∆36

387 21 2
                                        
























Di ruangan rumah sakit tepatnya di kamar milik sunghoon terdengar sedikit ramai karena para keluarga berkumpul khususnya keluarga sunghoon,terlebih kini sang istri yang masih sesenggukan menangis sambil menatap sunghoon yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit.

"Hiks hiks kenapa hiks bisa jadi begini hiks,k kamu jadi banyak hiks luka,p pasti ini karena hiks karena mampir ke supermarket tadi hiks,s sebaiknya jangan hiks mampir kesana hiks." Kata jake

Sementara sunghoon menatap Jake teduh,rasanya ingin tertawa melihat wajah sembab istrinya yang menangis terlalu lama,dia pikir agak berlebihan menangisi kondisinya yang tidak terlalu parah hanya terluka pada bagian dahi,dan patah tulang ringan pada tangan kanannya.

"Hey sayang ini musibah mana tau kalau nggak mampir,pasti jugak bakal kejadian,nggak usah nangis terus jelek ah,lihat itu di lihatin sama anak-anak nggak malu,toh aku cuman patah tulang ringan aja." Kata sunghoon

Dia membelai rambut Jake pelan dengan tangan kirinya,berusaha memeluk tubuh Jake lalu mengelus punggungnya.

"J jangan pergi lagi hiks naik mobil aku tidak mau kamu mengalami ini lagi,jangan ya." Kata Jake

"Iya nggak akan pergi lagi naik mobil,lagian aku tidak bisa menyetir sayang." Kata sunghoon

"Daddy apa masih sakit,kalau iya biar adek sembuhkan." Kata Riki

"Ndak,adek sama para kakak sudah makan?" Tanya sunghoon

"Sudah tadi di bawakan makanan sama onty jungwon." Kata sunwo

Lalu sunghoon beralih pada Jake,dia tau wajah itu pasti kelelahan karena menangis.

"Kamu sudah makan?" Tanya sunghoon pada Jake

"Belum,t tadi terburu-buru kesini." Kata Jake pelan

"Yasudah makan dulu sana,kasihan kalau kamu kelaperan adek bayi jugak akan lapar". Kata sunghoon

"Mau makan bersama,biar sekalian aku menyuapimu." Kata Jake

Dia berdiri perlahan lalu berjalan untuk mengambil makanan di meja,sempat melihat kondisi ketiga anaknya,dia tersenyum melihat anak tengahnya Jhonny yang tertidur sehabis menangisi sunghoon,dia sama dengannya cengeng.

"Makanlah dulu aku bisa nanti sayang." Kata sunghoon

"Tidak,kamu harus cepat makan dan minum obatnya,biar kamu cepat sembuh,aku yang menyuapimu dan tidak ada bantahan!" Kata Jake

"Baiklah jika ini perintah nyonya besar." Kata sunghoon dengan di akhiri tawa.

Dengan telaten Jake menyuapi sunghoon, sementara sunghoon tersenyum kala melihat begitu perhatiannya Jake padanya.

"Ini terakhir hoon,aaa buka mulutnya." Kata Jake

"Nggak ah aku sudah kenyang sayang,kamu saja yang habisin." Kata sunghoon

"No kamu makan cuman sedikit,ayo makan lagi,janji ini terakhir." Kata Jake

Dengan terpaksa sunghoon menerima suapan itu,dan setelahnya Jake memberikan minuman dan obat padanya.

"Sayang aku ingin sekali tidur dengan memelukmu." Rengek sunghoon

"Ya bagaimana aku mau tidur,ranjangnya terlalu sempit,tunggu saja ketika kamu sembuh dan boleh pulang." Kata Jake

"Ayolah muat sayang,ini biar aku dempet deh." Kata sunghoon

"Nggak muat hoon,ini tuh kecil,kita nggak bakal bisa bergerak." Kata Jake

Tak terduga? seperti mimpi!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang