata menuju ke jalan yang dekat gang sempit itu. "Perasaan gue gaenak banget. Buset ini kenapa lama banget belanja nya ampe gelap begini sih" keluhnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rolan seketika menundukkan kepalanya dan melihat ke arah yang lainnya, "kok ada di dunia modern kaya gini tapi hantunya bermacam kaya gitu"
toktoktok. Jantung Rolan seketika berdegup dengan sangat kencang, tidak berani menoleh apakah sesosok atau seseorang.
"Ini mama sayang, tolong bukakan pintu nya" ucap Evelyn dibalik kaca mobil, "papa lagi ke warung sebelah sebentar lupa minta kunci mobilnya" tambahnya.
Rolan langsung bergerak membuka kunci mobilnya, Evelyn terheran kenapa anak nya gemeteran dan menunduk seperti itu. "Kamu sudah diminta ikut malah gamau, sekarang gemeteran ketakutan gitu. abis liat apa?" Ucap Evelyn sembari menaruh belanjaan disamping kursi yang diduduki Rolan.
"Mah.. hantu di dunia ini bukan sekedar kuntilanak, pocong, yutul, gitu gitu ya mah" tanya Rolan dengan hati-hati.
Evelyn melirik tajam Rolan seketika, "iyaa sayang. Untuk lebih jelasnya coba kamu banyak ngobrol sama tante Lina. Kamu habis ketemu sosok gaib yang ga biasa nya ya?"