dua bulan kemudian akhirnya sunghoon dapat melewati masa keritisnya, kini kondisinya mulai membaik, namun tidak dengan hatinya, karena dia merasa kehilangan cintanya, jakenya telah pergi. setelah membuka mata ia berharap bisa melihat wajah jake lagi namun takdir tidak berpihak padanya, tuhan memanggilnya lebih dulu.
ceklek
"hoon aku membawakan makanan untukmu." kata jay
"terimakasih jay." kata sunghoon
"jika kamu mau besok kita pergi ke pemakaman jake, maaf jika kami menguburkannya tanpamu karena kondisimu." kata jay
sunghoon menatap sunghoon sambil tersenyum tipis, lalu meraih makanan yang berada di atas meja.
"aku tau ini sulit tapi ku harap kamu dapat mengiklaskan jake, walaupun aku sendiri juga belum terlalu ikhlas kehilangan adikku." kata jay pelan
setelah satu minggu pencarian ternyata di temukan dua korban mayat, yang ternyata identitasnya sama dengan jake dan satu lagi orang asing, mereka berdua sama mengalami kerusakan pada wajahnya, dan yang menjadi pengenal jake adalah cincin pernikahan yang di pakai di jarinya. itu adalah pertanda kalau mayat jake benar itu, terletak di pesisir pantai, di duga badannya terpental lalu terjatuh dan menghantam karang yang tepat berada di pinggir jurang.
"jujur jay rasanya aku tidak percaya kalau akan kehilangan jake secepat ini, padahal dulu aku ingin memberikan kejutan ualng tahun padanya, malah berakhir tidak menyenangkan, huf tapi bukankah tuhan lebih sayang pada jake dan memanggilnya lebih dulu?" tanya sunghoon
jay tidak tega melihat hal itu jadi dia memeluk tubuh sunghoon dan mengusap punggungnya pelan.
"aku tau kamu bisa ikhlas, bahkan jauh lebih dariku hoon." kata jay
"aku kuat demi jake dan ank-ank jay." kata sunghoon
sementara di tempat lain dua orang sedang sibuk untuk membuat sebuah kue, satu orang pria dewasa dan satu lagi seorang putri, mereka cekikikan bersama di dapur.
"lihat bu baguskan buatan yunah?" tanya yunah
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak terduga? seperti mimpi!
Fantasyhhhh takdir ini seperti lelucon bagiku,tidak terduga....
