Pagi hari yang indah menurut sunghoon dia hari ini berniat mengunjungi makam milik Jake bersama dengan ke empat anaknya, kebetulan dirinya hari ini libur jadi bisa meluangkan waktu untuk menjenguk makan Jake.
"Daddy aku sudah bawakan bunga kesukaan mommy mawar putih, ini di taruh di mana?" Tanya sunwoo
"Taruh situ saja di vas kecil, Riki seramkan airnya pada mommy." Kata sunghoon
Sementara Sohyun kecil menatap nisan baru Jake dengan polos, lalu menatap keluarganya.
"Mommy dicini, kenapa mommy macuk tanah?" Tanya Sohyun
Sunghoon tersenyum lembut lalu mengelus kepala Sohyun pelan.
"Karena mommy tidak bisa tinggal disini lagi bersama kita, dia sudah di panggil oleh tuhan untuk pulang kesana, tapi kita tidak boleh sedih karena mommy pergi apalagi menangis, Sohyun jangan menangis ya saat di tinggal mommy, Sohyun harus sering doakan mommy biar mommy tenang bisa tinggalin kita berempat disini." Kata sunghoon
"Mommy pelgi, ke cana, hyun cedih tapi tapi hyun ndak nangic Daddy Hyun anak pintal ndak boleh menangic." Kata sohyun
Sohyun mengambil sebuah permen coklat dari saku jaketnya, dia meletakkannya di makam Jake.
"Hyun kacih mommy pelmen bial mommy cuka bial mommy ndak lapal dicana bolehkan Daddy?" Tanya sohyun
"Hhhh mana mungkin bisa mommy makan, kan mommy ada di dalam tanah." Kata Johnny
"Bica kenapa Abang bilang nggak bica, nanti mommy bica ambil cendili iya kan mommy, ini hyun kacih banyak bial mommy bica belbagi cama temannya dicana hihihihi." Kata sohyun
"Pintar sekali putri Daddy, nah sudah kita berdoa sekarang untuk mommy." Kata sunghoon
Sementara itu di lain kota Jake melamun memikirkan mimpinya akhir-akhir ini, kenapa dia mimpi akan sosok yang hampir mirip dengannya, kenapa sosok itu muncul terus seolah ingin mengatakan sesuatu padanya, apa alasannya.
"Bu ibu telurnya hampir gosong!" Kata yunah
"Ah astaga iya, aduhhhh gosong beneran, s sebentar ibu buatkan lagi." Kata jaeyun
"Kalau ibu banyak melamun nanti gosong terus telurnya, biar yunah saja yang goreng." Kata yunah
Yunah mengambil alih spatula dan memasak sementara jaeyun tersenyum melihat putrinya yang sekarang jago memasak, ah nggak terasa waktu berjalan cepat kini putrinya sudah beranjak dewasa.
"Hari ini yunah libur pengen liburan bareng sama ayah dan ibu, gimana kalau kita liburan keluar kota?" Tanya yunah
"Boleh tentu saja, nanti ibu akan katakan pada ayahmu, memangnya yunah mau liburan kemana?" Tanya jaeyun
"Yunah pengen ke Jeju." Kata yunah antusias
"Agak jauh ya dari kota Daegu, tapi nggak papa kalau yunah mau kita bisa pergi kesana lagipun kamu libur sehabis ujian." Kata jaeyun
"Yey terimakasih ibuuuu, ibu bilang ya sama ayah, please bujuk ayah biar mau." Kata yunah
"Iya tenang aja pokoknya kalau ibu yang bilang pasti ayahmu setuju." Kata jaeyun
"Sayaaang banget sama ibu." Kata yunah
Ethan baru saja kembali dari pulang bekerja, dia masuk ke dalam rumah dan langsung dis ambut hangat oleh istrinya dan putrinya bahkan dia sangat dilayani dengan baik seakan akan dia adalah raja.
"Silahkan duduk ayah, yunah sudah siapkan makanan spesial." Kata yunah
"Tumben sekali putri ayah ini mau membantu ibu memasak kalah malam, biasanya sibuk dengan bukumj dikamar." Kata Ethan
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak terduga? seperti mimpi!
Fantasyhhhh takdir ini seperti lelucon bagiku,tidak terduga....
