BAB 51

3.9K 106 2
                                        

DARRR!!

"AACKKHH!!"
rintih helena membesarkan matanya

Helena yang tadinya tergesa-gesa beberapa detik saat setelah ia mendorong william agar tidak menghalangi langkahnya terdiam memandang luka tembak di dadanya

William tersenyum lalu berjalan mendekati aletta yang juga sedang terkejut melihat helena yang baru saja tertembak olehnya

"kau seharusnya tidak berada di rumah"
ucap aletta dengan masih membesarkan matanya

"William...diiaa...mengatakann inggin melukaimu"
Ucap helena perlahan ambruk dengan dada yang berlumuran darah

"tidak perlu menunggu ayah datang ikut denganku jika ingin selamat dari polisi"
ucap william dengan seringai di wajahnya

Dengan kedua tangan yang di kepalkan aletta berjalan mendekati helena yang terkapar dan terlihat sudah tidak sadarkan diri

"seharusnya kau tidak mendorong bajingan itu!!"
Ucap aletta sedikit meninggikan suaranya

"yang bisa menyelamatkanmu dari polisi hanyalah aku jadi seharusnya aku berterima kasih kepada helena karena dia datang tepat waktu aku tidak mati"
Ucap william dengan kasar menggenggam tangan aletta lalu menariknya membawanya keluar

"LEPASKAN AKU BAJINGAN!!...AKU TIDAK MEMBUTUHKAN BANTUAN MU!!"
Teriak aletta berusaha melepaskan genggaman tangan william

Mengabaikan aletta william melemparnya kepada salah satu anak buahnya yang sudah menunggu di luar

"bos dia sangat membahayakan nyawamu seharusnya kau segera membunuhnya"
Ucap salah satu anak buah william

"aku akan melakukannya setelah semuanya berkumpul"
Ucap william yang baru saja masuk ke dalam mobil

"LEPASKAN AKU!!...AYAH TOLONG AKU... SIALAN AKU AKAN MEMBUNUH MU WILLIAM!!...AAAAAAAAA!!!"
Teriak aleta masih terus memberontak

Karena teriakannya yang begitu melengking dengan cepat dua anak buah william memasukkannya ke dalam mobil dan segera membawanya jauh dari dari sana

SRETT

Di depan gudang milik ayah alex mobil yang di bawah anak buah william berhenti lalu dengan cepat keluar serta membawa aletta

"LEPASKAN AKU!!...LEPASKAN KAU SIALAN!!"
Teriak aleta masih terus memberontak

"DIAM JALANG!!"
Teriak salah satu anak buah mempercepat menyeretnya

Aleta diseret paksa masuk ke dalam gudang itu lalu dilempar di depan dua anak buah william penghianat yang masih dalam kondisi diikat

"bodoh kau sangat bodoh jika berurusan dengan kakakmu"
Ucap salah satu anak buah william sebelum meninggalkan aletta yang sedang terduduk dengan tangan yang kesakitan karena terbentur
.
.

"AAHH...AAHH...AAHH...AAHH...aku sangat lelah"
Ucap bryan dengan mata yang sudah sayup-sayup

PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK PLOKK

Dengan masih memacu mundurkan bokongnya alex sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat bryan

PLANK

"AAAKHH!...apa itu"
Ucap bryan membesarkan matanya

Alex tersenyum melihat tanda merah di pantat bryan akibat tamparannya barusan ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan agar wajah mereka berjajaran

"NNGHHH!!...kau membuat itu masuk lebih dalam!!"
Ucap bryan memejamkan matanya

"aku akan berhenti jika kau memanggil namaku dengan begitu manja"
Ucap alex

"jangan menjebakku  aku tahu kau tidak akan melakukannya jika aku menurutmu"
Ucap bryan

DRAGON (BxB) endTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang