BAB 36

4.5K 158 0
                                        

Nakula tersenyum lalu membiarkan william keluar dari apartemen setelahnya ia berbalik badan dan menatap ke arah balkon apartemen ia pun berjalan lalu berdiri di sana

"aku tidak akan bisa lepas darinya dan satu-satunya jalan adalah aku harus membunuhnya tetapi itu sangat sulit berkali-kali aku mencobanya selalu gagal dan seakan-akan dia membaca pergerakanku lalu sekarang apa yang harus aku lakukan"
Gumam nakula di dalam hatinya

Beberapa minggu sebelumnya nakula pernah berkali-kali berencana untuk membunuh william dari mulai ia pernah ingin menikam william yang sedang tertidur tetapi pergerakannya terhenti karena william yang tiba-tiba terbangun

Dan dengan cepat nakula menyembunyikan pisau yang ia pegang ke belakang tubuhnya rencana selanjutnya nakula pernah mencoba menukarkan minuman william dengan semprotan obat nyamuk tetapi minuman itu tumpah sebelum william meminumnya

Kedua rencana yang gagal itu membuat nakula berfikir bahwa sepertinya setiap pergerakannya william sudah tahu jadi dari semenjak itu ia memikirkannya dan terus memikirkan setiap hari bagaimana cara untuk melenyapkan william

"jika aku bisa aku akan membunuh kalian berdua"
Ucap nakula membayangkan wajah william dan andre

....

Di luar pagar rumah nakula
Terlihat di depan rumah nakula aletta berdiri di depan pintu menunggu ibu anara membukakan pintu untuknya

Krek

Dengan senyum di wajahnya ibu anara membuka pintu lalu memeluk aletta dan membawanya masuk

"maafkan aku tante karena datang sangat terlambat karena aku membantu ayahku mengemasi kopernya"
Ucap aletta

"Tidak papa yang tertinggal datang seperti biasanya"
Ucap ibu anara

Seperti beberapa minggu sebelumnya aletta duduk di kursi ruang tamu untuk menunggu ibu anara menyiapkan susu dan biskuit untuknya

Aletta menoleh melihat ke atas ke arah kamar nakula lalu ia berdiri dan berjalan menghampiri ibu anara yang berada di dapur

"tante ayah dan helena akan ke hongkong untuk urusan pekerjaan aku di rumah akan sendirian karena kau tahu william berada di amerika jadi jika boleh aku akan menginap di sini untuk beberapa hari"
Ucap aletta

Ibu anara yang mendengarkan memberhentikan kegiatannya lalu berbalik memeluk aletta lalu mencium keningnya

"Itu bagus aku selalu mencari kesempatan agar kau menginap di sini kalau bisa tidur di kamar nakula"
Ucap ibu anara dengan senyum girang di wajahnya

Aletta ikut tersenyum tetapi beberapa detik kemudian ia merenung memikirkan nakula yang belum diketahui keberadaannya
.
.
.

Pov andre yang masih posisi duduk dan diikat di dalam kamar mandi
Menundukkan kepalanya memikirkan apa yang harus dilakukan dengan keadaannya yang terikat seperti ini

Tak...tak...tak...

Krek

Nakula membuka pintu kamar mandi dengan sapu di tangannya dan tergesa-gesa memukul-mukul ke ujung kamar mandi yang terdapat cctv

"Mati kau!!matii serangga sialan"
Ucap nakula dengan tangan yang masih memukul-mukul

BAG!!BAG!!BAG!!

William yang berada di ruangannya tersenyum melihat layar cctv yang mulai perlahan tidak terlihat

Andre menatap nakula sampai dia berbalik badan dengan nafas yang terengah-engah

Nakula mendekati andre lalu melonggarkan ikatan tangan dan kakinya

"kau ikuti saja rencanaku aku tidak ingin segera bebas dari sini aku tidak ingin terlalu lama tinggal dengan orang yang sangat aku benci,William akan pulang pukul 5 sore dan kita hanya punya waktu 30 menit untuk bersiap"
Ucap nakula

....

