"Ini hukuman untukmu"
Ucap william menahan kepala nakula
Nakula merasakan saat-saat penis william yang hendak masuk ia meremas sprei karena karena merasakan sakit
"TIDAK!!TIDAK!!ITU TIDAK AKAN MASUK!!"
Teriak nakula menarik tubuhnya
William tersenyu...
Dengan masih menatap sekelilingnya william mengerutkan alisnya karena desain kamarnya yang begitu mewah dan terlihat seperti desain kamar kerajaan
"ada apa tuan pangeran apa anda kembali mengalami mimpi buruk?" Tanya pelayan yang sudah dari tadi berdiri di sampingnya
"dimana aku?" Tanya william
krek
Pelayan segera menundukkan kepalanya saat melihat penasihat raja yang masuk lalu berjalan mendekati william yang masih berada di ranjangnya
"jangan terus membuang waktumu seperti yang sudah-sudah,segeralah bersiap calon pengantinmu akan segera datang" ucap penasihat kerajaan berbalik badan kembali berjalan mendekati pintu "
"mengapa dia mengaturku?" Tanya william
"maaf tuan dia itu pamanmu sekaligus penasehat mendiang ayahmu jadi agar dia tidak menghukum mu mari segeralah kita bersiap" Ucap pelayan menundukkan kembali kepalanya . .
Di aula kerajaan William yang duduk di singgasana pangeran menoleh melihat singgasana raja yang kosong
Ia kembali menoleh melihat ke depan saat rombongan berjalan masuk lalu berdiri beberapa langkah di depannya
"dia calon istriku?" Tanya william kepada pelayan yang berdiri di sampingnya
"iya tuan" Ucap pelayan sedikit membungkukkan tubuhnya
William tersenyum saat melihat nakula yang berdiri di belakang putri cantik yang sedang menatapnya
"dia semakin cantik dengan rambut blondenya itu" Gumam william di dalam hatinya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
EKHEM
Terdengar penasihat kerajaan william berdehem dan dengan segera penasihat kerajaan yang dibawa putri laura maju satu langkah dan memberi hormat kepada william
"tuan putri laura dari kerajaan selatan" Ucap penasehat kerajaan selatan masih membungkukkan tubuhnya
Dengan mengangkat sedikit gaunnya putri laura yang masih tersenyum sedikit menundukkan kepalanya untuk memberi hormat
William turun dari singgasananya lalu berjalan mendekati tuan putri dan menjabat tangannya lalu menciumnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.