BAB 30

5.6K 172 1
                                        

William yang baru saja mematikan telepon dari aletta kembali menelpon anak buahnya

"ada apa bos?"
Tanya anak buahnya dari sambungan telepon

"awasi aletta jangan biarkan dia memberitahu kedua orang tua nakula"
Ucap william

"Tetapi jika dia nekat apa yang harus kami lakukan?"
Tanya anak buahnya

"tangkap dia dan sekaplah tetapi jangan biarkan dia terluka sedikitpun"
Ucap william

"Baik bos"
Ucap anak buah

William menoleh melihat nakula yang masih tertidur di atas kasur dengan leher yang sudah terikat rantai
.
.

Nakula yang masih memejamkan matanya merasa terganggu saat cahaya matahari yang mengenai wajahnya ia membuka matanya dan langsung bertatapan dengan william seketika dengan cepat nakula sedikit menghindar

"selamat pagi"
Ucap william dengan senyum di wajahnya

Nakula menoleh melihat ke sekitar kamar dan itu tampak asing baginya

"dimana kita sekarang?"
Tanya nakula

"kita sedang berada di amerika aku mempunyai sedikit urusan di sini jadi aku pikir aku membawamu ke sini karena tidak mungkin membiarkanmu tinggal bersama anak buahku"
Ucap william

"Apa!"
Ucap nakula membesarkan matanya

"mulai sekarang dan nanti kita akan tinggal bersama jadi aku pikir tidak akan ada rahasia diantara kita aku akan memberitahumu mengapa aku ikut menghabisi nyawa adikmu"
Ucap william

"sebaiknya kau pergi"
Ucap nakula membuang wajahnya

Dengan satu tangannya william mencengkram pipi nakula lalu mengembalikan posisi wajahnya agar menghadapnya

"kemarin kau sangat penasaran sekali mengapa sekarang tidak"
Ucap William

Nakula hanya terdiam menatap william dengan mata yang berkaca-kaca

"Ok aku tidak akan banyak berbuah lagi jadi aku akan menjelaskan semuanya,pertama aku tidak sengaja membunuh adikmu karena memang saat itu aku sedang mabuk"
Ucap william

Flashback
Pov laura yang baru keluar dari sekolahnya berdiri di depan gerbang untuk menunggu jemputan dari ibu anara

"Laura apa kau akan menunggu saja atau mau menumpang denganku dan ibuku"
Ucap temannya

"tidak usah lagi pula rumah kita tidak searah"
Ucap laura

"aku bisa meminta ibuku untuk mengantarkanmu terlebih dahulu aku takut ibumu terlalu sibuk sehingga lupa untuk menjemputmu seperti dua hari sebelumnya"
Ucap temannya

"tidak kali ini ibu tidak akan melupakannya karena sebelum pulang kita akan ke toko buku"
Ucap laura

"ya sudah kalau itu mau aku pulang dulu"
Ucap temannya melambaikan tangan kepada laura

Laura pun membalas lambaiannya lalu terdiam kembali tapi beberapa menit kemudian ibu anara belum juga menjemputnya laura yang sedikit kesal membuka tasnya untuk mencari kartu bus

"semoga saja aku membawanya"
Ucap laura mengorek-ngorek tasnya

Tetapi laura tidak menemukan kartu busnya dan mengingat jika ia meletakkan kartu bus itu diatas meja karena semalam ia baru menempelkan stiker di kartu busnya

"Astagaa hari ini begitu sial"
Ucap laura berjalan menyusuri trotoar

Karena memang jarak rumah laura dari sekolah tidak terlalu jauh apalagi jika ia melewati jalan dalam hanya butuh waktu 1 sampai setengah jam untuk sampai ke rumahnya jika jalan kaki

DRAGON (BxB) endTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang