SELAMAT MEMBACA!!
JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!
****
Leo sedang duduk di meja kantornya sembari memijit pelipis nya yang terasa sakit karena berkas didepan nya tentang kedua anaknya yang selalu saja berbuat onar.
Yang pertama Volper Mario Zeolapard, anak itu sudah menjadi anak remaja berumur 16 tahun, selalu saja membuat onar di sekolahnya, dan Volper selalu saja mendapatkan masalah, entah itu tentang motornya, rambutnya, dan kelakuannya. Apalagi Volper sudah masuk ke geng VERGOSA, mengikuti jejak Ayahnya.
Dan yang kedua, Belfiore Axale Zeolapard, perempuan yang kelakuannya tidak menunjukkan bahwa ia seorang perempuan anggun, mengikuti jejak Lia menjadi ketua RASCARA. Dan yang membuat pusing adalah Vol dan Fio itu satu sekolah, yang membuat Leo menjadi ingin mimisan karena terlalu lelah mengurusi anak-anaknya yang tidak bisa diatur sama sekali.
"West!" Laki-laki yang umurnya sama dengan Leo pun datang ke arah Leo lalu membungkukkan sedikit badannya. "Ada apa sir?" Tanya West dengan hati-hati, karena mengetahui bahwa Leo sedang pusing.
"Panggil Vol dan Fio kesini." Perintah Leo sembari menatap West dengan mata tajamnya.
"Yes sir." West pun membungkukkan badannya sedikit lalu pergi dari hadapan Leo untuk memanggil Vol dan West.
Leo melihat pintu kantornya sudah tertutup pun menyenderkan punggungnya di senderan kursi.
"Hah--anak gue kenapa jadi kayak gini--jadi orang tua gak pernah mudah." Lirih Leo sembari mengusap wajahnya kasar.
Tiba-tiba ia mendengar pintunya dibuka secara mendadak membuat Leo sedikit terkejut. Ternya itu adalah ulan anak perempuannya Fio.
"Dad panggil aku?" Tanya Fio dengan hati-hati. Sembari menundukkan kepalanya karena takut.
"Dimana Vol? Belfiore Axale Zeolapard?" Tanya Leo dengan aura mengintimidasi. Fio pun menundukkan kepalanya karena takut dengan aura milik Daddynya.
"G-gak tau Dad." Ujar Fio sembari memainkan jemarinya karena takut.
"Bohong. Dad tidak pernah mengajari kamu untuk berbohon Fio. Jangan pernah merusak kepercayaan Daddy untuk kamu Fio." Ujar Leo sembari berjalan kearah Fio.
"Kemana Vol Fio? Dad tanya sekali lagi, kalau kam berbohong lagi, Daddy tidak akan memberikan kepercayaan lagi kepadamu Fio." Ujar Leo memasukkan kedua tangannya ke kantung celana formalnya.
"D-di r-rumah Om Ares Dad." Lirih Fio, siapa yang tidak takut di intimidasi oleh Leo? Jawabannya tidak ada, Lia pun sebagai istri merasa takut bila Leo sudah menatap Lia dengan dingin.
"Kenapa kamu kerja sama? Dengan Vol?" Ujar Leo dengan dingin. Fio pun menatap mata Leo dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Fio. Daddy bertanya, semua pertanyaan harus dijawab bersama dengan alasannya Fio." Ujar Leo lagi.
"Sekarang mau Daddy gak marah lagi?" Ujar Leo dengan nada yang melembut. Fio pun dengan antusias menganggukkan kepalanya sembari menatap Leo dengan mata yang masih berkaca-kaca.
"Kamu stay disini, biar Daddy yang jemput Kakak." Ujar Leo sembari berjalan melewati Fio sembari memberitahu West untuk mengawasi pergerakan Fio. Karena anak itu sangat lincah.
Leo pun turun ke basement menghiraukan sapaan dari para karyawannya. Leo masuk ke dalam mobilnya. Setelah mesin mobilnya manyala ia segera menancapkan gasnya menuju ke Rumah Ares.
****
Setelah sampai di rumah Ares Leo keluar dari mobil dan masuk melalui pintu utama.
"VOLPER MARIO ZEOLAPARD!" Teriak Leo marah sembari menyari keberadaan Vol.
"Rame amet! Eh si Leo! Ngape lo?" Ujar Ares sembari berjalan ke arah Leo dengan baju khas tidur, sudah jam 3 sore dan masih memakai baju khas tidur itu tidak menunjukkan bahwa Ares adalah CEO yang baik dan benar, tidak patut di contoh.
