20

33 7 0
                                        

Saat akan membalas perkataan ghostly. Betreusse dan bloody menyadari jika yang bersuara adalah ghostly bukan divine

Jika saja yang membalas perkataan bella adalah divine tentu saja mereka masih bisa membalas perkataan dari divine walaupun masih takut karena dibandingkan dengan ghostly, divine justru akan membuat mereka merinding karena aura yang di keluarkan oleh divine

Tetapi ghostly. Bunda mereka akan mendengarkan perkataannya dan mereka berdua juga sangat menghormati ghostly maka dari itu setiap perintah dari ghostly tidak pernah mereka bantah sama sekali walaupun ghostly sering menjahili mereka

"Apa benar kata divine menolak saat akan pulang segera saat akan pulang ke rumah"

"I- iya bunda, kami cuma jalan jalan doang kan kita sebentar lagi di sini jadi kami habiskan waktu untuk menikmati waktu selagi berada di sini"jawab bloody  yang gugup saat divine mengatakan pesan yang mereka kirim ketika divine meminta mereka untuk segera pulang ke rumah

"Lalu kenapa kalian menolak permintaan dari kakak kalian ?" Tanya bella yang menekankan setiap kata kata yang dia keluarkan

Bella sendiri tidak pernah mengajarkan jika anak anaknya untuk menolak atau membantah perkataan dari yang lebih tua jika itu untuk kebaikan dan jika perintah yang di berikan adalah perintah yang tidak baik mereka di perbolehkan untuk membantah dan menolak

Tidak ada jawaban dari bloody dan betreusse dari pertanyaan ibu mereka

Mereka mengira jika bella tidak akan marah seperti ini

"Kalian juga buat masalah di sekolah mangkanya bunda suruh kalian lebih cepat untuk pulang tetapi kalian justru kemana mana. Apa alasan kalian buat masalah apalagi yang jadi korban tidak melakukan apapun kepada kalian "

"Bunda ingatkan hanya satu kali jika kalian berbuat masalah di sekolah baik itu kepada vito dan kedua saudaranya ataupun sama siswa siswi lainnya, bunda akan memberi tahu ke ayah kalian dan kalian tidak akan di beri izin untuk tinggal di sini dan kalian akan tetap berada di istana "tegas bella

"Tapi kami ingin jaga thana bunda "jawab betreusse

"Gak akan bunda izinkan kecuali kalian bersikap baik kepada orang orang lain. Kalian ini pangeran seharusnya memberi contoh kepada orang orang yang ada di dekat kalian walaupun mereka tidak tau kalian pangeran mengerti?"

Bloody dan betreusse menganggukkan kepalanya

"Makanlah bunda sudah buat makanan untuk kalian "suruh bella kemudian bella pergi ke kamar dan bloody serta betreusse pergi ke meja makan

"Aa gak asik"ucap divine saat adiknya hanya di marahi saja dan dia tidak mempunyai kesempatan untuk menjahili  mereka berdua

"Sudah lah kita ke tempat kakak vanaro aja "ajak ghostly

Vanaro melihat kedatangan divine dan ghostly kembali entah kenapa dia melihat jika divine terlihat lesu dibandingkan yang tadi sebelum pergi

"Kenapa?" Tanya vanaro kepada mereka berdua yang duduk di kanan dan kiri vanaro

"Itu si divine gak jadi menjahili bloody sama betreusse saat mereka berdua baru saja datang ke rumah"jawab ghostly

Sedangkan divine hanya memainkan jarinya untuk menghilangkan moodnya yang sedikit buruk

"Kakak ngak nyangka kalau kau suka menjahili saudaramu dan sekarang justru kau malah menjadi seorang adek "ucap vanaro yang mengacak ngacak rambut divine

"Bagaimana pun dia masih sekarang adek bagi diriku kak, cuman sifatnya yang seperti ini hanya di tunjukkan di depan ku saja"jawab ghostly

"Baguslah kalau sifat nya seperti ini setidaknya dia harus seperti ini karena dia bukan cuma seorang kakak saja "ucap vanaro yang semakin gencar membuat rambut divine berantakan

