*Sehari setelah acara pernikahan renjun juga Jeno dan kepergian Jeno ke emerald*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah acara pernikahan renjun juga jeno dan juga kepergian mereka ke emerald, keluarga jaemin juga haechan masih berada di istana.
Taeyong masih tak membiarkan mereka pergi sebelum menetap di nemorosa selama satu minggu.
Sama halnya dengan taeyong, jaemin juga haechan berusaha menahan orang tua mereka, ada sesuatu yang ingin mereka tanyakan.
Mereka saat ini ada di gazebo istana, menikmati cuaca dipenghujung musim dingin dengan teh hangat juga cemilan kue kering.
"Ibu" panggil jaemin.
"Iyah" jungwoo tersenyum, mengusap lembut pucuk kepala omega kecilnya, bagi jungwoo jaemin akan selalu menjadi wolfie kecilnya, meskipun jaemin telah memiliki pendamping hidup.
Jaemin terdiam saat semua mata memandangnya dengan tanya, matanya melirik haechan yang ada didepannya. Haechan mengangguk yakin.
Menarik nafasnya dengan panjang sebelum kembali menatap ibunya yang masih setia menunggunya berbicara.
"Apa ibu tau mengenai bangsa peri juga penyihir?"
Ketiga omega dewasa disana sontak meremat cangkir teh yang mereka pegang.
Sunyi seketika mendominasi keadaan mereka, jungwoo menatap jaemin dengan senyum yang perlahan memudar. Kerutan pada dahinya kini kentara. Mengapa jaemin tiba-tiba menanyakan hal seperti itu.
Jungwoo tertawa pelan "apa jaemin kembali mengingat dongeng yang selalu ibu ceritakan dulu? Itu tidak benar sayang, itu hanya cerita belaka"
"dulu kisah itu benar terjadikan, bangsa itu pernah ada" jaemin ingin tahu. Ia menekan setiap lontaran kalimatnya.
"Jaemin--" lidahnya kelu, apa yang akan ia katakan sekarang.
Haechan dapat melihat perubahan ekspresi ibu dan juga ibu mertuanya. Benar, sesuatu benar terjadi.
"dulu ada seorang alpha juga seorang bangsawan fairy yang menjalin hubungan terlarang itu, mereka melanggar hukum dan peraturan leluhur dan sekarang mereka telah pergi jauh entah kemana" jaemin melanjutkan.
Prang...
Semua terkejut ketika mendengar pecahan kaca terjatuh kebawah tanah.
Haechan memandang Taeyong yang terlihat terkejut akan perkataan jaemin barusan.
Jungwoo meletakkan cangkir tehnya yang mulai mendingin akibat terlalu lama didiamkan.
Memegang kedua pundak anaknya, matanya sendiri berkilat kebiruan.
"Katakan pada ibu, dari mana kau tahu cerita tak masuk akal itu jaemin" jungwoo meremat pundak anaknya, menatap serius pada jaemin yang kini juga turut melihatnya.