Satu minggu kemudian
Di villa
Jam sudah menunjukkan pukul 22:30 nakula sedang duduk di ayunan kecil memperhatikan william yang sedang menggotong meja untuk diletakkan di pinggir kolam
"bajingan sialan!"
gumam William mengeluarkan ponselnya
tut
"apa kau ke sini dengan berjalan kaki mengapa lama sekali!"
Ucap william
"apa yang lain belum sampai?"
Tanya bryan dari sambungan telepon
"1 jam yang lalu mereka sudah sampai dan sekarang sedang sibuk dengan tugas masing-masing...kau pikir kau siapa ingin datang jika semuanya sudah selesai!"
Ucap william
"astaga berisik sekali setelah dokter selesai aku akan segera ke sana"
ucap bryan menutup telepon
pov bryan
Membuang nafas lalu menoleh melihat ibunya yang terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit
"seharusnya ibu tidak menikah dengan laki-laki bodoh itu"
ucapnya
SRETT
bryan berhenti di depan gerbang villa lalu turun dan memberikan kunci mobilnya kepada salah satu anak buah william yang menjaga di luar
"dimana william dan yang lain?"
Tanya bryan berjalan mendekati nakula
"entah tadi ada yang meneleponnya lalu tak lama dia keluar"
Ucap nakula
tak tak tak
"selamat malam"
ucap alex merangkul bryan
terlihat bryan mengepalkan tangannya lalu menoleh menatap sinis alex
"jangan menatapku seperti itu atau nanti aku akan mencium"
Ucap alex
"cek,lepaskan!!"
ucap bryan melepaskan tangan alex yang merangkulnya
Nakula tertawa lalu menoleh melihat william yang sedang berjalan mendekati mereka ia pun kembali terdiam
"ada apa..mengapa kau tidak melanjutkan tertawamu?"
Tanya william
"ingin saja"
ucap nakula
William tersenyum lalu menarik tangan nakula dan menggendongnya
"APA YANG LAKUKAN TURUNAN AKU!!"
Teriak nakula menghentakkan kedua kakinya
Melihat william pergi membawa nakula ke dalam bryan yang tak ingin bersama dengan alex mengikutinya masuk lalu duduk di ruang tv
"kau memang suka sekali dikejar"
Ucap alex berjalan mengikuti bryan
Di dalam kamar
brag
William menjatuhkan nakula di atas kasur lalu menindihnya saat melihat nakula yang hendak terbangun
"mengapa kau terdiam saat aku melihatmu tertawa?..apa kau tidak menyadarinya tadi itu kau sangat cantik"
Ucap william
"aku ini laki-laki seharusnya aku tampan bukan cantik kau terus saja mengatakan itu"
Ucap nakula
"kau tampan di mata ibumu tetapi di mataku kau sangat cantik,wangi dan lembut seperti bayi"
Ucap william meletakkan wajahnya di atas perut nakula
"sudah lah sebentar lagi tengah malam aku tidak ingin melewatkan...tunggu!!apa yang sedang kau lakukan!!"
Ucap nakula mendongakkan kepalanya saat merasakan william mengusap-ngusap perutnya menggunakan satu jarinya
"kau merasakan sesuatu?"
Tanya william
"singkirkan tanggan mu!!..itu sangat geli!"
Ucap nakula mendorong kepala william
KAMU SEDANG MEMBACA
DRAGON (BxB) end
Romantizm"Ini hukuman untukmu" Ucap william menahan kepala nakula Nakula merasakan saat-saat penis william yang hendak masuk ia meremas sprei karena karena merasakan sakit "TIDAK!!TIDAK!!ITU TIDAK AKAN MASUK!!" Teriak nakula menarik tubuhnya William tersenyu...
