16.

410 14 3
                                    

"Vian"

"Apa??"

Vian menoleh ketika Kenan memanggilnya,Vian tengah mengetik diatas laptopnya

"Kamu tar ada niatan pergi gitu gak kemana gitu??" Tanya Kenan,entah kenapa perasaannya ada yang mengganjal dilubuk hatinya

Vian mengerutkan keningnya "kenapa emangnya??" Tanya Vian

"Gapapa,cuma ngerasa ada yang ganjel aja kalo ga nanya itu" ujar Kenan

Vian merotasi matanya malas "nanti aku ada meeting sama klien jadi nanti aku pergi sebentar" ujar Vian

Kenan menatap dengan intens kearah Vian "beneran sebentar kan??" Tanyanya

Vian kembali mengerutkan keningnya "kenapa nanyak gitu??" Tanya Vian,dia merasa bahwa Kenan tengah dilanda kegelisahan karena terlihat dari raut wajahnya

"Gapapa,perasaanku tiba tiba gaenak aja" ujar Kenan,dia ingin menutup kedua matanya hendak menghilangkan rasa kegelisahan yang entah sejak kapan muncul tiba tiba

Vian kembali fokus dengan laptopnya,menyelesaikan pekerjaan untuk meeting siang nanti

+++

"Saya ingin membayar administrasi dari pasien bernama Kenan,dan saya ingin anak itu dipulangkan" ujar seorang pria dengan topi hitam dan masker hitam

Resepsionis yang tengah bekerja itu menatap pria dengan wajah curiga,karena pria itu memakai topi dan masker. Tapi kenapa dia harus curiga wajar saja sih kan ini rumah sakit

"Dengan nama siapa??" Tanya sang resepsionis

"Saya tidak ingin memberitahu nama saya,jadi langsung saja berapa nominal pembayaran yang belum terselesaikan??" Tanya seorang pria gagah itu dan mengeluarkan kartu uangnya

Sang resepsionis melihat nominal dari pasien bernama Kenan dirawat inap VVIP,pembayaran belum dilunasi hanya 1/4 saja karena biasanya akan dilunasi ketika pasien akan kembali kerumah dan bisa juga langsung dilunasi ketika pasien akan dirawat inap

Sang resepsionis menerima uangnya lalu mengetik bahwa pasien atas nama Kenan telah melunasi semua administrasinya

"Kalo begitu saya ingin anak itu dipulangkan hari ini juga" ujar pria itu secara mutlak

"Saya akan bertanya kepada dokter terlebih dahulu dan apakah anda salah satu dari keluarganya,karena saya tidak akan mengijinkan selain keluarganya yang meminta"

"Tidak perlu,anak itu akan saya bawa kerumah dan dirawat dirumah saya saja,dan satu lagi saya adalah kakaknya jadi saya salah satu keluarga pasien" ujar pria itu

"Baiklah saya akan konsultasi kedokter terlebih dahulu"

"Aku pergi dulu " ujar Vian sambil membereskan barang barangnya

Kenan menatap Vian yang sudah rapi dan siap untuk berangkat kerja,perasaan itu kembali muncul ketika Vian bilang dia akan pergi

"Yaudah hati hati " ujar Kenan sambil tersenyum hangat,dia tidak ingin Vian mengetahui bahwa dirinya tengah gelisah sekarang

Vian menatap Kenan dengan wajah curiga "kamu kenapa??" Tanyanya,dia merasakan keanehan dari diri Kenan entah apa itu

"Gaada,yaudah cepet sana berangkat nanti kliennya nunggu kelamaan malah gajadi meeting" ujar Kenan

"Dihh ngusir " ujar Vian

Kenan terkekeh geli melihat raut wajah datar Vian,lucu aja gitu

"Yaudah berangkat dulu kalo ada apa apa langsung telpon aja" ujar Vian,Kenan mengangguk mengiyakan ucapan Vian lalu barulah pria itu pergi keluar dari ruangannya,tak lupa kedua pasang matanya menatap kepergian punggung tegap itu sampai lenyap tertutup pintu rumah sakit

Ketika Vian sedang berjalan ingin menuju lift dirinya tak sengaja berpas passan dengan pria gagah dengan topi dan masker hitam itu berjalan berlawanan dengan dirinya,entah mengapa menatap pria itu membuat pikirannya menjadi tertuju kekenan ya,dia merasa akan ada hal yang tak ingin terjadi terhadap Kenan ketika menatap pria itu

