Abaikan typo dan kata yang tidak nyambung
Satu persatu persiapan pernikahan telah selesai mereka kerjakan dan hanya kurang beberapa saja yang belum. Jisoo juga sekarang lebih banyak mengambil lembur untuk memperlama masa cutinya nanti saat menikah, sedangkan Jennie juga tak jauh berbeda dengan Jisoo.
Ia juga lebih banyak mengambil lembur karena nantinya setelah menikah Jisoo memintanya untuk tidak bekerja lagi dan menjadi ibu rumah tangga. Bahkan beberapa hari ini Jisoo juga sedang disibukkan mencari sekretaris baru untuk menggantikan Jennie setelah mereka menikah nanti.
Semua kandidat pelamar yang datang diseleksi langsung oleh Jennie sendiri. Hal itu untuk berjaga-jaga jika ada pelamar yang lebih cantik dan seksi dibanding darinya. Bahaya jika sampai ada yang seperti itu karena ia hanya berjaga-jaga karena takut jika Jisoo nanti akan tergoda dengan sekretaris barunya.
"Gimana sayang?" Ucap Jisoo ketika melihat Jennie yang kembali masuk kedalam ruangannya setelah selesai menyeleksi calon sekretaris baru untuknya.
"Udah selesai kok."
"Cantik gak?" Tanya Jisoo kepada Jennie. Sebenarnya Jisoo hanya bercanda saja ketika menanyakan itu. Ia sangat tahu jika Jennie sebenarnya memiliki sifat yang posesif kepadanya. Minusnya hanya ketutup gengsinya saja yang besar.
"Mau aku tampar apa aku tonjok aja." Ucap Jennie dengan menatap tajam Jisoo.
"Hahahaha. Lucu banget sih calon istrinya Jisoo ini." Tawa Jisoo pecah ketika melihat Jennie yang sudah merajuk dan menggulung lengan bajunya.
Tak ingin membuat Jennie tambah kesal dengannya Jisoo segera merengkuh tubuh Jennie kedalam pelukannya.
"Yang paling cantik itu kamu. Perempuan diluar sana mah gak ada apa-apanya dibanding sama istri aku ini."
"Ya emang aku cantik."
"Kita cari cincin yuk. Udah jam segini juga sekalian makan siang diluar." Ucap Jisoo setelah melihat jam tangannya.
"Sekarang?"
"Iya sekarang, ya udah yuk?" Keduanya keluar dari ruangan bersama dengan berjalan beriringan.
"Siang Bu Jisoo, mbak Jen." Sapa keduanya saat tak sengaja berpapasan ketika akan memasuki lift.
"Iya siang." Balas Jisoo dengan senyum simpulnya.
"Siang juga Lisa, Baekhyuni."
Didalam lift Jisoo sengaja sedikit memberikan space agar tidak terlalu membuat Lisa dan Baekhyun curiga. Selama didalam juga Jisoo sering melirik Jennie dari sudut matanya karena tangannya sudah gatal sekali tidak menggenggam tangan calon istrinya itu.
Ting
"Kita duluan ya Lisa, Baekhyun." Ucap Jisoo kepada keduanya setelah mereka sudah sampai dilantai 1.
"Baik Bu."
Jisoo langsung berlalu berjalan lebih dulu kemudian diikuti oleh Jennie dari belakang. Sementara itu Lisa dan Baekhyun yang akan pergi mencari makan diluar memulai pergibahan mereka.
"Kok Bu Jisoo sama mbak Jen jadi sering keluar ya akhir-akhir ini Li?"
"Ada meeting diluar kali. Wajar aja namanya juga CEO pasti rekan kerjanya banyak. Apalagi kan mbak Jen juga jadi sekretarisnya Bu Jisoo, pasti ya ikut sibuk." Ucap Lisa yang berusaha berpikir positif.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secretary J [END]
FanfictionKalau biasanya boss dan sekretaris itu akur pasti hal itu sudah bukan rahasia umum lagi di dunia pekerjaan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Jennie yang selalu dibuat darah tinggi oleh Jisoo yang menjadi boss nya. Bagi Jennie helaan nafas Jisoo adal...
![Secretary J [END]](https://img.wattpad.com/cover/358287168-64-k496687.jpg)