Sunghoon tampak tersenyum kala melihat sang istri masih tertidur,dia mengelus kepala Jake dan beralih memandang perut yang mulai membuncit itu,tangannya terangkat untuk mengelusnya bukan dari luar tapi dalam. Dia buka selimutnya pelan serta baju Jake dia tarik ke atas sedikit.
Dug
Sunghoon semakin melebarkan senyumnya kala sambutan selamat pagi dari calon anaknya terasa,dia dekatkan wajahnya untuk mencium perut itu.
"Selamat pagi anaknya Daddy,kamu sudah bangun tapi mommy cantikmu belum,jangan bergerak rusuh ya biarkan mommy mu tidur ya sayangnya Daddy." Bisik sunghoon
Cup
Di akhiri dengan kecupan manis pada perut itu lalu sunghoon beranjak pergi untuk mandi dan bersiap ke kantor.
Sunoo bocah itu menatap ke arah sekolah tknya hari ini,si kembar tiga sudah masuk sekolah,rasa tidak rela saat meninggalkan mommynya di rumah dia hanya ingin menikmati liburan sekolahnya dan menemani adik bayi di perut mommynya.
"Tara waktu masuk sekolah sayangnya Daddy,nanti disana berteman dengan banyak orang ya tidak boleh bertengkar dan pukul teman,ingat ya Abang." Kata sunghoon
Jhonny dan Riki tersenyum lebar mereka senang akan pergi sekolah dan bertemu banyak teman dan bermain bersama.
"Daddy boleh ya Riki nanti bermain dengan teman naik itu itu." Kata Riki
Sunghoon memandang telunjuk kecil Riki mengarah pada jungkat-jungkit kecil berbentuk hewan.
"Tentu boleh tapi ingat naiknya hari hati-hati dan tidak boleh berebut Oky." Kata sunghoon
"Iya siap Daddy." Kata riki
"Abang ingin beli roti Daddy,jadi Abang boleh minta uang?" Tanya Jhonny menatap sunghoon
"Tentu ini beli dengan kakak dan adek,ingat jangan beli es atau permen ya, mommy akan marah kalau kalian beli seperti itu karena apa....?" Tanya sunghoon
"Nanti batuk dan pilek." Jawab Jhonny dan riki bersamaan.
Sunghoon tertawa kecil lalu mengelus kepala mereka,dia melirik pada anak sulungnya yang tampak diam saja.
"Baiklah kalian masuk ke kelas guru dan teman menunggu,sana belajar yang rajin ya." Kata sunghoon
Mereka mengangguk lalu berjalan ke dalam kelas, sementara sunoo melangkahkan kakinya berat untuk masuk,tapi sebelum masuk sunghoon memanggilnya.
"Kakak sini bentar sayang." Panggil sunghoon.
"Ada apa Daddy?" Tanya sunoo
"Kenapa,kakak kelihatannya lesu begitu,nggak mau berangkat sekolah,nggak suka bertemu teman dan guru?" Tanya sunghoon
Sunoo menggelengkan kepalanya lesu dia memegang tali ranselnya sambil menunduk.
"Kenapa sedih begitu coba cerita sama Daddy." Kata sunghoon
"K kakak ingin di rumah saja, ingin bersama mommy,kakak nggak mau tinggalin adek bayi,ingin bermain di rumah." Kata sunoo pelan
Sunghoon tersenyum,dia tau sunoo adalah kakak yang paling menyayangi adiknya dia paling diam dan penurut,dia juga tau betapa sayangnya sunoo pada bayi dalam perut Jake bahkan hampir setiap hari sunoo menjaga Jake dan bahkan selalu bercerita dengan adek bayinya itu,hampir liburan penuh dia bersama Jake,dia yang terlihat paling bahagia saat di beri tahu kalau dia akan memiliki adik lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak terduga? seperti mimpi!
Fantasihhhh takdir ini seperti lelucon bagiku,tidak terduga....
