DILARANG PLAGIAT⚠️
"masih adakah rasa itu untukku Ara?" -Alfar
"ijinkan saya menjadi penyempurna separuh agamamu Aira" -Arzan
"yaa Allah, kenapa begitu sulit pilihan yang Kau beri?" -Amara
23 Agustus 2024
Ya Allah, aku tau bahwa semua atas kendali-Mu. Maka tolong peluk dan kuatkan aku disaat takdirku tak seperti yang ku mau.
-Amara Zuhaira Eleanor-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arzan mengantarkan barang-barang milik Amara dan Shanea sampai gerbang pembatas asrama putri. tak mungkin jika ia mengantarkan sampai depan pintu kamar gadis itu, tak rela jika dirinya menjadi tontonan para akhwat.
Arzan menitipkannya ke salah satu ustadzah disana. tanpa ia sadari ada sepasang mata di dalam asrama putri itu menatapnya penuh kekaguman. "Siapa yang akan bisa menganggu kita sampai hari H tiba sayang?!" ucapnya menyeringai "Jika ada yang berani maka tidak akan segan-segan aku lenyapkan" ucapnya terkekeh
setibanya Arzan di ndalem ia langsung di sodorkan pertanyaan yang akhir-akhir ini dirinya hindari. "Bagaimana? Wanita mana yang siap kau pinang?" tanya Abi Dafri
dari arah dapur nampak sosok Umi Ziya membawa nampan berisi teh yang langsung di terima oleh Abi Dafri "Syukron" (terimakasih) Ucap Abi Dafri kepada istrinya
Arzan menghela nafas panjang "Assalamualaikum warahmatullah, biarkan Arzan duduk terlebih dahulu Abi..." ucapnya malas
Abi Dafri yang sedang meminum teh pun menggerakkan tangannya menyuruh Arzan duduk.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah, dari raut wajahmu umi bisa tebak" goda Umi Ziya
"Abi sudah mengatakan kepada ustadzah kepercayaan Abi kelak akan meminangnya, jika kau masih belum memiliki wanita yang akan kau pinang. tenang saja belum sampai kepada orangtuanya" terang Abi Dafri
Arzan tersedak ludahnya sendiri. matanya membelalak 'tenang katanya?' Arzan tak habis pikir.
"Abi... Kelak Arzan pun pasti akan menikah tapi bukan sekarang" ucapnya melas
"Keputusan Abi tidak bisa di ganggu gugat, kamu tau itu kan?" ucapnya tegas
"Tap-" ucapan Arzan terpotong kala Abi Dafri berdiri "Maka dari itu pinanglah wanita yang kau cintai secepatnya. Tidak baik menunda-nunda niat yang baik" finalnya