"Aa kakak jangan semakin membuat rambut ku berantakan "awalnya hanya sedikit tetapi sekarang mood nya semakin rusak dan dia pergi menuju kamarnya

Sedangkan kedua pelaku hanya tertawa melihat tingkah divine yang seperti anak anak











Grey berjalan terlebih dahulu menuju gerbang istana. Prajurit yang melihat kedatangan ketiga pangeran mereka yang lain sudah datang mereka segera membukakan gerbang istana dan menyampaikan jika grey, vito dan bronte datang ke istana

Semua barang yang mereka bawa kini berada bersama dengan pelayan yang menyambut mereka saat berada di gerbang

"Tumben kek gini" gumang vito saat di perlakukan special oleh para pelayan istana

"Memang seperti ini hanya saja kalian bertiga jarang ke sini mangkanya aneh"jawab grey

Selama berada di rumah yang ada di pemukiman manusia selama smp dan sma vito, bronte dan riggs tidak pernah kembali ke istana hanya jasper dan grey saja yang kembali

Jika di lihat memang tugas grey lebih banyak di istana mangka dari itu grey lebih sering pergi ke istana sedangkan ketiga saudaranya yang lebih muda memilih untuk menetap beberapa dan meninggalkan tugas kerajaan kepada kakak tertua mereka

"Oo baru saja kak, soalnya lebih enak disana dibanding di sini "jawab bronte mereka sudah berada di dalam istana tetapi mereka belum melihat alaska, jasper dan riggs

"Oo gitu apa kau tidak merindukan ayah mu ini ?"  Alaska menjewer telinga anaknya itu yang justru lebih memilih untuk tinggal di luar istana dan jauh dari dirinya dibandingkan tetap tinggal dan berada di bawah pengawasan nya

"Ampun ayah"ucap bronte yang kesakitan kemudian alaska menarik tangannya kembali

"Jujur apa kalian bertiga tidak ingin dekat sama ayah sampai sampai kalian tidak datang ke istana lagi dan datang datang bilang seperti itu "alaska melipat kedua tangganya ke dada

"Maaf ayah kami hanya ingin bersenang senang disana sebentar lagi pula ayah sendiri yang mengirim kami ke sana "jawab vito

"Iya iya seharusnya ayah yang minta maaf ke kalian karena ayah menjauhkan kalian dengan ayah, kalian tidak mau peluk ayah ?" Tanya alaska yang merentangkan kedua tangannya menunggu ketiga putranya yang baru saja datang ke istana kembali

Grey, vito dan bronte langsung memeluk alaska

Alaska mengeratkan pelukannya, anak anak yang awalnya sering menangis, lemah dan dahulunya hanya mengetahui isi istana sekarang justru sangatlah kuat dibanding dirinya dan bahkan tubuh kelima putranya melebihi dirinya sekarang

"Kalian tumbuh sangat baik, jika saja ibu kalian disini dia akan sangat bangga memiliki kalian bahkan ayah tidak bisa mengatakan kata kata untuk mendeskripsikan betapa bangganya ayah kepada kalian. Jika kerajaan yang ayah pimpin ini sangat berharga tetapi bagi ayah kalian lah yang lebih berharga dibandingkan dengan kerajaan ini "alaska melepaskan pelukannya

"Ibu sangat bangga pada ayah, karena ayah merawat kami sendirian walaupun dengan bantuan pengasuh kami. Ayah jangan sering sering ke medan perang kami hanya punya ayah sekarang" ucap grey

Alaska menganggukkan kepalanya

"Istirahatlah ini sudah malah"

"Ayah dimana kedua adik ku?" Tanga grey

"Mereka berada di kamar ayah jika kalian ingin tidur di sana juga tidak masalah tidur lah. Disana juga kamar kalian juga"

Grey, vito dan bronte berlari menuju kamar sang ayah

Alaska hanya menatap sambil tersenyum melihat kelima putranya yang tumbuh sangat baik 

of the netherworld ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang