...
U23 AFC cup telah berakhir, indonesia harus puas dengan posisi ke empat se Asia. Ini perolehan terbaik. Indonesia memiliki peluang masuk dalam olimpiade paris jika berhasil mengalahkan Ghana.
Nathan dan Rafael punya sedikit waktu untuk kembali ke Rotterdam selama 2 hari. Lalu setelah itu keduanya akan kembali terbang ke Francis untuk pertandingan merebutkan posisi terakhir olimpiade Francis.
Sambutan sarah bukan lagi hal yang Nathan harapkan. Gadis itu sudah memiliki kekasih. Dan ia harus menjaga jarak dari sarah.
"Hey kak Noel, tidak apa. Masih ada kesempatan terakhir untuk melaju ke olimpiade Francis bukan?" Ujar Sarah mencoba menghibur Nathan. Tapi pria itu nampak aneh, dia mengabaikan sarah. Dia berjalan menjauh menuju kerumahnya.
"Apa ada yang salah dengan diriku?" Sarah mengejar Rafael masuk ke dalam rumahnya.
"Yes, you have a mistake" Sarah menhadang Rafael, gadis itu merentangkan tangan dengan wajah bingung,
"What a mistake?" Tanyanya,
"I'm tired sarah, stay away. I wanna sleep sususuhhh" Rafael mengusir lucu sarah dengan tangannya.
"Rafa?" Sarah menggedor pintu kamar rafa,
"Hey, quite please honey" Mr. Struick nampak keberatan membawa koper Rafael dari bagasi mobilnya.
"Sorry" Sarah menghela nafas panjang lalu kembali kekamarnya. Ia segera menuju balkon membawa ponselnya. Sesekali ia melirik kearah balkon Nathan. Lampunya menyala sebentar lalu kembali dimatikan.
Sarah menekan dial nomer dan mengarah pada nama Nathan. Cukup lama ia hanya melihat nama tertera di ponselnya. Dia tahu diri, Nathan pasti sangat lelah. Dan butuh istirahat bukan. Akhirnya Sarah kembali masuk kekamarnya. Menutup jendelanya rapat. Kemudian ditariknya tirai coklat gelap itu.
...
Nathan pusing luar biasa malam itu, ibu dan ayahnya masih belum kembali dari perjalanan dinasnya. Pesan terakhir yang ia terima adalah, jika pesawatnya 1 jam lebih akan delay. Jadi kemungkinan sampai di rumah sekitar jam 3 dini hari.
"Sayang bisa antarkan makanan ini kerumah Nathan. Dia pasti tidak akan sempat memasak. Perjalanan jauh pasti membuatnya lelah" Sarah ragu, dia ingin menolak ketika bayangan penolakan Nathan tadi siang terlintas dibenaknya
"Bisakah elkan atau Shayne saja" Sarah menolaknya,
"Aku belum selesai makan sarah" ujar Shayne. Benar pria itu masih menguyah makan malamnya begitupun elkan. Dan ia tidak mungkin menunjuk rafa. Karena pria itu tidak akan mau.
"Hey, ayo antarkan. Mommy meminta bantuanmu" Sarah tidak punya pilihan selain setuju.
Kakinya begitu berat untuk melangkah dengan cepat menuju rumah besar Nathan. Pria itu sendirian dirumahnya. Ia dengar jika ibu dan Ayah Nathan sedang ada perjalanan dinas ke luar kota.
"Kak Noel?" Sarah mengetuk pintu rumahnya,
"Kak Noel!" Ulangnya,
Tapi tak ada jawaban, hingga sarah memberanikan dirinya untuk membuka pintu rumah Nathan. Kenapa tidak dikunci?? Pikir sarah saat ia dengan mudah mendorong pintu utama rumah besar itu.
Sarah masuk pelan, lampu rumah tidak satupun dinyalakan. Jadi sarah harus menyalakan terlebih dahulu atau ia akan tersandung berjalan dalam gelap.
"Kak Noel"
Panggil sarah pelan, setelah ia menaruh soup ikan dan nasi putih itu keatas meja makan. Gadis itu berjalan mendekat ke arah kamar Nathan. Dan mengetuknya ragu,
KAMU SEDANG MEMBACA
-NATHANTJEO- Desire you in Summertime
FanfictionBocah lelaki itu tidak pernah mengatakan dia akan pergi mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola terkenal. Dia meninggalkan kota kecilnya di Rotterdam saat ia berusia 13 tahun. meninggalkan teman masa kecilnya, Sarah jasmine Struick tanpa S...
