BAB 17

8.1K 228 1
                                        

Skip pagi hari
Nakula yang sudah siap dengan seragamnya turun ke bawah hendak sarapan disaat ia baru menuruni tangga ia melihat ibu anara sedang membuka-buka kado hadiah nakula semalam

"ibu mengapa tidak membangunkanku agar aku bisa membantumu"
Ucap nakula

"kau harus sekolah nakula semalam pestanya pasti sangat melelahkan ibu tidak akan mungkin membangun kamu spagi tadi"
Ucap ibu anara

Nakula mengerutkan alisnya saat melihat kado william yang masih terbungkus rapi terletak di atas meja

"mengapa ibu belum membukanya?"
Tanya nakula

"tadi pagi-pagi sekali william menelpon dia mengatakan jika kadonya ingin dibuka olehmu"
Ucap ibu anara

Nakula mengambil kado itu lalu membukanya dan membesarkan matanya saat mengetahui isi dari kado itu

"dia benar-benar orang gila"
Gumam nakula di dalam hatinya

Nakula mengangkat surat yang berada di dalam kotak hadiah itu lalu membacanya

"jika kau ingin menukarkan hadiahmu itu datanglah ke alamat ini aku siap dimarahi olehmu"

Dengan cepat nakula memasukkan surat itu kembali ke dalam kotak hadiah lalu membawanya ke dalam kamarnya dan menyimpannya di atas meja setelahnya nakula kembali bergegas untuk sarapan dan berangkat ke sekolah

Skip pulang sekolah
Nakula yang baru saja sampai di depan rumahnya dengan cepat membuka pintu dan bergegas ke kamarnya untuk mengganti baju karena ayahnya sudah menunggunya di dalam mobil polisi

Di kantor polisi

"kau tidak perlu capek mencari siapa pelakunya karena dia memang benar-benar pelakunya bukti sudah sangat kuat banyak sidik jari yang ditemukan di tkp juga di tubuh laura dan barang-barang laura lainnya"
Ucap ayah lukman

"aku berpikir mengapa kemarin-kemarin aku meragukan kepolisian"
Gumam nakula di dalam hatinya

"ayo ikut ayah untuk lihat wajah pelakunya"
Ucap ayah lukman berjalan mendahului nakula

Dan dengan cepat nakula mengikuti ayahnya

Di depan sel pelaku

Seorang bapak-bapak yang sudah berumur kisaran 50 tahun berjongkok di ujung sel dengan menundukkan kepalanya

"apa seperti itu sepanjang waktu?"
Tanya nakula

"dari awal dia ditangkap dia bungkam tetapi kepolisian tidak memerlukan dia bicara karena bukti semuanya kuat mengarah kepadanya"
Ucap ayah lukman

Nakula menatap tajam ke arah bapak-bapak itu terlihat orang itu seperti memiliki beban yang sangat berat dia hanya menunduk dan menunjukkan ekspresi yang susah untuk dideskripsikan

"ayah tidak bisa mengantarmu pulang karena ayah akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan andre"
Ucap ayah lukman

"memang ada apa dengannya?"
Tanya nakula

"kepolisian yang sedang mengevakuasi mayat kedua remaja tak sengaja menemukannya terkapar bersimbah darah dengan leher yang terdapat luka sangat besar di gudang terbengkalai"
Ucap ayah lukman

"gudang terbengkalai"
Gumam nakula

"segeralah pulang nakula kau pasti sangat lelah ayah akan pergi"
Ucap ayah lukman berjalan meninggalkan nakula

"mengapa aku merasakan hal yang sangat janggal pertama orang ini tidak menunjukkan ekspresi bahwa dia adalah pelaku kedua mengapa andre bisa ditemukan di tempat yang sama dengan kedua kakak kelasku"
Gumam nakula

DRAGON (BxB) endTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang