third

1.4K 118 72
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

dia bukan tidak peka, tetapi memilih jalan takwa.
dia bukan semena-mena menolak cinta, tapi dia takut kepada Allah, Tuhannya.
jangan jadi setan bagi dirinya.
dan untuk mu, belajarlah punya rasa malu dan jaga baik-baik harga dirimu.

ustadzah halimah alaydrus

seorang pemuda yang baru saja selesai membaca Al-Qur'an mendapatkan telepon dari seorang wanita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

seorang pemuda yang baru saja selesai membaca Al-Qur'an mendapatkan telepon dari seorang wanita. Ia sudah tak heran lagi dengan itu dan ia tidak peduli.

Alfarizi Al-Khawarizmi seorang ustadz yang mengabdi di salah satu pondok lamanya. sekaligus teman dari anak pemilik pondok tersebut. walau umurnya terpaut 5 tahun lebih muda dari temannya.

Alfar mendengus kesal ketika ponselnya berdering terus-menerus tidak ada tanda-tanda akan berhenti itu membuatnya segera mengangkat dengan terpaksa.

baru saja ia menerima log panggilan tersebut, sudah di sapa dari sebrang. 'sebentar dia tidak mengucapkan salam? dan...menangis?' monolognya

"Ada apa?" tanyanya ketus tanpa memikirkan perasaan gadis di sebrang sana

"....."

"Innalilahi wa innailaihi rooji'un" ucapnya terkejut. jujur ia kaget mendengarnya

"....."

"Oke. Tunggu disana jangan kemana-mana" perintahnya. ia langsung mematikan panggilan sepihak.

mobil honda brio merah milik Alfar melaju kencang membelah jalanan. Alfar menyalip beberapa mobil dan motor hingga mengeluarkan beberapa umpatan dari orang. dan kini ia tidak peduli. tujuannya kini rumah sakit.

saat tiba di rumah sakit Alfar terus berlari mencari sosok wanita yang ditujunya. membuat ia menabrak beberapa orang yang berlalu lalang, umpatan pun ia dengar kembali dan pastinya di tujukan kepada dirinya.

saat ia menemukan sosok yang di carinya ia berhenti sejenak karena ada seorang pria menghampiri sosok yang di carinya itu. ia hanya menonton apa yang akan mereka lakukan itu.

rahangnya mengeras saat melihat sosok wanita itu di dorong keras oleh pria di depan. tanpa menunggu lama Alfar menghampiri lelaki tersebut. menarik bahunya keras dan mendorongnya kencang hingga menimbulkan suara keras.

" GUS ARZAN?!" tanya Alfar matanya membelalak tak percaya

"sshhh..." Arzan meringis dan mendongak ke arah pemuda itu "Lohhh, kamu?" tanya Arzan memastikan.

Alfar membantu Arzan berdiri. "Apa yang sedang antum lakukan disini?"

"Saya-" ucapan Arzan terpotong saat mendengar ringisan seorang gadis

"Ahhh..." ringis Amara tertahan

"Astaghfirullah, saya lupa. Ara kamu baik-baik saja?" tanya Alfar panik dan ikut berjongkok di hadapan Amara.

Tangisan Amara kini semakin terisak saat kedatangan sosok yang ia kagumi sejak SD itu. "A-Ayah..." lirihnya terbata sambil menatap nanar ruangan operasi.

Alfar pun ikut mengarahkan pandangannya kearah yang ditatap nanar oleh Amara. Alfar ingin sekali membawa gadis itu kedalam dekapannya tapi apa boleh buat mereka bukan mahram.

Arzan yang melihat interaksi keduanya mengernyit bingung. Ia menggelengkan kepalanya tanda tidak peduli. Arzan mengalihkan pandanganya dan atensinya melihat kedua orang tuanya menghampirinya.

Ya. Arzan sempat menelpon kedua orang tuanya untuk meminta bantuan, ia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa ini. walaupun tak sepenuhnya salah Arzan. ditambah lagi seorang wanita yang terlihat sangat lemah.

"Assalamualaikum warahmatullah" ucap Dafri dan Ziya -orangtua Arzan sekaligus pemilik pondok pesantren yang Alfar abdi dan calon bagi Amara.

"Wa'alaikummusalam warahmatullah" ucap mereka serempak

"kamu baik-baik aja nak?" tanya Ziya khawatir sambil mengelus luka Arzan

membuat Arzan meringis "Alhamdulilah ngga terlalu parah mi, tapiii.." Arzan menggantung ucapannya lantas melirik seorang gadis yg terlihat miris.

Ziya yang paham pun segera menghampiri gadis itu. Arzan sudah menceritakan semuanya melalui via telepon tadi. dan betapa terkejutnya sepasang suami istri itu melihat sosok gadis malang dihadapan mereka.

"Amara" panggil Ziya khawatir seraya mengelus surai yang terbalut kerudung syar'i.

tak ada jawaban dari sang empu membuat Ziya melirik Dafri. Dafri yang paham pun menghampiri keduanya. "Amara ini om Dafri, kamu masih ingat?" tanya Dafri

Amara masih bergeming di tempat tak ada niatan untuk menyahut mereka sama sekali. Arzan dan Alfar saling melirik tanda tak mengerti. 'ko mereka bisa tau, saya ngga?' batin Arzan.

Ziya dan Dafri melirik Arzan. membuat Arzan menggelengkan kepalanya pelan. tanda dia tidak tau harus berbuat apa.

Ekhemm

Alfar berdehem guna mencairkan suasana. "Ara..." panggil Alfar lembut

Amara langsung mendongak kala mendengar suara itu. pandangannya sendu tanda ia sangat sedih. Amara menundukkan pandangannya tangisnya pecah dan terisak.

Ziya langsung mendekap erat Amara, mengelus punggungnya dengan sayang memberikan kekuatan pada Amara.

"Semua ini salah pria brengsek itu" ungkapnya marah, dadanya naik turun, sorot matanya tajam. menandakan bahwa gadis itu sangat terpukul.

Alfar yang tak paham pun ikut berjongkok "Pria brengsek?" tanyanya ulang

Amara mengangguk lemah "D-dia yang membuat A-ayah masuk ruang o-pperasi dan adikku p-pingsan. Shanea di rawat di ruang VIP d-dia belum sadarkan diri." terangnya sambil terisak

"Siapa pria brengsek itu?" tanya Alfar penasaran

Mata Amara menyorot tajam ke arah Arzan. semua orang langsung mengikuti arah mata Amara, hanya Alfar yang tidak tau disini.

Sorot mata Alfar seperti mengintimidasi lawan yang dimaksud Amara. "Ikut saya" ucapnya tegas mencengkram tangan Arzan kuat. ia tak peduli sekalipun lawannya ini anak kiyainya.

Arzan hanya pasrah mengikuti arah yang di tuju Alfar -temannya itu.







assalamualaikum warahmatullah, hello everyone semoga suka yaa sama ceritanya hhi, maaf klo ada kata yang kurang tepat atau typo.

⚠️ jangan baca novel ini ketika waktu beribadah, utamakan membaca Al - Qur'an dan sholawat, take the positive n leave the negative. ⚠️

barakallahu fiikum 💗 💗 💗 💗

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang