sixth

1.2K 101 5
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

Tuhan jika dia bukan Lauhul mahfudz ku, tolong hilangkan semua tentangnya. Dan hilangkan pula pada Lauhul mahfudz ku semua tentang seseorang yang di kaguminya.

- Amara Zuhaira Eleanor -

part ini sebagian di hapus untuk keamanan penerbitan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

part ini sebagian di hapus untuk keamanan penerbitan





















______________________

Amara menghentikan tangisnya kala mendengar suara lemah itu. Ya. dia harus tegar dihadapan adiknya. Amara menghapus sisa air matanya lalu tersenyum.

"Kita do'akan Ayah bersama-sama yaa dek" ucapnya lembut tak lupa dengan senyuman manisnya yang tak sengaja tertangkap oleh Arzan.

"Ayah kenapa?" tanya Shanea lagi

Amara menghela nafas sebelum akhirnya berbicara "A-Ayah dinyatakan koma" ucapnya terbata berusaha menahan tangisnya yang akan kembali pecah.

Air mata Shanea lolos begitu saja kala mendengar pernyataan tersebut. "Ayah ga akan ninggalin kita seperti Bunda kan kaaa?" tanyanya sembari terisak.

Amara langsung mendekap tubuh adiknya itu, membuat Ziya ikut menangis kala mendengar nama itu keluar. Ziya tak menyangka bahwa Kaisa -Bunda Amara & Shanea tega melakukan ini.

Arzan dibuat bingung 'Apa lagi yang dirinya tidak tau?' pikirnya. hingga matanya tak sengaja menatap mata yang menyorot penuh amarah kepadanya. Arzan langsung menundukkan kepalanya 'Apa lukanya sedalam itu? Apa hanya dia yang salah disini? kalau pun bisa memilih dia tidak mau seperti ini, tapi apa boleh buat? wa kafaa billahi wakiilaa' monolognya

_____________

Shanea dinyatakan pulang setelah 3 hari melakukan rawat inap, tapi sang Ayah masih betah dengan mimpinya disana.

"Amara langsung ke pondok kan?"

Deg.

Amara tersentak kaget mendengarnya. Ia harus mencari alasan. bagaimana pun caranya.
"Mmm... sepertinya Amara akan pulang tan, karena Shanea harus istirahat dengan cukup agar bisa secepatnya kembali ke pondok" alibinya

"Shanea mau kan ikut tante Ziya dulu ke pondok? Supaya ada yang rawat Shanea juga, Ka Amara harus kuliah. Dan kalau pun ingin mengunjungi Ayah jaraknya lebih dekat lagi" bujuk Ziya

Shanea yang ditanya seperti itu menoleh ke arah sang kakak, Amara yang ditatap pun menggelengkan kepalanya pelan.

Shanea tersenyum "Terimakasih banyak untuk semuanya tante, Iya Shanea mau ko ikut tante" putusnya. membuat Amara memelototi Shanea.

Shanea yang ditatap seperti itu hanya terkekeh. pasalnya ia tau bahwa kakaknya ingin menghindari Arzan terlebih Alfar. Ya. selama 3 hari itu Amara selalu bersama Shanea membuat keduanya lebih leluasa lagi untuk bercerita.

'Terus kenapa menatap Amara seolah-olah meminta persetujuan?!' batinnya kesal

"Alhamdulillah, ayo sekarang bereskan barang-barangnya dan setelah itu menuju mobil" ucap Dafri

saat Amara sedang membenahi barang-barang miliknya. ponselnya menimbulkan notifikasi spam.

Ting

Ting

Ting

membuat Amara mengalihkan atensinya ke ponsel disampingnya. Deg. hatinya kian hancur berkeping-keping kala membaca notifikasi tersebut. air matanya ia tahan agar tak lolos, dadanya begitu sakit.

Ustadz Alfarizi 💍

Maksud kamu apa mengikuti saya hingga kepondok?

Masih belum puas? atau mau cari mangsa lagi? bitch.

Hobi kamu itu caper ke laki-laki atau gimana hah?

Ternyata benar 'BUAH JATUH TIDAK JAUH DARI POHONNYA'

Kamu dengan BUNDA mu sama saja AMARA ZUHAIRA ELEANOR!

Camkan ini!!! SAYA.MUAK.

read

Amara segera mematikan ponselnya cepat. ia tak peduli. semenjak kecelakaan itu Amara sudah tutup rapat hatinya, toh ia hanya sekedar mengagumi bukan mencintai. jadi lebih mudah untuk mengikhlaskannya ya walaupun harus menelan rasa pahit.

Alfar itu terlalu percaya diri. pikir Amara. Ia hanya bisa membatin tentang dirinya yang bodoh hingga terlalu dalam mengagumi sesosok yang tidak bisa menghargai.

"Allah tidak melarang hambanya untuk jatuh cinta, tapi Allah melarang hambanya untuk mendekati zina. Dan Allah cemburu kala hambanya mencintai seseorang begitu dalam, hingga mengalahkan rasa cinta kepada-Nya" terang seorang pria dari belakang

Amara menoleh, alisnya terangkat. 'Sejak kapan dia ada disitu? dia cenayang apa? dan... apa? sok tau kali dia' batinnya

pria itu menundukkan pandangannya kala Amara menoleh.

"Sok tau, ga usah SKSD" ucap Amara ketus, melengos begitu saja dari hadapan pria itu.







assalamualaikum warahmatullah, hello everyone semoga suka yaa sama ceritanya hhi, maaf klo ada kata yang kurang tepat atau typo.

⚠️ jangan baca novel ini ketika waktu beribadah, utamakan membaca Al - Qur'an dan sholawat, take the positive n leave the negative. ⚠️

barakallahu fiikum 💗 💗 💗 💗

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang