Abaikan typo dan kata yang tidak nyambung
Hampir 10 menit lamanya Jisoo menarik ulur waktu didalam ruangannya, menimbang antara pulang kerumah atau tetap berada di kantor.
"Perasaan gua kok gak enak ya." Gumam Jisoo menatap dokumen-dokumen penting ditangannya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Jisoo bangkit dari tempat duduknya dengan sesekali melirik ke arah jam tangannya. Sudah pukul 11.40 dan itu artinya sebentar lagi memasuki jam makan siang.
Klek
"Sayang." Panggil Jisoo menghampiri Jennie yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Apa?" Tanya Jennie kepada Jisoo yang berdiri didepan dengan wajah yang kusut.
"Ikut aku pulang sebentar yuk."
"Ke apart enggak ah, kerjaan aku masih banyak. Ini juga belum buat jadwal kamu buat seminggu kedepan."
"Bukan pulang ke apart sayang, tapi ke rumah. Mama nyuruh aku pulang."
"Kalau pulang ke rumah kenapa harus sama aku, kan kamu bisa sendiri."
"Temenin lah. Nanti sekalian aku kenalin kamu sebagai pacar aku ke mama." Ucap Jisoo seraya tersenyum lebar melihat raut wajah Jennie yang terkejut.
"Enggak ah, aku malu Ji." Tolak Jennie menatap Jisoo sekilas kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"Kok malu sih, kan mau dikenalin ke calon mertua. Mau ya, sekalian kita ngedate. Udah lama juga kita gak jalan bareng."
Jennie terlihat berpikir kemudian menganggukkan kepalanya. Kapan lagi keduanya punya waktu bersama, mengingat Jisoo beberapa hari ini jadi ekstra sibuk karena banyak tawaran perusahaan luar yang tertarik bekerjasama dengan perusahaannya.
Melihat hal itu membuat kedua sudut bibir Jisoo tertarik membentuk seulas senyuman.
"Yuk." Ucap Jennie setelah membereskan pekerjaannya diatas meja.
Dengan senyum yang masih sama Jisoo membawa alih tangan kiri Jennie untuk digenggam. Namun baru akan beranjak keluar tiba-tiba Jennie melepaskan tautan tangan keduanya hingga membuat Jisoo mengerutkan dahinya karena bingung.
"Kenapa dilepas J?" Protes Jisoo kala Jennie dengan sengaja melepaskan tautan tangannya.
"Ini dimana?" Tanya Jennie dengan kedua tangannya dilipat didepan dada.
"Kantor"
"Itu artinya kita gak boleh terlalu deket sayang. Aku gak mau dituntut penjelasan yang aneh-aneh sama yang lain. Kita backstreet dulu ya."
"Ck kenapa sih. Kalau mereka tau juga biarin Jen. Kesannya kamu kayak simpenan aku tau gak." Ucap Jisoo dengan kesal.
Chuu
Kesal karena bayi besarnya ngomel-ngomel tidak jelas, Jennie dengan segala tingkah ajaibnya mampu mengontrol emosi Jisoo hanya dengan satu ciuman yang ia berikan.
"Udah keselnya."
"Belum."
"Kok belum, biasanya kamu kalau lagi marah-marah gini aku cium langsung diem."
"Ya mana berasa kalau cuman dicium singkat kayak gitu. Minimal yang lama lah."
"Ih Jisoo mah ini di luar, kalau nanti ada yang lihat gimana?"
"Ya gak gimana-gimana, lagian yang di kantor juga tinggal beberapa orang. Yang lain kan masih aku tugasin buat kirim donasi diluar." Ucap Jisoo dengan entengnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secretary J [END]
FanfictionKalau biasanya boss dan sekretaris itu akur pasti hal itu sudah bukan rahasia umum lagi di dunia pekerjaan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Jennie yang selalu dibuat darah tinggi oleh Jisoo yang menjadi boss nya. Bagi Jennie helaan nafas Jisoo adal...
![Secretary J [END]](https://img.wattpad.com/cover/358287168-64-k496687.jpg)