langit menghitam, bulan bersinar kemerahan, gemericik air terjun yang menekan telinga, dan.....angin kencang yang berhembus.
Jubah hitamnya tersingkap saat angin kencang mulai datang. Mata hitam pekatnya perlahan terbuka, menatap pada langit yang terdapat bulan purnama.
Tawanya menggema diantara berisiknya suara air terjun "hanya butuh waktu sebentar lagi maka semuanya akan berhasil"
Pandangannya beralih, memandang dengan iba sosok kecil yang terduduk mengenaskan didalam pusaran lingkaran besar membentuk simbol iblis.
Mata hitamnya berkilat, tersenyum mengerikan saat melihat mangsanya.
Tubuh mungil yang di penuhi tanah basah juga dengan darah kering di sekitar wajah dan lehernya.
Rantai berkarat yang mengikat kuat pergelangan tangan dan kakinya, serta leher jenjangnya. Benar-benar mengenaskan.
Karina melangkah dengan pelan menghampiri manusia itu. Berjongkok mencengkram leher berdarah itu.
"HA..HAHA...HA...selamat datang didunia yang mengerikan untukmu kakak" ucapannya.
Tangisan ketakutan dari pemuda mungil yang kini berusaha untuk menjauh dari jangkauan tangan dinginnya membuat karina semakin tertawa dengan keras.
Renjun ketakutan, wanita itu mengerikan, bagaimana ia yang ditarik paksa dan disiksa untuk mengikuti wanita itu dan berakhir terantai disini.
"Jangan menangis~ Aku tak menyukai pemuda yang begitu cengeng!" Teriaknya.
Suara karina yang berteriak didepan wajahnya membuat renjun ketakutan, tubuhnya bergetar, berkeringat dingin juga kesakitan.
"Malam ini..aku benar-benar akan melenyapkan seluruh kaum itu!" Karina bersumpah akan melenyapkan kaum serigala seperti yang telah terjadi pada bangsanya.
Hiks....
Renjun beringsut mundur namun tubuhnya lagi-lagi ditarik paksa dan di cengkram kuat dagunya.
"....dan aku akan menukar mu dengan segala yang bisa membangkitkan semua bangsa ku kembali yang telah nemorosa bunuh!" Ucap karina.
"Kau lihat bulan itu?" Karina membawa wajah luka itu untuk mendongak keatas langit, melihat pada bulan purnama yang sebentar lagi akan terjadi gerhana merah.
"Hanya butuh waktu sedikit lagi maka aku akan berhasil menunaikan semua keinginanku"
Matanya bisa melihat bahwa perlahan awan mulai membentuk gumpalan hitam pekat tepat diatas tubuh renjun.
Karina berjalan menuju api abadi yang telah berhasil di buat, wajahnya mendongak, menatap bulan yang perlahan mulai tertutupi warna kemerahan.
Karina memejamkan matanya, mengucapkan mantra kemudian merentangkan tangannya. Bibirnya mulai melafalkan mantra kebangkitan bagi iblis dan leluhurnya.
______
Kaki serigalanya terus berlari sekuat tenaga untuk mencapai tanah celestia, ia kini dapat melihat bulan perlahan memerah separuhnya, juga gumpalan awan hitam itu perlahan mengeluarkan kilat cahaya merah pula.
"Sial!" Dengan sekuat tenaga kini ia berlari kencang, hingga tak lama ia mulai mendengar gemericik air yang jatuh, bibirnya kini tertarik, ia menemukan air terjunnya.
Alpha jeno sudah begitu dekat, sebelum ada alpa lain yang menghantam tubuhnya, sehingga ia sedikit oleng.
Sialan! ia sudah buru-buru dan serigala bodoh mana yang menghalangi jalannya.
Jeno menggeram dengan amarahnya, matanya berubah total menjadi kemerahan. "Aku akan melenyapkan siapa saja yang menghalangi jalanku!"
Alpha dalam diri jeno benar-benar akan memangsa siapapun yang menghalangi jalannya, termasuk alpha bodoh yang kini menghalangi langkahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wolf / NoRen
Manusia SerigalaTakdir yang terputus.... Tak akan bisa kembali kecuali di satukan oleh tangan yang menghancurkannya ....
