twenty ninth

885 64 0
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

Yang namanya masalalu bukan berarti selalu. Semua orang menunggu kesalahanmu, tapi Allah menunggu taubatmu.

-Al-habib Umar bin Khalid bin Hasan-

disebuah ruangan kedap suara milik Ghaidan yang tak terjangkau oleh siapapun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

disebuah ruangan kedap suara milik Ghaidan yang tak terjangkau oleh siapapun. berisi dua keluarga tengah berkumpul, sebelum nanti malam menyiapkan acara tahlil Shanea.

Flash back on

matahari terbenam dari ufuk barat dengan indah meninggalkan ketenangan yang menghangatkan hati. angin sepoi-sepoi berubah menjadi angin dingin yang mampu menusuk tulang.

bersinarnya rembulan yang di temani oleh sinar bintang menjadi perpaduan yang menawan. keluarga kecil yang kedua insan impikan terwujud sebelum masalalu diantara mereka masuk kedalamnya.

Ghaidan dan Kaisa menikah atas dasar cinta dan tentu dengan restu kedua orang tua mereka, membuat pernikahan mereka menjadi sehat hingga di karuniai dua putri.

Amara si gadis cuek yang tidak sembarang orang bisa mendekatinya berbanding terbalik dengan sang adik yang memiliki kepribadian yang ramah dan gampang bergaul.

Shanea kecil yang berusia 4 tahun tumbuh menjadi si periang dan si ramah yang disukai banyak orang. anak kedua dari keluarga terpandang menjadi kelemahan bagi mereka kala penculikan mengenaskan terjadi pada gadis manis itu.

"Ghaidan, jika kau menginginkan anak manismu selamat, maka berikanlah Kaisa sebagai jaminannya" ucap sosok itu diseberang telpon.

Ghaidan mengepalkan tangannya, melirik Kaisa yang berada di sampingnya tengah menutup mulutnya tak percaya.

"Siapa anda?"

tawa ledekan sosok itu keluarkan "Kau tidak perlu mengetahui saya tuan, jika Kaisa berada di dekatmu maka ia akan mengenalku dengan hanya mendengar suaraku"

Ghaidan mencoba menahan emosinya "Apa yang kau inginkan dari wanita yang sudah bersuami dan memiliki dua anak, dickhead!"

"Aku menginginkan segalanya dari Kaisa ku, dan seharusnya dia menjadi milikku bastard!"

"Kau membutuhkan berapa banyak uang?"

"Hahaha, Aku sudah kebanyakan uang untuk menerima uangmu yang tak seberapa itu Ghaidan" ledeknya

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang