27 [END]

2K 169 28
                                        

Abaikan typo dan kata yang tidak nyambung









Pagi ini adalah hari pernikahan Jisoo dan Jennie yang hanya kurang hitungan menit lagi akan dilangsungkan. Sejak semalam rasa gugup dan jantung yang berdetak lebih kencang membuat Jisoo jadi semakin deg-degan.

Ditemani oleh papa nya dan adik sepupunya, Jisoo saat ini sedang berada didalam kamar hotelnya untuk bersiap. Keringat yang tadi sudah dilap selalu saja keluar saking gugupnya Jisoo saat ini.

"Diem napa sih. Itu kasian mbaknya yang bantuin." Ucap Rosè yang sudah jengah melihat kakaknya itu menggerakkan kakinya terus menerus saat sedang dibantu bersiap.

"Gue deg-degan lastri, elu belum ngerasain apa yang gue rasain sekarang." Kesal Jisoo menatap tajam Rosè dari cerminannya.

"Kamu gak lupa kan Ji sama janji kamu nanti?"

"Aman kok pah, kemaren kan udah latihan sama Jennie jadi semoga nanti Jisoo gak lupa."

"Nah sudah selesai kak. Kakaknya tunggu disini dulu ya, kalau sudah ada aba-aba dari kita baru nanti kak Jisoo bisa langsung keluar." Ucap staff yang membantu Jisoo saat ini.

"Oke, makasih ya mbak."

"Iya kak, kalau begitu saya izin keluar dulu."

Setelah staff tadi keluar kini yang tersisa di kamar Jisoo hanya ada Siwon dan Rosè yang senantiasa menemani calon pengantin ini sedari tadi.

"Pah."

"Iya, kenapa?"

"Jisoo cuman mau bilang makasih buat semuanya, makasih juga karena papa gak mempermasalahkan pilihan Jisoo dan selalu dukung apapun yang Jisoo mau. Maaf kalau selama ini Jisoo belum bisa jadi apa yang papa sama mama mau." Ucap Jisoo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Sama-sama sayang. Papa cuma mau anak kesayangan papa ini bahagia sama orang pilihannya. Jadi mulai hari ini kamu bukan lagi tanggung jawab papa dan mama. Dan mulai hari ini kamu akan bertanggung jawab atas istri kamu sendiri. Jangan pernah buat Jennie nyesel karena milih kamu sebagai suaminya. Inget ya, hubungan pernikahan bukan untuk main-main lagi jadi jaga baik-baik rumah tangga kamu." Ucap Siwon memberi nasihat untuk Jisoo kemudian merengkuh tubuh jangkung anaknya itu untuk dipeluk.

Sementara itu Rosè yang berada disana hanya bisa meneteskan air matanya diam-diam melihat momen mengharukan antara ayah dan anak didepannya itu.

"Jangan cengeng dong, jagoan papa kok cengeng gimana sih." Siwon tertawa pelan setelah melepaskan pelukannya dan menyadari jika pipi Jisoo sudah basah karena air matanya sendiri.

"Sini Sè." Siwon menarik tangan Rosè dan membawa tubuh keponakannya itu untuk dipeluk bersama Jisoo.

"Uughhh anak-anak papa udah pada gede-gede semua ya. Yang kakak hari ini mau nikah, terus semoga adek taun depan nyusul ya?" Ucap Siwon disela-sela rangkulannya pada pundak Jisoo dan Rosè.

"Gampang itumah." Ucap Rosè tertawa kecil.

Tok tok tok

"Permisi kak. Sudah waktunya untuk keluar." Ucap staff tadi dari luar kamar.

Ketiganya langsung merapikan pakaian masing-masing kemudian mengikuti staff tadi untuk menuju tempat acara. Ballroom hotel tempat berlangsungnya acara sudah terisi penuh dengan para tamu undangan yang hadir.

Secretary J [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang