DILARANG PLAGIAT⚠️
"masih adakah rasa itu untukku Ara?" -Alfar
"ijinkan saya menjadi penyempurna separuh agamamu Aira" -Arzan
"yaa Allah, kenapa begitu sulit pilihan yang Kau beri?" -Amara
23 Agustus 2024
"A-Afwan Gus" ucapnya terbata masih dalam posisi menundukkan kepala.
"Entah saya atau Amara yang akan menjelaskannya nanti, sekarang tolong bantu saya cari dia. Saya akan mengikuti kamu di belakang dengan posisi lumayan jauh tentunya"
"Kenapa ngga Gus aja yang mencarinya?" tanya Faatina bingung
Arzan menghela napas "Baik. Saya sengaja mengikutimu dari belakang dengan posisi lumayan jauh karena haram bagi seorang wanita berjalan di hadapan lelaki ajnabi begitu pun sebaliknya. Tapi ini dalam keadaan darurat kita niatkan karena Allah dan-, saya tidak yakin jika saya yang menemukan Amara dia bakal ikut bersama saya."
'Ada apa ini sebenarnya?" Faatina hanya bisa membatin.
"Ayo" perintahnya masih dalam menundukkan pandangan
Faatina pun berjalan mendahului Arzan, posisi mereka lumayan berjauhan. Faatina menggerakkan matanya setajam silet. ia arahkan sorot matanya ke segala arah.