Setelah acara syuting,Jake menemui heesung yang sedang menunggu di loby kantor, sebenarnya mereka ingin janjian di cafe dekat kantor dan heesung yang akan mengantarkannya, awalannya sunghoon protes mana boleh kekasihnya akan di bawa,tapi Jake meyakinkan segala cara agar sunghoon setuju,dan akhirnya dengan segala tipu daya Jake sunghoon luluh dan mengijinkannya.Jake sudah bertemu dengan heesung,dia berjalan beriringan dengannya dan sunghoon yang diam-diam memantau dari belakang.
"Silahkan masuk Jake." Kata heesung
"Terimakasih kak,padahal aku bisa buka sendiri." Kata Jake
Heesung memperlakukan Jake seperti tuan putri membuat Jake tertawa geli,tanpa tau sunghoon kepanasan di belakang.
Mereka mulai menjalan kan mobil dan sunghoon tetap mengikuti dari belakang sambil sambungan telepon yang terhubung dengan Jake,tentu dia ingin tau apapun yang mereka bicarakan.
"Bagaimana syuting hari ini Jake?" Tanya heesung
"Lancar kak,kalau kakak gimana?" Tanya Jake
"Lancar juga,mungkin tinggal beberapa episode lagi aku akan menyelesaikan drama ini." Kata heesung
"Oh iya aku juga setiap hari menonton drama kakak,bagus sekali,andai aku bisa bermain dengan kakak." Kata Jake
"Tentu aku akan mengajukan itu pada sutradara,kamu juga berbakat sekali jadi aku juga ingin bermain peran denganmu." Kata heesung
"Wah sungguh kak heesung memujiku ah rasanya seperti mimpi di puji oleh idolaku." Kata Jake
Agaknya Jake lupa kalau sunghoon mendengarkan obrolan mereka dia sedari tadi menggerutu kesal bisa-bisanya kekasihnya malah bilang begitu.
"Nah udah sampai Jake ayo turun." Kata heesung
"Eh iya kak, t-tidak perlu membukakan pintu untukku kak aku bisa sendiri." Kata Jake
Heesung tersenyum lalu turun bersamaan dengan Jake,dia menunggu Jake lalu tanpa aba-aba menggandeng tangannya, sementara Jake terkejut sebentar dan terdiam,lalu dia di tarik pelan oleh heesung untuk masuk ke dalam cafe.
"Nah duduk di sana saja yuk." Kata heesung
"Iya kak ayo." Kata Jake
Mereka duduk di meja yang di tunjuk oleh heesung, sunghoon tentu masih mengikuti di belakang dia juga duduk tak jauh dari mereka berdua,dengan jarak yang bisa memantau mereka.
"Mau makan juga apa kamu lapar?" Tanya heesung
Jake masih memilih menu dan akhirnya memutuskan untuk makan spaghetti saja, heesung mengangguk lalu memesankan untuk Jake.Mereka berbincang sambil menunggu pesanan.Sesekali heesung akan memberi lawakan lucu hingga membuat Jake tertawa, heesung suka melihat Jake tertawa terlihat manis dan menggemaskan.
"Apa-apaan itu heesung modus pada Jake,awas saja akan ku beri pelajaran dia." Gumam sunghoon
Dia masih memantau mereka,hingga makanan mereka sampai dia menikmati makanannya berupa roti,dia melihat ke arah Jake dan heesung,terlihat heesung dengan lancang membersihkan bekas saus di mulut Jake dengan tisu, sunghoon menahan geram dengan menggenggam erat garpunya.
"Siapkan beraninya dia menyentuh kekasihku,belum tau rasanya pukulan maut dariku!" Gumam sunghoon
Jake terdiam malu lalu menurunkan tangan heesung dari bibirnya,dia mengambil tisu dan membersihkan sendiri sisanya,dia membantin semoga si singa itu tidak mengamuk nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak terduga? seperti mimpi!
Fantasíahhhh takdir ini seperti lelucon bagiku,tidak terduga....
