22. Milkshake

284 14 3
                                        

..

Sarah mulai berani berjalan sendiri disekitar hotel, gadis itu memilih sebuah cafe didepan hotel.

Saat sarah masuk, dia melihat wanita berambut pirang itu entah siapa namanya. Dia sangat cantik, parasnya mirip seperti tokoh tokoh dongeng. Tentu saja dia bersama ivar dan jasmine.

Sarah memilih untuk mengurungkan niatnya. Dia berbalik arah keluar Cafe. Gadis itu mendesah pelan. Kenapa lagi-lagi harus bertemu dengan wanita itu. Sarah menyeberang jalan untuk sampai ke area hotel. Disana ada yang menarik perhatian Sarah. Kedai kecil dipinggir jalan menjual milkshake. Matanya berbinar lucu.

Namun saat ia menyeberang sebuah mobil hampir saja menabraknya. Beruntung mina dan Shayne disana. Terlihat Shayne nampak cemas menarik sarah ke trotoar.

"Maaf"

Sarah meminta maaf lebih dulu sebelum Shayne marah padanya.

"Ini terakhir kau ikut kami. Keluar hotel tidak bilang pada kami. Kamu udah izin sama Nathan?" Sarah diam, dia marah ketika nama pria itu disebut,

"Tau gak? Nathan nyariin kamu dari tadi sore. Bikin orang cemas aja" nadanya datar tapi sorot mata Shayne membunuh seorang sarah.

"Aku cuman mau cari makanan diluar" Sarah sebal, dia tahu jika ia salah. Tapi jangan berlebihan seperti itu.

Drrtt...

Ponsel Shayne berdering, nama Nathan tertera disana.

"Ya, kami sudah menemukannya. Dia hampir saja ditabrak mobil" Shayne mengusap wajahnya kasar, dia masih nampak kesal.

"Tidak usah, kami akan kembali ke hotel"

Panggilan itu berakhir, sarah berjalan mendahului Shayne dan mina. Lupakan tentang milkshake itu. Meski ia sangat penasaran dengan rasanya.

Nathan sudah dilobi saat sarah datang dengan langkah lebarnya. Wajahnya kesal, dia melihat Nathan cemas. Dan sarah tidak peduli.

"Nathan, can I take a picture with you" seorang fans datang menghampiri Nathan. Pria itu gagal menjangkau sarah lalu ia membiarkan sarah berlalu dengan perasaan cemas masih membelenggunya.

Baguslah pikir sarah, dengan santai ia  melewati Nathan begitu saja. Ia Berjalan cepat menuju lift. Hatinya sedang kacau. Jujur ia marah pada Nathan, pria itu tidak memberikan penjelasan apapun tentang pagi tadi saat ia datang dari arah yang sama dengan jasmine. Sesibuk itukah hingga sepanjang hari membiarkan sarah dilema. Hingga ia merasa begitu muak dan memilih keluar kamar disore hari. Tapi lagi-lagi harus bertemu dengan jasmine. Dunia sesempit itu.

"Wait sarah"

Shayne dan mina menjangkau pintu lift. Mengulur waktu agar Nathan juga bisa satu lift naik ke atas.

"You r mad at us who cares so much at you?" Sarah diam saat Shayne masuk bersama mina kedalam lift. Sarah benar tidak punya tenaga untuk menjawabnya.

Nathan disana nampak mengejar lift. Sialnya saat Nathan sudah  menjangkau lift dan berhasil masuk. Sarah memilih keluar lift didetik detik lift akan tertutup.

"Hey, sarah what are you doin" seru mina, Sarah membuat Nathan dan Shayne bingung luar biasa. Keduanya saling melirik.

Dan ketika lift itu telah tertutup. Sarah memilih melambai kesal pada mereka. Bukankah tidak adil, kenapa mereka semua menghakimi Sarah.  Marah dengan Alibi karena cemas. Iya Sarah salah, dia mengakuinya. Omong kosong dengan semua khawatir yang mereka lontarkan. Mereka tidak benar peduli karena jika mereka peduli mereka bisa menyadari sarah sedang dalam dilema.

Sarah memilih duduk di tangga darurat menuju lantai atas saat kemungkinan lift mati. Ponselnya sengaja ia matikan.
Dia butuh sendiri dan berharap tidak ada yang menemukannya untuk sesaat.

-NATHANTJEO- Desire you in SummertimeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang