Extra Part

1.1K 120 3
                                        

Abaikan typo dan kata yang tidak nyambung


















17 tahun kemudian


17 tahun sudah pernikahan Jisoo dan Jennie berjalan dan lewat pernikahan keduanya mereka dikaruniai 2 orang anak kembar dengan jenis kelamin berbeda. Lewat kesabaran selama 2 tahun lebih menanti Tuhan menitipkan dua orang anak kecil yang menjadi pelengkap hidup mereka.

Kedua anak pasangan Jensoo itu nampaknya mewarisi wajah dari kedua orang tuanya dengan sangat adil. Sang kakak dengan wajah yang sangat mirip dengan Daddy nya sementara adiknya lebih mirip ke mommy nya.

17 tahun membina rumah tangga bukanlah waktu yang singkat bagi Jisoo dan Jennie jalani. Ada banyak sekali rintangan-rintangan kecil yang menjadi bumbu dari perjalanan pernikahan mereka selama itu.

"Anak-anak aku dimana sayang?" Tanya Jisoo yang kini mengambil tempat duduk di kursi meja makan. Terlihat sekali jika Jisoo baru saja pulang setelah seharian bekerja di kantor untuk menghidupi keluarga kecilnya.

"Anak-anak terus yang kamu cari. Btw mereka anak aku juga ya" Ucap Jennie yang tak terima jika Jisoo terus menyebut jika anak-anak mereka adalah anaknya sendiri.

"Iya-iya anak kita, mereka dimana? Harusnya jam segini udah pulang kenapa belum kelihatan di rumah?" Tanya Jisoo sekali lagi karena tidak menemukan kedua anak kembarnya di rumah.

"Mereka izin pulang telat katanya mau ikut eskul dulu."

"Jam segini belum pulang?"

"Bentar lagi mereka pulang kok."

Sepuluh menit berlalu Jisoo harus menahan kesabarannya karena kedua anaknya tak kunjung pulang mengingat hari sudah semakin gelap namun mereka belum juga menampakkan batang hidungnya.

"Mau kemana?" Tanya Jennie yang bingung karena Jisoo tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.

"Aku mau nyusul anak-anak ke sekolah, udah gila ya guru-gurunya jam segini belum pulang." Ucap Jisoo dengan nada bicaranya yang sudah berbeda karena menahan marah.

"Ji mereka udah di jemput sama pak Robi dari tadi. Mending kamu bersih-bersih dulu sambil nunggu anak-anak pulang sekolah."

Sejak memiliki anak Jisoo memang sedikit protektif kepada istri dan kedua anaknya. Jisoo hanya berusaha melindungi keluarga kecilnya dari hal-hal yang tidak diinginkan selama ia masih ada.

"Enggak aku mau nyusul mereka." Ucap Jisoo dengan tegas.

"Kita pulang." Tak lama setelah Jisoo berniat menyusul si kembar, suara mereka terdengar memasuki rumah dengan si bungsu yang berlari menghampirinya.

Wajah yang awalnya sangat datar kini berubah menjadi senyuman yang mampu membuat siapapun yang melihatnya terpesona.

"Daddy" Dengan masih menggunakan sragam eskulnya gadis itu berlari memeluk daddy nya yang beberapa hari ini selalu lembur dan jarang terlihat di rumah.

"Kenapa jam segini baru pulang?" Tanya Jisoo dengan tegas ketika putrinya itu sudah berada dalam pelukannya.

"Kita ada eskul dad."

Secretary J [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang