Di depan kantor polisi
"segera bawa dia pulang dan jangan biarkan mereka pergi kemana-mana firasatku sangat tidak enak"
Ucap william berjalan mendekati mobilnya yang berada di parkiran
William mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat untuk segera sampai ke sekolah nakula
krek
Baru saja ayah lukman membuka pintu ia sudah disambut pelukan istrinya dengan ishak tangisnya
"HIKS...nakula...HIKSS...mereka tidak membiarkanku keluar...HIKS...HIKS.."
Ucap ibu anara dengan berlinangan air mata
Ayah lukman mengusap-ngusap rambut ibu anara lalu membawanya masuk ke dalam rumah
"tenangkan dirimu sebentar lagi nakula akan pulang william sudah menjemputnya"
Ucap ayah lukman berusaha menenangkan istrinya
"bagaimana aku bisa tenang nakula sedang berada di rumah sakit saat ini!!...HIKS...HIKS...ada mobil asing yang entah dari mana menabraknya"
Ucap ibu anara melepaskan pelukannya masih dengan berlinangan air mata
Ayah lukman yang baru mengetahui kabar itu membesarkan matanya ia berdiri lalu berjalan mendekati pintu yang dengan cepat dihadang oleh anak buah william
"MENYINGKIR LAH BAJINGAN!!"
Teriak ayah lukman berusaha mendorong anak buah william
Tetapi dengan segera anak buah william yang lain menahan ayah lukman agar tetap diam
"jangan khawatir nakula pasti akan baik-baik saja"
Ucap salah satu anak buah
"JIKA TERJADI APA-APA PADA ANAKU KALIAN TIDAK AKAN SELAMAT!!"
Teriak ayah lukman
Ibu anara yang semakin histeris berdiri lalu berjalan mendekati suaminya dan memeluknya ayah lukman pun membalas pelukannya dan tidak bisa menyembunyikan air matanya
Melihat itu bryan mengusap air matanya yang tak terasa mengalir sendiri,beberapa detik kemudian ia kembali tersenyum miring saat mengingat wajah ayahnya yang menghancurkan segalanya
Flashback
Saat itu adalah malam tahun baru yang seharusnya menjadi malam yang indah bagi semua anak kecil tetapi tidak dengan Bryan
Bryan kecil melihat kembang api dari jendela rumahnya sambil mendengar desahan ayahnya yang sedang bercinta dengan laki-laki jalang yang entah dari mana
"ketika besar nanti kau harus seperti ayahmu yang menyayangi ibu"
Ucap ibunya tersenyum kepada Bryan
Bryan menoleh melihat ibunya lalu melihat luka lebam yang berada di sekitar wajah ibunya
"istri ku tolong ambilkan aku segelas air aku sangat haus"
Teriak ayahnya dari dalam kamar
Dengan segera ibu Bryan bergegas ke dapur untuk mengambilkan suaminya segelas air
Dengan senyum manisnya ibu Bryan memberikan segelas air kepada suaminya yang masih meletakkan penisnya di dalam lubang pantat jalangnya
"setelah ini kau ingin aku masakan apa?"
Tanya ibu bryan dengan masih tersenyum
"terserah kau saja"
Ucap ayah bryan kembali melanjutkan kegiatannya
"ibu sangat bahagia jika ayah sedang bercinta dengan jalangnya karena saat itulah ayah akan memperlakukan ibu dengan sangat baik"
gumam bryan di dalam hatinya
Bryan membuang nafasnya lalu mengangkat teleponnya yang sedari tadi berdering
"MENGAPA KAU BEGITU LAMA MENGANGKATNYA SIALAN!!"
Teriak william dari sambungan telepon
Reflek bryan menjauhkan ponselnya dari telinganya
"maafkan aku tadi aku sedang melamun"
Ucap bryan
KAMU SEDANG MEMBACA
DRAGON (BxB) end
Romance"Ini hukuman untukmu" Ucap william menahan kepala nakula Nakula merasakan saat-saat penis william yang hendak masuk ia meremas sprei karena karena merasakan sakit "TIDAK!!TIDAK!!ITU TIDAK AKAN MASUK!!" Teriak nakula menarik tubuhnya William tersenyu...
