nineteenth

958 69 1
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

Tingkat cinta dalam agama;
- Tatayum (penghambaan)
-Isyk (kemesraan)
- Syauq (kerinduan)
- Shababah (empati)
- Athf (simpati)
- Aqalah (terendah)

muhadhoroh akbar atau grand speech menjadi salah satu rutinitas di pondok pesantren Ash-Shiddiqiyah, yang menampilkan kreasi-kreasi dalam segala bidang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

muhadhoroh akbar atau grand speech menjadi salah satu rutinitas di pondok pesantren Ash-Shiddiqiyah, yang menampilkan kreasi-kreasi dalam segala bidang.

juga mewajibkan seluruh santri/wati berbicara bahasa arab dan inggris dalam kegiatan sehari-hari. bila melanggar maka akan dikenakan sanksi sebesar Rp.2000.00 per/kata.

Alunan sholawat yang dipadukan dengan musik terdengar begitu nyaring bagi anthophile, lain halnya bagi audiophile. dan itu terjadi pada Amara dan Faatina, mereka kurang menyukai keramaian.

"The third agenda is giving speech by some speakers. The first speaker I'm going to call Gus Arzan Ravindra Asy-Syairazi as the vice of Ash-Shiddiqiyah Islamic Boarding School. The golden stage is yours" (Acara ketiga yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama yang akan di bawakan oleh Gus Arzan Ravindra Asy-Syairazi sebagai wakil pimpinan pondok pesantren Ash-Shiddiqiyah. Dengan segala hormat kami persilahkan)

suara MC terdengar begitu excited dengan diiringi sholawat untuk menyambut sang wakil pimpinan pondok.

Arzan menaiki panggung dengan pandangan tertunduk, tapi itu tidak menjadi alasan bagi kaum hawa untuk tidak mengagumi Gus sejuta umat mereka.

"Gus sejuta umat is mine"

"My husband later"

"Al-Mustaqbalii"

"Jamiil jiddan"

"You're look so handsome everyday"

begitulah perkiraan teriakan-teriakan yang di lontarkan kaum hawa untuk mengapresiasi Gus mereka.

Amara yang mendengar seruan-seruan itu hanya memutar bola matanya malas. "Ck, berisik banget"

Faatina terkekeh ditempat "Kesel karena teriakan mereka atau panas karena Gus sejuta umatnya di agung-agungkan?"

Amara menabok lengan Faatina kencang membuat sang empu meringis "Makan tuh Gus sejuta umat"

"Sshhh, lagian kenapa sii? aku yakin ada alasan lain, bukan hanya karena Gus Arzan bakal jadi adik ipar kamu doang kan?" tuding Faatina

Amara meringis mendengar pertanyaan Faatina 'adik ipar' konon. lebih pantas jadi omnya aja nggak siii?!

"Apaan sii, so tau" elak Amara

"Ra, kita itu udah jadi sahabat. Cerita kalau ada apa-apa! Masa iya kamu segitunya ke Gus Arzan?" Faatina terus mendesaknya

Amara menghela napasnya berat. haruskah ia ceritakan alasan ia menolak Gus itu mentah-mentah?!

Author POV; setiap acara pondok free language ygy

back-, "Sebenarnya-," ucapan Amara terpotong kala suara bas Arzan sangat mendominasi ruang aula. mereka terlalu asik mengobrol hingga sambutan Arzan terdengar sudah sampai pada pertengahan.

"Al-aan uriidu an akhtuba amaa makum, tahtal maudu 'tingkat cinta dalam agama' " (Sekarang saya ingin menyampaikan sedikit pidato saya kepada kalian dengan berjudul 'tingkat cinta dalam agama')

"Dalam agama Islam cinta bukan hanya sebuah pengakuan melainkan juga perlakuan. Berarti mereka yang pacaran ada benarnya Gus? Tidak! Sama sekali Tidak! Karena pada dasarnya cinta yang Allah tumbuhkan itu suci! dihadirkan dalam hati dan tak sembarang orang bisa memiliki.

Lain halnya dengan cinta yang setan tumbuhkan! hadirnya dengan nafsu yang penuh kehinaan saat iman tengah lesu. Dalam agama Islam cinta terbagi menjadi 6, ada tatayum, isyk, syauq, shababah, athf, dan aqalah.

__________________
part ini sebagian di hapus untuk keamanan penerbitan














































______________

sorak-sorai tepuk tangan begitu meriah saat Arzan menutup sambutan terpanjangnya. ia sengaja memberi sedikit ceramah tentang cinta setelah ada yang memberikannya julukan pendakwah cinta. itu lebih menarik daripada julukan Gus sejuta umat. pikirnya

ditempat Amara ia mendengus mendengar sambutan panjang Arzan apalagi tentang cinta!!!

"Emang ada yaa? sambutan sepanjang ini?"

"Ada contohnya Gus Arzan, Gus sejuta umat" goda Faatina penuh penekanan pada akhir kalimatnya

"Idih, lebih cocok mendapat julukan pendakwah cinta! daripada julukan Gus sejuta umat! itu terlalu tinggi untuk dia yang selalu meninggi!-,"

"Apalagi selalu tentang cinta yang keluar dari mulutnya! ewww apalah!" sambung Amara

"Astaghfirullah Ra! Jangan gitu dia juga masih guru kita!" tegur Faatina tegas

Amara segera beristighfar bisa-bisanya perkataan itu keluar dari mulutnya. kalau sang empu mendengarnya bisa berabe.

"Lagian kalau lelaki lebih paham akan makna cinta itu lebih bagus-,"

"Karena akan dipertanggung jawabkan hingga akhirat. dan terpakai untuk membimbing, mendidik dan membina" potong Amara cepat

"Nah itu tau" Faatina menabok bahu Amara kencang, itung-itung balas dendam.

di jajaran staf asatidz/ah tatapan itu tak luput dari 2 gadis yang sesekali terlihat bergurau. "Sebenarnya tujuan awalku adalah kamu, tapi ternyata tempat itu diambil alih oleh saudaramu. Let see" batin sosok itu










assalamualaikum warahmatullah, hello everyone semoga suka yaa sama ceritanya hhi, maaf klo ada kata yang kurang tepat atau typo.

⚠️ jangan baca novel ini ketika waktu beribadah, utamakan membaca Al - Qur'an dan sholawat, take the positive n leave the negative. ⚠️

barakallahu fiikum 💗 💗 💗 💗

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang