Tak tak tak
Krek
"bagaimana apa aku sudah bisa membawa nakula ke sini?"
Tanya william berjalan mendekati Trapis yang sedang berdiri diantara ibu anara dan ayah lukman
"mungkin besok atau lusa karena mereka masih belum sepenuhnya pulih"
Ucap trapis
"Dia anak yang sangat manis aku sudah membayangkan wajahnya di dalam kepalaku"
Ucap ibu anara
"Ya...kau benar dia sangat manis segeralah sembuh aku akan membawa kalian kepadanya"
Ucap william berbalik badan lalu keluar dari rumah
"mengapa anak itu begitu baik..."
Ucap ibu anara menatap william yang baru saja keluar
Mendengar apa yang barusan dikatakan ibu anara terapis membuang nafas
"Jika bukan karena anakmu mungkin dia tidak akan membantu kalian memang dasar homo sialan"
Gumam trapis di dalam hatinya
"jika anaku wanita mungkin aku akan menjodohkannya"
Ucap ibu anara
"Sudah lah kita juga mempunyai anak perempuan walaupun sudah tiada"
Ucap ayah lukman
"Bagus kalian sudah mulai mengingatnya sekarang beristirahatlah besok kita mulai lagi seperti sebelum-sebelumnya"
Ucap terapis membereskan tasnya
....
Di sebuah mall
Dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya william melihat-liha rak yang berisi cemilan
"selama dia tinggal bersamaku dia sering memintaku untuk membelikannya ini"
Gumam william mengambil beberapa snack rasa coklat
.
.
Dengan plastik putih di tangannya william yang baru saja melewati gerbang rumah aletta berjalan mendekati pintu
Baru saja william hendak membuka pintu ponselnya berdering ada panggilan masuk dari manajernya
"Ada apa?"
Tanya william
"ada klien yang ingin bertemu denganmu"
Ucap managernya dari sambungan telepon
"aku sedang sibuk"
Ucap William menutup teleponnya
Tetapi baru saja ia hendak memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya manajernya kembali menelepon
"Ini penting dia datang dari luar negeri lagi pula kau juga yang memintanya untuk datang ke sini karena kau tidak percaya dengan orang asing"
Ucap managernya
William membuang nafas
"aku akan ke sana 10 menit lagi"
Ucap william kembali menutup teleponnya
KREK
BRAGG
"William"
Ucap nakula mempererat pelukannya
William mengerutkan alisnya lalu melepas pelukan nakula
"Ada apa?..."
Tanya william mengusap air mata nakula
"Aku tidak mengingat apa-apa selain saat itu aleta membawakan ku cemilan"
Ucap nakula
"lalu mengapa kau menangis?"
Tanya william
"aku terbangun dan melihat aleta dengan hanya dibalut selimut tertidur disampingku aku pikir kami telah"
Ucap nakula terpotong
"Astaga ada apa denganku!!..bagaimana jika!!...tidak!!tidak!!...aku tidak pernah menginginkannya aku bahkan tidak ingat...aku tidak mungkin melakukannya"
Ucap nakula
Melihat nakula yang cemas william membuka jasnya lalu memakaikannya kepada nakula yang tidak memakai atasan
"Tinggal lah bersama ku agar aku mudah membawamu kepada kedua orang tuamu"
Ucap william
KAMU SEDANG MEMBACA
DRAGON (BxB) end
Romance"Ini hukuman untukmu" Ucap william menahan kepala nakula Nakula merasakan saat-saat penis william yang hendak masuk ia meremas sprei karena karena merasakan sakit "TIDAK!!TIDAK!!ITU TIDAK AKAN MASUK!!" Teriak nakula menarik tubuhnya William tersenyu...