"Vol dimana?" Ujar Leo sembari menatap dingin Ares.
"Tuh! Di kamar Galang." Galang adalah anak dari Ares dan Vendra. Yang umurnya sama dengan Vol.
Leo pun naik ke atas lalu membuka pintu kamar Galang, terlihat bahwa Vol sedang merokok di balkon kamar Galang.
Leo pun menggeram marah.
"Volper Mario Zeolapard!" Tegas Leo, Vol yang merasa terpanggil [un menengokkan kepalanya kebelakang lalu cepat-cepat mematikan batang rokoknya.
"Kantor." Ujar Leo setelah itu membalikkan badannya menuju pintu untuk kembali ke kantor.
Vol pun meneguk salivanya kasar, karena ia tidak pernah melihat Daddy nya semarah ini. Vol pun menepuk pundak Galang 2 kali, setelah itu ia berlari kebawah untuk menyusul Daddy nya memakai motor yang ia bawa dari rumah.
Leo pun sudah mau sampai di kantornya. "Xander." Ujar Leo.
"Yes sir?" Terdapat monitor yang muncul di kaca samping Leo.
"Call My Wife." Ujar Leo sembari menunggu telefonnya tersambung.
"Kenapa Yo?" Tanya perempuan di seberang telefon.
"Ke kantor Queen anak kamu bikin masalah lagi di sekolah. Aku udah gak ngerti lagi harus gimana." Ujar Leo frustasi sembari memijat pangkal hidungnya.
"Pas banget aku lagi di deket kantor. Aku kesana sebentar lagi. Kamu hati-hati nyetir." Ujar Lia.
"Iya Queen." Ujar Leo sembari memarkirkan mobilnya di parkiran khusus miliknya.
Leo berjalan masuk ke arah gedung, dan berjalan ke arah lift pribadi.
Setelah ia sampai di lantai paling atas, ia masuk ke ruangannya terlihat masih adanya Fio yang sedang duduk di sofa ruangan pribadinya.
"Fio. Berdiri." Ujar Leo sembari berjalan ke arah meja pribadinya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan Vol yang nafasnya masih tersengal-sengal karena sehabis berlari.
"Berdiri disini Vol." Ujar Leo sembari menatap tajam mereka, pintu pun terbuka lagi dan adanya Lia yang masuk.
"Fi, Vol--apa yang kalian lakukan?" Ujar Lia dengan dingin menatap mereka berdua. Si kembar pun menunduk kepalanya dalam, karena mereka takut bila Lia sudah marah, karena Lia adalah orang yang sabar, maka bila Lia marah, maka dunia akan kiamat.
"Mommy bebasin kalian bukan berarti Mommy akan jaga kalian sepenuhnya kan? Mommy bukannya malau atau yang lain, tapi kalian sudah besar, sudah bisa memilih jalan yang terbaik, gak apa-apa nakal, tetapi jangan sampai merugikan orang yang gak bersalah juga."
Leo pun hanya menyimak Lia berbicara.
"Sini peluk Mom." Lia pun merentangkan tangannya untuk memeluk mereka berdua. "Sorry, Mommy marah sama kalian." Lanjut Lia.
Leo pun hanya tersenyum melihat itu semua. "Lain kali jangan begitu. Daddy dulu kecil juga sama seperti kalian, tetapi Daddy tidak pernah merugikan orang yang tidak bersalah. Daddy sih gak masalah, Your Mommy really loves you all." Ujar Leo smebari tersenyum Leo pun memeluk mereka bertiga.
-- THE END --
****
Gimana perasaan kalian pas baca ini?
Ini bener-bener last guys!
Goodbye VERGOSA!
Makasih untuk kalian yang selalu baca, vote dan comment aku punya cerita, walaupun pertama-tamanya kata-katanya masih kurang bagus karena aku masih penulis amatir, pertama kali nyoba bikin novel, dan alurnya gak jelas apa. Dan aku bikin teka-teki bolong sana sini.
Makasih guys!
****
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGOSA [COMPLETE]
Teen Fiction[⚠️ADANYA KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. DAN JUGA ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK BOLEH DICOBA. MOHON MEMBACA DENGAN BIJAK⚠️] [BUDAYAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA CERITA PON] VERGOSA. Nama geng motor yang cukup terkenal di kalanga...
![VERGOSA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/248490331-64-k744922.jpg)