Pukul 16:59

Krek

William membuka pintu apartemen dan langsung disambut oleh pelukan nakula dan senyum di wajahnya

Nakula mengambil tas william lalu membiarkan william masuk
Dengan tangan yang melonggarkan dasinya william mengendus-ngendus mencium bau gas yang sangat menyengat

Nakula yang melihat william sedang mengendus-ngendus dengan cepat menarik tangannya lalu membawanya masuk ke dalam kamar

"aku rasa gas di dapur bocor"
Ucap william

"Tidak...itu mungkin dari apartemen lain"
Ucap nakula

"Benarkah?"
Tanya william perlahan berjalan mendekati nakula

Nakula sedikit memundurkan langkahnya lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat ke belakang william

BRAGG

Nakula terjatuh di atas kasur dengan posisi william yang sudah berada di atasnya

"Ada apa?Kau terlihat cemas"
Ucap william membelai pipi nakula

"memang aku terlihat seperti biasanya"
Ucap nakula berusaha agar tidak gugup

"Ayok kita lakukan aku sangat menginginkannya sekarang"
Ucap william mencium leher nakula dengan satu tangan yang membuka kancing baju nakula

"Tapi...tunggu William"
Ucap nakula mendorong william

"Kenapa?kau tidak mau jika mati bersamaku"
Ucap william

Nakula terkejut dan membesarkan matanya saat melihat andre yang sudah berada di belakang william

BAAGGG!!

"ACKHH"
Teriak william terjatuh ke pelukannya nakula dengan tangan yang memegangi kepalanya

Dengan cepat andre membuang tongkat baseball yang ia pegang lalu menarik tangan nakula dan dengan cepat membawanya keluar dari kamar

Dengan pandangan yang tidak terlalu jelas william samar-samar melihat nakula yang berlari keluar dengan andre

Aroma gas mulai tercium sangat menyengat dengan alat andre memeluk nakula dan mereka sudah berada di balkon apartemen andre mengeluarkan korek api

"Kau siap"
Ucap andre

Dengan nafas yang terengah-engah nakula menganggukkan kepalanya dan mempererat pelukannya

321

Dengan hati yang menghitung mundur andre mulai menyalahkan korek api lalu melemparnya ke dalam apartemen dan ia bersiap loncat dari atas dengan posisi memeluk nakula dan memang kebetulan di bawah mereka ada kolam renang

William yang menyadarinya dengan cepat menarik selimut lalu menutupi tubuhnya dan berlari menembus kaca melompat keluar dari kamar

PRANGG!!!DWAAARRR

Ledakan hebat terjadi dengan api yang menyembur keluar dari apartemen

William yang mendarat di atas tanaman hanya mendapati luka-luka sobek ringan karena tubuhnya yang ditutupi oleh selimut

Dengan kepala yang sedikit pusing william berusaha berdiri lalu menatap lurus ke depan melihat nakula dan andre yang hendak keluar dari kolam renang

Pov andre yang sedang menarik tangan nakula agar ia segera keluar dari kolam renang setelahnya dengan cepat andre memeluknya dan memeriksa keadaan nakula

"Kau baik-baik saja??ada yang terluka??"
Tanya andre dengan wajah yang panik

Nakula sedikit batuk lalu menggelengkan kepalanya

"Aku baik-baik saja...hah...hah...hah...hah..."
Ucap nakula dengan nafas yang terengah-engah

"Syukurlah"
Ucap andre kembali memeluk nakula

Dengan posisi yang masih diperlukan oleh andre nakula menoleh ke atas melihat apartemen yang sudah terbakar dan juga orang-orang yang berhamburan karena panik

"mengapa aku merasa dia masih berada di sekitarku"
Gumam nakula di dalam hatinya

KREK

Andre mendongak melihat ke depan karena terkejut dengan sesuatu yang menempel di dahinya

William dengan tangan yang berlumuran darah menodongkan pistol ke arah kepala andre dan sudah bersiap untuk menembak

Nakula yang belum menyadari kedatangan william mendongakan kepalanya untuk melihat andre dan ikut terkejut saat melihat pistol yang menempel di keningnya

DRAGON (BxB) endTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang