Bocah lelaki itu tidak pernah mengatakan dia akan pergi mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola terkenal. Dia meninggalkan kota kecilnya di Rotterdam saat ia berusia 13 tahun. meninggalkan teman masa kecilnya, Sarah jasmine Struick tanpa S...
Mees begitu gusar, kenapa dia harus mengikuti sarah secara diam-diam ke paris. Akhirnya dia mengetahui kenyataan tentang hubungan gila itu. Ciuman itu, bukan sarah yang memulainya. Nathan pihak yang pertama menggoda Sarah. Padahal sarah adalah kekasih orang lain.
Mees berteriak frustasi, dia hampir saja menghabiskan 2 botol wine dan masih nampak sadar. Bayangan ciuman itu hampir saja membuatnya gila. Sarah miliknya dan tidak akan membiarkan siapapun termasuk Nathan mengambilnya. Dia sangat mencintai sarah.
"Berhenti mees" managernya datang setelah mees mengirim pesan padanya.
"Aku tidak bisa membawa mobil, aku cukup mabuk" ujarnya memberikan kunci mobilnya pada Daniel
"Jika pelatih tau kau mabuk, dia bisa marah besar"
Daniel memapah mees keluar club, pria itu agak kesusahan karena pengunjung club begitu ramai. Dia harus berdesakan untuk membawa mees keluar dengan aman.
"Apakah ini karena sarah? Daniel mengintip mees dari kaca spion didepannya. Pria itu menebak asal.
Yah sepulang dari paris mees sudah mulai kesal. Dia mengurung diri seharian. Ponselnya dimatikan. Dan itu cukup gila untuk pertama kalinya seorang mees hilgers melakukan hal segila itu. Daniel sempat kelimpungan merayunya. Dan hari ini paling jauh yang tidak terbesit dibenak Daniel. Mees begitu kacau duduk dikursi penumpang dalam keadaan mabuk parah.
"Aku harus menemui sarah dan meminta penjelasan?"
Daniel sudah berhasil merebahkan tubuh mees di ranjang besar apartemen mees. Dia tidak mungkin membawa mees pulang ke rumahnya. Mees Bisa dicekik hidup hidup oleh ayahnya. Ini adalah pola hidup yang tidak sehat yang dilakukan mees pertama kalinya. ...
Nathan membantu Sarah mengerjakan beberapa tugasnya di caffeshop ditengah kota Rotterdam. Tidak lebih tepatnya Nathan yang mengerjakannya. Sarah asik melihat hasil foto fotonya di paris.
Sebuah foto manis tidak bisa sarah skip begitu saja. Foto Nathan mencuri ciuman dari bibirnya dan memfotonya. Darah sarah berdesir hebat, dia melirik Nathan mencuri pandang kearah pria itu yang masih sibuk membantunya mengerjakan soal sejarah belanda.
"Apakah aku setampan itu" Nathan menyadari senyum Samar sarah meski matanya fokus pada layar laptop didepannya.
"Apa aku setampan itu?" Lagi ketika sarah salah tingkah didepannya. Pelan laptop itu dimatikan, soal sejarah sudah ia selesaikan. Saat menikmati waktu santai di Cafe itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tidak, aku pikir mees jauh lebih tampan" Sarah menyunggingkan senyumnya, dia menggoda Nathan. Jangan pernah membangunkan singa yang setengah tidur.
"Apa?" Nathan pindah duduk disamping sarah, tatapan sarah menantangnya. Gadis itu bersandekap sedikit menundukkan tubuhnya hingga terbwntur pada sandaran kursi.