dengan bibir yang masih dilumat paksa bryan meraba dada alex lalu mencengkeram nya
"AAAKHHH!!"
Teriak alex menjauhkan wajahnya dengan tangan yang mengusap-ngusap dadanya
Dengan sangat marah bryan mengepalkan kedua tangannya lalu bersiap memukul alex
"HAHAHAHAH"
Dengan hanya memakai handuk yang menutupi bawahnya william tertawa
"shhh...ini sangat sakit"
ucap alex mengusap-ngusap dadanya yang tadi dicengkram oleh bryan
"dia gila aku tidak ingin dekat-dekat dengannya!"
ucap bryan berdiri lalu berjalan mendekati william
"mengapa kau menolak bukannya kau itu seorang bi"
ucap william duduk di sofa
Bryan membuang nafas kasar lalu duduk di samping william
"aku pihak atas dan aku tidak akan pernah menjadi pihak bawah itu sangat menjijikan"
Ucap bryan
Alex tersenyum saat mendengar apa yang baru saja dikatakan bryan sedangkan bryan melihatnya dengan tatapan sinis
"kau alex?"
Tanya william
"ya...kau sudah mengetahuinya padahal kita belum pernah bertemu aku tidak heran mengapa kau menjadi ketuanya"
Ucap alex
"untuk apa kau ke sini?...besok aku akan menemuimu di kantor"
Ucap william
Alex mengangkat satu kakinya lalu mengeluarkan rokoknya dan menyudutnya
"saat itu aku hanya penasaran tentang hidupmu karena dengar-dengar kau sering membunuh orang tanpa menghilangkan jejak"
Ucap alex
"waw orang amerika sampai mendengar tentangnya"
gumam bryan di dalam hatinya
"aku menyuruh anak buahku untuk mengetahui semua tentangmu dan aku yang akan menjadi klien mu itu hanyalah alasan agar aku bisa bertemu langsung denganmu"
Ucap alex
"kau pikir aku seorang aktris untuk menghubungiku kau hanya perlu menemui anak buahku yang sering berkeliaran di jalanan tidak mungkin anak buahmu tidak mengetahui mereka...lalu jika kau bertemu denganku apa yang kau mau dariku kelihatannya kau orang yang sangat kaya"
Ucap william
"sebenarnya aku hanya ingin berteman dan aku ingin memberitahumu jika adikmu sekarang adalah musuhmu,dia bekerja sama dengan katrina orang yang sangat membencimu,membayar anak buahmu untuk melenyapkanmu,adikmu melakukannya hanya untuk memisahkanmu dari nakula"
Ucap alex
"biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau sekarang bahwa aku ke anak buahku"
Ucap william berdiri hendak ke kamar
Tetapi langkahnya terhenti saat melihat nakula dengan di balut selimut berjalan ke arahnya
"mengapa kau meninggalkanku"
Ucap nakula dengan mata yang sedikit memejam
"sebaiknya kau kembali ke kamar dan tidurlah kau masih dalam pengaruh alkohol"
Ucap william
Nakula memanyunkan bibirnya lalu memeluk william dan itu membuat selimut yang membalut tubuhnya jatuh
"tidak!...kau pasti akan meninggalkanku"
Ucap nakula
"aku hanya akan pergi beberapa menit saja"
Ucap william mengusap rambut nakula
tak tak tak
"William aku menyuruh alex untuk menunggu di parkiran dan sebaiknya kita biarkan dia menunggu seperti itu karena aku sedikit ragu dengan apa yang dia katakan"
Ucap bryan
Saat mendengar suara bryan dengan cepat william mengambil selimutnya kembali lalu menutupi tubuh nakula
Melihat apa yang dilakukan William bryan memutar bola matanya
"untuk apa kau menutupinya aku sudah pernah melihat semuanya"
ucap bryan
"sekarang dia milik ku"
ucap William menggendong nakula lalu membawanya ke dalam kamar
Bryan tertawa dengan sambil berbalik badan lalu kembali terdiam dan berjalan cepat untuk segera ke parkiran
...
Di dalam kamar
Nakula yang baru saja direbahkan memalingkan wajahnya karena marah dengan william yang akan meninggalkannya
"aku tidak akan lama aku berjanji... lagipula jika kau sadar kau malah akan membiarkan ku pergi lebih lama,dan marah padaku karena aku yang tidak bisa berhenti tadi"
ucap William
"aku tidak akan ingin melihat wajahmu jika kau tidak menepati janjimu"
Ucap nakula
"iya aku berjanji"
Ucap william berbalik badan hendak keluar dari kamar tetapi dengan cepat nakula menahan tangannya
"kau tidak menciumku?"
Tanya nakula
William terdiam menatap nakula
"haruskah aku memberinya alkohol setiap hari agar dia seperti ini setiap saat"
Gumam william di dalam hatinya
CUP
William mengecup singkat bibir nakula lalu segera keluar untuk menyusul alex dan bryan yang sedang menunggunya
Di parkiran
"aku tidak akan membiarkan membohonginya!!...jangan main-main denganku!!"
Ucap bryan
"bukankah tadi kau sudah melihatnya sendiri mengapa sekarang kau malah berpikir aku membohongi william....dia itu panutanku aku ingin sepertinya membunuh tanpa harus meninggalkan jejak"
Ucap alex
SRET BRAGG!
Bryan menarik kerah baju alex lalu mendorongnya dan memojokkannya
"ayolah bryan alex tidak akan mungkin menyukaiku lagi pula dia juga bukan tipeku jadi kau tidak perlu khawatir"
Ucap william masuk ke dalam mobil
bryan melepaskan cengkramanya lalu masuk ke dalam mobil dan membanding pintu
"kau sangat tidak lucu"
Ucap bryan
"kau tidak perlu khawatir jika memang benar dia berbohong kau tahu aku bukan"
Ucap william
5 menit kemudian
Alex memberhentikan mobilnya di depan sebuah gudang terbengkalai yang tidak asing untuk william dan bryan
"ini gudang milik ayahku gudang ini sengaja tidak dikunci karena memang tidak terpakai"
Ucap alex keluar dari mobil diikuti oleh bryan dan william
"aku sangat berterima kasih kepada ayahmu"
Ucap william berjalan mendekati pintu gudang
Tak jauh dari mobil yang terparkir di balik pohon di dekat semak-semak mata-mata kiriman aleta dan katrina sedang mengintip
William yang menyadari keberadaannya mengeluarkan pistolnya lalu berbalik badan dan menodongkan ke arahnya
DARRR
Mata-mata itu refleks menarik tubuhnya dan beruntung peluru mengenai pohon yang menjadi tamengnya
"pergilah dan beri tahu kepada katrina aku akan menunggunya"
Ucap william
Dengan tergesa-gesa mata-mata itu berlari menjauhi gudang untuk ke rumah sakit dan bertemu dengan katrina
William membuang nafas lalu memasukkan kembali pistolnya
"dimana lagi aku berlatih untuk memutuskan urat nadi seseorang"
gumamnya
KAMU SEDANG MEMBACA
DRAGON (BxB) end
Romance"Ini hukuman untukmu" Ucap william menahan kepala nakula Nakula merasakan saat-saat penis william yang hendak masuk ia meremas sprei karena karena merasakan sakit "TIDAK!!TIDAK!!ITU TIDAK AKAN MASUK!!" Teriak nakula menarik tubuhnya William tersenyu...
