twelveth

1K 75 0
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

"Bahkan laki-laki yang belum siap akan segera bergegas, jika memang kamu tujuannya. Karena ia tahu resiko menunggu adalah kehilangan"

 Karena ia tahu resiko menunggu adalah kehilangan"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

( PESANTREN INI MEWAJIBKAN BERBICARA B.ARAB DAN B.INGGRIS DI SETIAP HARINYA. KLO MIMIN LUPA "SEOLAH-OLAH" AJA YAA🙏)

part ini sebagian di hapus untuk keamanan penerbitan





































_

___________

sesampainya dirumah sakit tepatnya di ruang VIP. saat ini ruangan itu dihuni oleh 7 manusia. Dafri,Ziya, Arzan, Ghaidan, Amara,Faatina dan Felix. Amara tak bosan-bosannya menciumi sang Ayah sambil memeluknya erat. membuat ke-6 orang yang berada di ruangan itu terkekeh.

Felix sekertaris Ghaidan pamit undur diri, merasa ada keluarga yang menemani Bosnya.

"Abi? Ucapan Arzan tadi terpotong" ucap Arzan pertama membuka suara. membuat semuanya menoleh tak terkecuali Amara. bodoamat.

Dafri terkekeh, "apa kau yakin akan mengatakannya disini?" tanya Dafri

Arzan menghela napas lantas mengangguk. "Iya Abi, karena wanita jawaban dari Allah-" Arzan menggantung perkataannya 'Ya Allah semoga ini benar-benar jawabanmu' rapalnya

"-Anaknya om Dafri" sambungnya lalu menghembuskan napas lega.

Deg.

perkataan Arzan membuat semuanya terkejut. "Maksudmu... antara Amara dan Shanea?" tanya Ziya ragu. sungguh hatinya berbunga-bunga.

"Ada apa ini?" tanya Ghaidan bingung

Arzan menatap dalam kedua orang tuanya bergantian seolah-olah meminta persetujuan. keduanya tersenyum seraya mengangguk.

"Ekhemm... jadi begini om, belakangan ini Arzan selalu memimpikan sesosok gadis, tapi Arzan tidak mengetahui siapa dia. hingga pada akhirnya-, tepatnya pada malam tadi Allah memberi jawaban atas semua mimpi itu-" Arzan menjeda sebentar lalu melirik Amara yang tengah kebingungan.

"-Arzan disini ingin menyampaikan niat baik Arzan om. Arzan ingin meminta dia dengan cara yang Allah ridhoi. Ijinkan Arzan menjadi penyempurna separuh agamanya" ucap Arzan lantang

lagi-lagi semua orang kebingungan dengan perkataan Arzan. Dafri menepuk pundak Arzan "Ghaidan memiliki dua gadis, siapa yang kau khitbah?" tanya Dafri

Deg. khitbah? 'Apa lagi ini Ya Allah? Amara mohon jangan Amara Ya Allah, tapi kalau Shanea ia masih terlalu kecil.' batinnya berteriak

Arzan gugup setengah mati. ia terus-menerus melapalkan nama Allah. "Bismillahirrahmanirrahim, dengan nama Allah yang mensucikan hati dan menghadirkan cinta, saya Arzan Ravindra Asy-Syairazi ijin mengkhitbah salah satu putri engkau Bapak Ghaidan Emir Eleanor-" helaan nafas keluar dari mulut Arzan lagi "Shanea Adreena Eleanor" ucap Arzan lantang

"APAAAAA?" pekik mereka serempak membelalakkan matanya kaget. sedangkan Amara hanya bisa melongo di tempat. ada rasa syukur dalam hatinya tapi bagaimana nasib adiknya?





assalamualaikum warahmatullah, hello everyone semoga suka yaa sama ceritanya hhi, maaf klo ada kata yang kurang tepat atau typo.

⚠️ jangan baca novel ini ketika waktu beribadah, utamakan membaca Al - Qur'an dan sholawat, take the positive n leave the negative. ⚠️

barakallahu fiikum 💗 💗 💗 💗

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang