Claire datang ke sekolah, berjalan di koridor yang ramai, mengambil sikap seperti semuanya normal pagi ini. Tersenyum pada orang-orang yang dia kenal ketika mereka menyapanya. Seolah-olah tidak ada hal yang salah yang terjadi tadi malam, seolah dia bukan Chimera, seolah dia tidak baru saja membunuh seseorang tadi malam.
Orang-orang bergegas ke kelas mereka saat bel terakhir berbunyi dan Claire melangkah ke kelas Biolgi. Dia mendengar derit di lantai ketika dia menarik salah satu kursi barisan paling belakang untuk dia tempati. Sampai tidak lama kemudian, seseorang menempati tempat di sampingnya.
Claire mengabaikannya, dia tenang tapi dia terlalu tenggelam dalam pikirannya, tidak menyadari bahwa satu panggilan lolos dan dia terkejut ketika yang kedua dibarengi oleh sentuhan dibahunya
"Claire?" Mason memanggil, dan Claire mengedipkan mata terkejut kearahnya, sebelum dia menguasai diri dan tersenyum. Balas menyapanya.
"Mason. Hai." Claire mengambil sikap, acuh tak acuh meski dia melihat kerutan bingung tergaris diwajah Mason.
"Ya, Hai." Mason menjawab pelan ragu-ragu. Melirik Claire lagi, sebelum dia mulai mengalihkan pandangan pada guru di depan kelas.
Ketika kelas selesai, Claire dengan terburu-buru memasukan bukunya ke dalam tas dan bergegas keluar kelas. Tidak menyadari panggilan Mason yang terputus sebab Claire sudah pergi.
Claire menuju lokernya untuk meletakan beberapa buku dan mengambil yang lain. Saat dia memutar-mutar gemboknya untuk memasukan angka, dia merasakan indra pendengarannya meningkat, membuat suara-suara disekitarnya terdengar lebih keras dan lebih bising dari biasanya. Claire mengaduh, meringis menutupi satu telinganya yang sensitif.
"-Harimau?"
Secara naluriah, Claire membuka matanya yang terpejam, melihat ke lorong samping kirinya, menemukan Scott, Stiles dan Kira berjalan bersama dari jarak yang masih cukup jauh dari tempat Claire berada. Tapi, dia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, berkat indra pendengaran super.
Claire berusaha memfokuskan pendengarannya, mencoba mencari tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
"Aku sudah mencari setiap mahluk dengan cakar, dan satu-satunya yang cocok dengan cakaran dikap mobil itu adalah cakar dari harimau," kata Stiles, menerima kembali ponselnya dari Scott setelah laki-laki itu selesai melihat informasi yang Stiles temukan.
"Jadi, Chimera ini adalah harimau?" tanggap Kira.
Stiles mengangguk. "Dengan campuran sesuatu. Karena Chimera punya dua DNA." Dia menambahkan.
"Apakah ada legenda tentang itu? Manusia harimau?" tanya Scott.
Stiles menghentikan langkahnya dan dua temannya di tengah lorong, menjelaskan pada mereka apa yang telah dia temukan, "mitologi nya berasal dari salah satu daerah di Indonesia. Mereka dijelaskan sebagai manusia berwujud setengah harimau atau manusia yang bisa sepenuhnya berubah wujud menjadi harimau. Orang-orang menyebut mahluk ini dengan sebutan Cindaku."
"Cindaku," gumam Scott.
"Itu terdengar hampir seperti Werewolf," kata Kira.
"Ya, tapi ini Cindaku. Dan perlu kukatan bahwa kita munkin perlu berhati-hati," kata Stiles memberi peringatan, Scott dan Kira menatapnya bingung. Dengan merotasikan bola mata, Stiles memberitahu mereka dengan frustasi, "di alam liar, Harimau berada di puncak rantai mekanan dan serigala selalu kalah."
Scott menghela napas ringan. "Kita akan mengatasinya. Tapi sebelum itu, kita perlu menangani satu Chimera ini yang sudah kita tahu siapa orangnya."
