23

1.1K 166 7
                                        

Abaikan typo dan kata yang tidak nyambung















Hari ini adalah minggu pertama setelah Jennie dan Jisoo bertunangan, persiapan demi persiapan sudah mereka lakukan untuk acara pernikahan yang sudah didepan mata.


Dan selama itu pula Jisoo sudah tidak pernah melihat ataupun mendengar kabar Irene lagi. Beberapa kali juga Jisoo sempat berkunjung ke rumah gadis cantik itu namun Irene masih enggan menemuinya.

Usaha Jisoo juga tak sampai disitu saja karena besoknya ia kembali menemui Irene di rumah sakit tapi perempuan itu masih menghindarinya. Tapi Jisoo sama sekali tidak akan menyerah pada usahanya kali ini. Disela-sela kesibukannya bekerja Jisoo pergi ke rumah sakit milik keluarga Irene lagi tanpa di ketahui oleh Jennie.

Diperjalanan menuju rumah sakit Jisoo juga menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah restoran Korea untuk membeli makanan kesukaan Irene.

📍 Rumah Sakit Kusuma Medika

Sesampainya di rumah sakit Jisoo langsung turun dan membawa makanan yang tadi dibelinya. Senyum cerah terlihat diwajah Jisoo saat langkah kakinya menelusuri lorong rumah sakit.

Ketika sudah dekat ruangan Irene mata Jisoo tak sengaja menangkap salah seorang dokter perempuan yang sedang berbicara dengan suster. Senyum dibibirnya semakin merekah melihat Irene yang semakin cantik ketika memakai jas putihnya.

Dan tanpa gadis itu sadari Jisoo sudah berada dibelakangnya.
"Siang dokter Irene." Ucap Jisoo.

Irene yang tak tahu jika itu Jisoo lantas membalikkan badannya.
"Sia-"

Melihat wajah Jisoo membuat hati Irene sakit, apalagi setelah bertahun-tahun lamanya ia menunggu kepastian dari orang didepannya itu.

"Hai." Jisoo masih saja tersenyum lebar melihat wajah keterkejutan dari Irene.

Lagi-lagi Irene hanya diam tanpa repot-repot membalas sapaan Jisoo. Gadis itu justru pergi begitu saja tanpa memperdulikan Jisoo yang sudah jauh-jauh menemuinya.

"Rene tunggu." Jisoo berlari mengikuti Irene dan menarik lengannya.

"Lepas." Ketus Irene yang berusaha melepaskan tangan Jisoo pada lengannya.

"Enggak sebelum kamu maafin aku dulu. Jangan gini Rene, aku gak mau kamu jauhin aku cuman  karena gara-gara hal sepele." Ucap Jisoo.

"Kamu bilang apa tadi Ji? Sepele? Gila kamu ya, bertahun-tahun aku nunggu kamu Ji. Kamu gak pernah ngerasain apa yang aku rasain. Egois kamu Ji." Ucap Irene kemudian mendorong dada Jisoo sebelum pergi.

Helaan nafas berat keluar dari mulut Jisoo ketika Irene masih belum bisa memaafkannya.

"Irene tunggu." Jisoo terus mengejar kemana perginya Irene tanpa memperdulikan orang-orang yang berlalu lalang disana menatapnya dengan tatapan kebingungan.

Sesampainya didepan pintu ruangannya Irene segera masuk dan menutup pintunya ketika Jisoo sudah sangat dekat dengannya. Tapi belum sempat tertutup sempurna, Jisoo sudah lebih dulu menahannya dari luar.

"Irene." Jisoo langsung menahan pintu ruangan Irene dengan menggunakan tangannya.

"Pergi." Ucap Irene dari dalam dengan masih berusaha menutup pintu ruangannya walaupun sepertinya usahanya akan sia-sia karena tenaga Jisoo jauh lebih besar darinya.

Secretary J [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang