Haitang mengibas-ngibaskan kipasnya dengan gelisah. Fajar sudah hampir datang, tapi Li Fei masih belum kelihatan batang hidungnya. Nyonya Ying Su (panggilan Li Xian di Aula Bunga) juga terlihat cemas dan terus menatap ke arah pintu.
"Nyonya, haruskah aku pergi menyusulnya ke barak rahasia?" tanya Haitang yang sudah siap dengan tsing yi hitam, topeng separuh wajah dan pedang tersarung di punggungnya. Apakah tampilan ini mengingatkan kalian pada seseorang?
Ying Su berpikir sejenak dan saat dia hendak menjawab, pintu menjeblak terbuka.
Xiaoyi dan Wei qi masuk sambil memapah Li Fei ke dalam. Mereka mendudukkan pemuda itu di salah satu kursi yang ada di ruangan. Haitang menyilangkan kedua tangan di dada dan menatap Li Fei dekat-dekat. Lalu dia menginjak kaki Li Fei sekuat tenaga hingga pemuda itu berteriak kesakitan. "Ibu, lihat apa yang dia lakukan?" adunya sambil bersembunyi di belakang sang ibu.
Haitang menatap Xiaoyi dan Wei Qi untuk meminta penjelasan.
"Serangga setengah bulan," ujar Xiaoyi.
Haitang memutar bola matanya dengan malas, dia menarik lengan kanan Li Fei. Meraba dadanya sejenak untuk menemukan letak serangga dalam tubuhnya.
Buk!
"Aduh!" Li Fei mengaduh saat Haitang menepuk dadanya sekuat tenaga.
"Berhentilah membusungkan dadamu atau kuambil jantungmu secara paksa," balas Haitang kesal.
Kemudian menggunakan tenaga dalamnya, Haitang menggiring serangga itu menuju lengan Li Fei. Lalu dia mengambil belati dari pinggangnya dan menyayat sedikit telapak tangan Li Fei untuk mengeluarkan serangga itu.
Mereka semua melihat bagaimana serangga itu mengepakkan sayapnya sehingga darah terciprat kemana mana. Xiaoyi buru-buru menuang arak ke tubuh serangga itu lalu menyulutnya dengan api hingga terbakar habis. Dia bertukar pandang dengan Haitang dan sama-sama mengangkat dagunya sambil tersenyum. Wei qi menatap keduanya bergantian, rasa-rasanya seperti menatap sepasang kekasih.
Haitang memegangi tangan Li Fei yang terluka, kemudian memejamkan kedua matanya. Dia mengalirkan tenaga dalamnya agar luka Li Fei cepat menutup dan tidak ada yang mencurigainya karena sudah mengeluarkan serangga setengah bulan. Li Fei menatap Haitang penuh cinta, kemudian menambahkan satu tangannya hingga saling menggenggam dengan Haitang. Lagi-lagi membuat Wei Qi merasakan pemandangan yang aneh. Apakah ini cinta segitiga layaknya di novel-novel yang dijual secara sembunyi-sembunyi di pasar?
Sementara Xiaoyi menyadari sesuatu yang aneh, tenaga dalam ini sungguh tidak asing. Seperti Yangzhouman. Bagaimana gadis ini bisa memiliki tenaga dalam yang hanya dimiliki oleh guru dan ayahnya?
Jeritan Li Fei yang kakinya baru diinjak Haitang membuyarkan lamunannya.
Mereka lebih terkejut lagi saat Haitang kemudian memuntahkan darah segar.
Li Fei segera menopang Haitang, sementara Wei Qi memeriksa nadinya. Guratan tak percaya dan kerutan di dahinya membuat Xiaoyi merasa cemas.
"Ada apa? Bicaralah!" tanya Li Fei tidak sabar.
"Tenaga dalamnya kacau sekali. Apa dia pernah sakit parah? Atau apa dia keracunan?" tanya Wei Qi.
Ying Su terdiam, namun dia tidak menjawab, dan hal itu membuat Li Fei curiga.
"Paman Zhang akan mengoba--"
"Apa kau bisa mengobatinya?" tanya Li Fei pada Wei Qi.
Wei Qi menoleh pada Xiaoyi, setelah mendapat anggukan persetujuan, dia pun menyanggupi.
Li Fei segera menggendong Haitang dan mengikuti Xiaoyi keluar dari Aula Bunga. Sementara Yingsu terdiam sambil meremat tangannya. Entah bagaimana dia harus menjelaskannya pada Li Fei nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Li Lianhua
FantasySekuel dari book Li Lianhua sebelumnya. Bercerita tentang kehidupan baru beserta keluarga barunya setelah dia terbebas dari racun bicha. Hmm, kira-kira ada kisah seru apa lagi ya? Jangan lupa pantau terus chapternya.