"Hayden." Kira menghela napas prihatin.
Claire terkejut mendengar nama yang Kira sebutkan. Hayden Chimera juga dan Scott dan teman-temannya sudah tahu itu dan akan membantunya. Sementara Claire di sini berjuang dengan masalah ketakutannya tidak memberitahu siapa pun kecuali Theo.
Claire berhenti mendengarkan percakapan sepupunya dan dua temannya. Dia kembali berurusan dengan angka di gembok lokernya. Begitu pintu loker terbuka, dia meletakan buku biologi dan meraih buku lain untuk periode yang yang akan datang. Sampai dia dikejutkan oleh suara sapaan Scott yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sebelahnya, bersama Kira dan Stiles.
Dia hanya melepaskan indra pendengaran supernya beberapa saat dan dia langsung dijatuhkan dengan mudah oleh kawanan campuran.
"Hai, Claire. Apakah kau sudah mendengar tentang Hayden?" tanya Stiles, Claire meliriknya sekilas sebelum menggelang. Dia harap, dia cukup mahir berpura-pura tenang agar Scott tidak mendengar detak jantungnya dan menyadari ada yang dia sembunyikan.
"Apa yang terjadi pada Hayden?" Dia bertanya seakan belum tahu. Berpura-pura bahwa dia tidak menguping pembicaraan mereka beberapa menit lalu.
"Dia Chimera lain," kata Scott, kelihatan prihatin. Claire berpura-pura terkejut untuk menutupi ketakutannya yang semakin meningkat. Dan Scott yang mendengarnya syhok mengira dia terkejut oleh Hayden adalah Chimera, jadi Scott hanya memasang wajah sedih dan bicara padanya, "jangan khawatir. Kami akan membantunya."
"Jadi apa yang akan kalian lakukan?" tanya Claire, kembali menguasai diri.
"Kami sedang membuat rencana," kata Kira
"Kami kira, The Dread Doctors akan datang untuknya, jadi kami akan menjaganya. Mungkin," kata Stiles.
Scott mengangguk. "Kami butuh lebih banyak orang untuk membantu, jika kau tidak keberatan. Karena Stiles dan Theo akan berada di Klinik Hewan dengan jasad Josh, untuk menemukan siapa yang telah mencuri jadas para Chimera."
"Aku ingin sekali membantu. Tapi The Dread Doctors akan ada di sana bukan? Mereka akan datang." Claire menelan ludah, menggambarkan ketakutannya. "Aku telah melihat mereka di Klub, membunuh Lucas, dengan panah besi yang mereka tembakkan ke jantungnya. Aku merasa takut Scott, jadi aku pikir aku akan melewatkannya. Aku sangat menyesal." Dia memasang ekspresi menyesal, kali ini sungguh-sungguh.
"Hey, tidak apa," kata Scott, memberinya tatapan pengertian. Claire tersenyum kecil berterima kasih.
Saat peridore berikutnya datang, Claire segera pamit pada mereka karena dia harus masuk kelas. Scott, Stiles dan Kira melepasnya tanpa kecurigaan.
Hal positif dari masalah Hayden adalah Chimera, adalah McCall Pack menjadi cukup sibuk untuk benar-benar fokus pada orang lain saat ini. Perhatian mereka tertuju pada masalah yang sudah pasti, The Dread Doctors, Hayden dan pencuri jasad Chimera, sehingga Claire bisa dengan mudah menyelinap diantaranya dan menyembunyikan masalahnya sendiri.
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴍᴏᴏɴʟɪɢʜᴛ ➼ ᴛʜᴇᴏ ʀᴀᴇᴋᴇɴ
FanfictionDi Beacon Hills, rahasia tidak pernah benar-benar terkubur, mereka hanya menunggu untuk bangkit. Claire Chavez datang sebagai murid baru, membawa masa lalu yang tak ia pahami dan luka yang seharusnya tidak bisa sembuh. Ketika banyak hal diluar akal...