Namun perasaan itu ia kubur dalam-dalam lalu ia kembali melanjutkan perjalanan yang sempat terpotong

Kenan sekarang berusaha untuk memejamkan matanya,dia ingin tidur matanya cukup berat untuk sekedar terbuka sedikit

Ceklek

Suara pintu terbuka membuat kedua kelopak mata Kenan terbuka karena berfikir bahwa Vian kembali kedalam ruangannya mungkin karena ada barang yang ketinggalan namun dia salah menebak

Keningnya mengerut ketika melihat pria bertubuh tegap itu berdiri diambang pintu dengan topi menutupi rambutnya dan masker menutupi sebagian wajahnya,dia tidak mengenal siapa pria itu

"Lo siapa??" Tanya Kenan

Pria itu menutup pintu rumah sakit lalu menguncinya

Klek

"L-lo siapa hah berani beraninya masuk kedalam ruangan gw??" Tanyanya dengan perasaan kembali gelisah,keringat bercucuran membuatnya merasa takut melihat pria itu

Pria itu membuka topi dan menarik masker yang terus menempel diwajahnya

Kenan melototkan matanya "Lo...."

Kenan tahu betul siapa pria itu,dia ingat bahwa pria itu lah yang membuatnya terbaring diatas ranjang rumah sakit

Pria itu menatapnya sambil menaikkan sebelah alisnya "why?? Terkejut??" Tanyanya sambil melangkah mendekat kearah Kenan

Kenan meneguk ludahnya kasar,dia tidak bisa menghindar karena tubuhnya belum terlalu kuat untuk kabur,apalagi dia melihat pria itu lebih besar darinya

"M-mau apa Lo kesini hah?" Sentaknya karena merasa tubuhnya membeku karena takut

"Bila saya bilang maunya kamu bagaimana??"tanya pria itu berdiri tepat disamping ranjang Kenan

"Brengsekk!!"

Pria itu mengangkat dagu Kenan dengan telunjuknya,menatap manik kelam milik Kenan lalu menampakkan seringainya

"Kau milikku"

"Dasar bedebah jahanam" umpatnya

"Jangan berbicara kotor saya tidak suka" ujar pria itu sambil mengelus bibir merah merona milik Kenan dengan sensual,Kenan kesal jadi dia menyingkirkan tangan kekar itu

"Gw gapeduli,Lo siapa hah nyuruh nyuruh gw dasar bajingan!" Ujar Kenan kesal

Tangannya sudah terkepal kuat dan ingin melepaskan sebuah Bogeman mentah untuk pria didepannya

Tapi sebelum mengenai pipi tirusnya, pria itu seperti tahu akan gerakan mendadaknya, tangannya dengan mudah dicekal setelah Kenan akan melayangkan sebuah Bogeman itu

"Pergerakan yang cukup mendadak namun mudah dibaca" ujar pria itu sambil menyeringai

Cupp

Tangannya yang akan melayangkan sebuah pukulan namun dengan mudah ditangkap, dengan mendadak pria itu mencium tangan Kenan yang terkepal lalu menatap kearah Kenan dengan senyuman mengerikan

"Lo sebenernya siapa sih lancang banget"

Kenan menarik lengannya namun tidak bisa karena cekalan itu cukup kuat

"Saya?? Hmm sebaiknya kamu tak perlu tahu siapa saya" ujarnya

"Terus Lo ngapain kesini?? Mau Nebus kesalahan Lo??" Tanyanya dengan wajah mengejek

"Tentu"

"Lo mau minta maaf sama gw tapi sorry gw gamau"

"Siapa juga yang mau minta maaf hmm" ucapnya dengan suara merendah

"Lalu??"

"Aku kesini ingin menemuimu lalu membawamu pulang kerumahku" ujar Kenzo

Kenan terkekeh "Lo siapa main bawa gw pulang" ujar Kenan

"Nanti kamu tahu sendiri ketika aku membawamu pulang kerumahku sayang"

"Breng- emppphhhhh"

Matanya seperti sangat berat,orang yang terakhir ia lihat sebelum memejamkan matanya adalah pria brengsek yang ternyata ingin menculiknya

Tbc

bocah tengik || bxbTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang